... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Di Bawah Guyuran Hujan, Aksi Bela Rohingya Serukan Usir Kedubes Myanmar

Foto: Unjuk rasa Aksi Bela Rohingya mendesak Kedutaan Besar Myanmar diusir dari Indonesia, Senin (10-12-21018)

KIBLAT.NET, Jakarta – Sejumlah aktivis kemanusiaan menggelar Aksi Bela Rohingya hari ini. Unjuk rasa itu digelar bertepatan dengan hari hak asasi manusia (HAM) Internasional.

Hujan yang mengguyur Jakarta tak menyurutkan niat puluhan aktivis kemanusiaan untuk mendatangi Kantor Kedutaan Besar Myanmar, Jakarta. Mereka menggelar Aksi Bela Rohingya tepat di hari HAM Internasional yang jatuh pada Senin, 10 Desember 2018.

Aksi yang dimotori Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) itu mengutuk pembantaian yang dilakukan terhadap etnis muslim Rohingya. Myanmar didesak untuk menghentikan genosida terhadap etnis muslim minoritas tersebut.

“Usir kedubes Myanmar, usir!” seru orator aksi di Depan Kantor Kedutaan Besar Myanmar, Jalan Haji Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).

Selain mendesak pengusiran duta besar Myanmar, mereka juga menuntut peran nyata Indonesia. Pemerintah diminta mendukung resolusi PBB untuk menyelesaikan krisis Rohingya.

KNSR mendesak genosida terhadap Rohingya dibawa ke Sidang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Para jenderal yang bertanggung jawab atas pembantaian etnis muslim itu juga harus dijatuhi hukuman.

“Seret enam jenderal Myanmar untuk bertanggung jawab ke Mahkamah Internasional,” kata Dwiko dari KNSR.

Muslim Rohingya disebut-sebut sebagai etnis paling menderita sedunia. Pasalnya, mereka menjadi sasaran kekejaman dan pemusnahan dari rezim Myanmar. Etnis muslim minoritas itu juga diusir dari tanah air mereka sendiri, sehingga memaksa jutaan orang mengungsi.

BACA JUGA  UBN: Sebutan Kafir Dipermasalahkan dalam Hal Memilih Pemimpin

Reporter: Fanny Alif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Di Bawah Guyuran Hujan, Aksi Bela Rohingya Serukan Usir Kedubes Myanmar”

  1. Ofi

    1 orang kafir terbunuh seluruh dunia mengecam jutaan Muslim dibantai mereka bungkam seribu bahasa

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

212 dan Ketidakadilan Media

Di lain sisi umat Islam juga harus menyadari bahwa media adalah sarana dakwah yang penting dan sangat berpengaruh. Dibutuhkan keberpihakan pada media Islam yang ideologis.

Senin, 10/12/2018 12:15 1

Arab Saudi

Saudi Tolak Serahkan Warganya yang Dituduh Terlibat Pembunuhan Khashoggi

“Turki tidak mengungkap informasi sebagaimana mestinya,” imbuhnya.

Senin, 10/12/2018 11:32 0

Amerika

Promosi Wisata Myanmar, CEO Twitter Dikecam Follower

Para Netizen menilai, CEO Twitter mengabaikan pembantaian etnis Muslim Rohingya di negara itu

Senin, 10/12/2018 10:32 0

Suriah

Mantan Komandan FSA yang Serahkan Daraa ke Rezim Tewas Ditembak

Sebelum Daraa diserahkan ke rezim, Kanani memimpin Brigade Keempat di bawah Batalyon Hamzah. Ia juga pernah memimpin faksi Mujahidin Huran.

Senin, 10/12/2018 08:49 0

Eropa

Dorong Pengungsi Suriah Pulang, Denmark Iming-imingi Pesangon 20 Ribu Dolar

lembaga-lembaga HAM dan internasional memperingatkan bahwa kepulangan para pengungsi Suriah ke Negara mereka masih belum memungkinkan. Hal itu karena kondisi di Negara tersebut masih belum aman.

Senin, 10/12/2018 07:52 0

Asia

Hindu India Demonstrasi Desak Pembangunan Kuil di Bekas Bangunan Masjid

Kelompok-kelompok Hindu bersikeras bahwa tempat ini adalah situs kuil sebelum seorang penguasa Muslim membangun sebuah masjid di sana pada tahun 1528.

Senin, 10/12/2018 06:47 0

Munaqosyah

Menerapkan Wala’ dan Bara’ dalam Reuni 212

Umat Islam itu bergradasi, mulai dari yang paling dekat dengan ajaran Rasul, namu ada juga yang jatuh ke dalam kebid'ahan. Namun mereka masih disatukan dengan pokok keimanan yang dimiliki masing-masing dengan berbagai corak dan warnanya.

Ahad, 09/12/2018 16:38 3

Suriah

Injak Ranjau, Enam Tentara Bashar Assad Tewas di Daraa

Lebih dari 125.000 pasukan pro-rezim telah tewas dalam tujuh tahun perang. Demikian penuturan kelompok pemantau setempat yang dikutip Zaman el-Wasl.

Ahad, 09/12/2018 14:20 0

China

Puluhan Tahun Berdiri, Sekolah Bahasa Arab di China Bakal Ditutup

"Jika sekolah ditutup, mereka bisa berakhir sebagai putus sekolah di jalan."

Ahad, 09/12/2018 11:46 0

Suara Pembaca

Siapakah yang Bermain-main di Atas Darah Anak-anak Yaman?

Kondisi mengerikan selama tiga tahun terakhir di Yaman sejak dimulainya perang pada 2015 telah mengakibatkan 85.000 anak-anak mati kelaparan.

Sabtu, 08/12/2018 22:04 0

Close