... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Promosi Wisata Myanmar, CEO Twitter Dikecam Follower

Foto: CEO Twitter Jack Dorsey

KIBLAT.NET, Washington – Pendiri sekaligus CEO Twitter, Jack Dorsey, menuai kritik pedas atas postingannya terkait Myanmar (Burma). Dorsey dikecam karena mempromosikan wisata Myanmar sementara terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap etnis Muslim Rohingya di negara itu.

Dorsey mengatakan dalam serangkaian tweet, yang dilansir BBC pada Ahad (09/12), ia melakukan perjalanan ke Myanmar utara bulan lalu dalam perjalanan untuk meditasi dan spiritualisme.

Dia mendorong sekitar 4 juta follower-nya untuk mengunjungi Myanmar. Ia menggambarkan bahwa orang-orang Myanmar sangat bahagia dan makanannya luar biasa.

Postingan itu pun mendapat kecaman dari para netizen. Mereka menilai, Dorsey mengabaikan penderitaan minoritas Muslim Rohingya di Negara itu.

“Menulis iklan gratis yang menguntungkan bagi mereka (Myanmar) pada waktu sekarang merupakan hal yang harus dikutuk,” tulis salah satu pengguna Twitter membalas postingan Dorsey, seperti dinukil BBC.

Akun lainnya menilai Dorsey telah mengabaikan dan tidak mempedulikan penderitaan minoritas Rohingya. “Ini merupakan rekomendasi yang tidak bertanggung jawab … tidak memperhatikan berita dan protes meluas di platformnya,” tulisnya.

Kampanye militer Myanmar menyebabkan 700 ribu warga Muslim Rohingya melarikan diri dari kampung halaman mereka. Sebagian besar menuju ke Bangladesh sementara lainnya nekat berjejalan di kapal tak layak menuju Negara yang mau menerima mereka.

Militer melayapkan membakari rumah dan melenyapkan desa-desa Rohingya. Puluhan ribu orang tewas akibat kampanye itu.

BACA JUGA  Rusia dan China Gagalkan Upaya AS Hentikan Operasi Militer Turki di Suriah

PBB menyebut pembantaian yang dialami Rohingya pembersihan etnis. Para pemimpin Myanmar diminta untuk diadili atas kejahatan kemanusiaan ini.

Dorsey tidak menanggapi kritikan para pengguna Twitter itu.

Sebagian warga Rohingya mengatakan bahwa situs jejaring sosial Facebook turut mengkampanyekan pembantaian yang mereka alami. Setelah pernyataan itu, Facebook menanggapi bahwa pihaknya mengakui gagal mencegah platformnya mengurangi kekerasan di Myanmar.

Sumber: BBC
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Munaqosyah

Menerapkan Wala’ dan Bara’ dalam Reuni 212

Umat Islam itu bergradasi, mulai dari yang paling dekat dengan ajaran Rasul, namu ada juga yang jatuh ke dalam kebid'ahan. Namun mereka masih disatukan dengan pokok keimanan yang dimiliki masing-masing dengan berbagai corak dan warnanya.

Ahad, 09/12/2018 16:38 4

Indonesia

Tunggakan BPJS Belum Dibayar, Layanan Kesehatan Terancam Mandek

“Rumah sakit tidak mungkin bisa berjalan tanpa biaya operasional. Akibat tunggakan ini banyak rumah sakit yang terancam tidak bisa melayani lagi pasien BPJS atau setidaknya membatasi pelayanan pasien BPJS.

Ahad, 09/12/2018 13:45 0

Indonesia

Bagi Jonru, Para Advokat yang Membantu Sudah Seperti Saudara

"Saya menyaksikan sendiri bagaimana bimbingan mereka itu benar-benar ikhlas, tulus dalam membantu," jelasnya.

Ahad, 09/12/2018 13:09 0

Indonesia

Jonru Beberkan Fakta-fakta Persidangan yang Jarang Diungkap

"Gak satupun yang cocok dan kemudian vonisnya itu ya seperti dibuat-buat gitu. Seperti dipaksa-paksakan gitu," katanya

Ahad, 09/12/2018 10:53 0

Suara Pembaca

Siapakah yang Bermain-main di Atas Darah Anak-anak Yaman?

Kondisi mengerikan selama tiga tahun terakhir di Yaman sejak dimulainya perang pada 2015 telah mengakibatkan 85.000 anak-anak mati kelaparan.

Sabtu, 08/12/2018 22:04 0

Suara Pembaca

Mendomplang Suara Pemilu dengan Suara Orang Gila

Tidak sah di dalam Islam jika seseorang yang hilang akal baik mabuk ataupun gila menggunakan hak pilihnya.

Sabtu, 08/12/2018 19:44 0

Suara Pembaca

Sikap Seorang Muslim Terhadap Kalimat Tauhid

Setiap muslim wajib memuliakan dan menjaga kalimat tauhid.

Sabtu, 08/12/2018 18:57 0

Suara Pembaca

Mengkritisi Pembakaran Bendera Tauhid

Perbuatan membakar bendera tauhid merupakan pelecehan terhadap kalimat tauhid. Perbuatan ini mustahil dilakukan oleh seorang muslim.

Sabtu, 08/12/2018 18:18 0

Indonesia

Soal Ledakan di Malam Reuni 212, Panitia: Semua Barang Bukti Sudah di Polisi

"Kalau mengecas kenapa harus mengecas di genset, gitukan. Kan banyak listrik di tenda-tenda"

Sabtu, 08/12/2018 17:46 0

Video News

31 Pekerja Dibunuh, Ini Kata Mantan Komisioner Komnas HAM

KIBLAT.NET- Direktur Pusdikham Uhamka, Dr. Maneger Nasution turut menyampaikan bela sungkawa terhadap tragedi pembantaian di...

Sabtu, 08/12/2018 17:13 0

Close