... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Sikap Seorang Muslim Terhadap Kalimat Tauhid

Foto: bendera kalimat tauhid

Oleh: Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA*

KIBLAT.NET – Setiap muslim wajib memuliakan dan menjaga kalimat tauhid. Ketika kalimat tauhid dilecehkan, seorang muslim wajib marah. Imannya harus terpanggil untuk membela kalimat dan bendera tauhid.

Pembelaan terhadap tauhid ini merupakan konsekuensi dan tuntutan iman dan tauhid itu sendiri. Jika seorang muslim tidak marah dan tidak benci atas kelakuan oknum Banser yang membakar bendera tauhid, bahkan mendukungnya, berarti imannya bermasalah. Bisa jadi imannya sudah terkena virus liberalisme, sehingga mematikan imannya atau imannya “sakit” karena maksiat sehingga tidak ada respon dan sensitivitas sedikitpun untuk membela tauhid dan agama Allah Swt.

Seorang muslim wajib bersikap al-wala’ dan al-bara’. Perbuatan Al-wala’ dan al-bara’ merupakan konsekuensi dari kalimat tauhid laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah. Al-Wala’ (loyalitas) adalah sikap mencintai, membela dan menghormati.

Seorang muslim wajib berwala’  kepada Allah Swt, Rasul-Nya, agama-Nya, kitab-Nya, Sunnah Nabi-Nya dan para penolong agama-Nya dari orang-orang mukmin. Sebaliknya seorang muslim haram berwala’ kepada orang-orang kafir dan munafik. Adapun al-Bara’ adalah sikap menjauhi, berlepas diri dan memusuhi setelah memberikan alasan dan peringatan.

Seorang muslim wajib bersikap al-bara’ terhadap orang-orang kafir dan orang-orang yang memusuhi Allah Swt, Rasul-Nya, agama-Nya, kitab-Nya dan para penolong-Nya dari orang-orang mukmin. Persoalan al-wala’ dan al-bara’ ini termasuk persoalan aqidah dan tauhid.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita marah dan membenci perilaku Banser NU dan para pendukungnya.  Jika tidak, berarti kita mendukung kemungkaran mereka. Menurut para ulama, mendukung suatu kemungkaran sama saja melakukan kemungkaran tersebut.

Rasulullah Saw memerintahkan kita untuk mencegah kemungkaran sesuai kemampuan. Paling tidak, membenci kemungkaran. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah kemungkaran tersebut dengan tangannya; jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya; Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan hatinya; dan yang demikian itu tingkatan iman yang paling lemah.” (HR. Muslim).

BACA JUGA  Pembubaran Pengajian; Saat Cinta Tanah Air Melebihi Cinta Sesama Muslim

Pembakaran kalimat tauhid oleh oknum Banser merupakan kemungkaran yang dikhawatirkan  akan mengundang azab Allah Swt. Maka, kemungkaran ini tidak bisa ditolerir. Selama ini, Indonesia selalu ditimpakan musibah oleh Allah Swt berupa bencana alam seperti gempa, tsunami, gunung meletus, dan sebagainya. Maka jangan tambah lagi bencana lagi gara-gara kemaksiatan Banser NU ini.

Sepatutnya kita ambil pelajaran dari berbagai bencana itu, dengan bertaubat dan meninggalkan maksiat serta mendekatkan diri kepada Allah Swt serta melaksanakan kewajiban nahi mungkar. Bencana itu datang dari Allah Swt sebagai azab dan peringatan-Nya karena maksiat yang dibiarkan atau merajalela seperti dijelaskan oleh Alquran dan Hadits-Hadits Nabi Saw. Oleh karena itu, kewajiban kita adalah mencegah kemungkaran.

Pembelaan kita terhadap bendera tauhid bukan sekedar melaksanakan kewajiban nahi mungkar, namun lebih jauh lagi menyangkut keimanan dan tauhid kita. Setiap orang yang bertauhid pasti marah dan melakukan pembelaan terhadap kalimat dan bendera tauhid. Sikap ini menunjukkan bahwa dia orang yang beriman dan bertauhid.

Namun jika sebaliknya dia hanya diam atau tidak marah atau tidak melakukan pembelaan terhadap bendera tauhid berarti iman dan tauhidnya sudah mati atau sakit. Maka, jika kita masih punya iman dan tauhid, pasti kita membela kalimat dan bendera tauhid.

Jika kita merujuk kepada sirah para sahabat Nabi SAW, maka kita menemukan sikap mereka yang agung dan mulia dalam melakukan penjagaan dan pembelaan terhadap bendera tauhid. Mereka sangat mencintai dan memuliakan bendera tauhid. Bahkan mereka siap mati syahid dalam membela dan mempertahankannya.

Komitmen para sahabat radhiyallahu anhum tidak diragukan lagi. Pembuktian mereka atas hal itu telah dicatat dalam sejarah. Jika ada seseorang yang melecehkan bendera tauhid, maka mereka segera membelanya mati-matian.

BACA JUGA  Antara Ketahanan Politik dan Ketahanan Keluarga

Hal ini menunjukkan bahwa bendera tauhid itu mempunyai kedudukan yang agung dan mulia. Selain itu, menunjukkan kuatnya iman dan tauhid para sahabat serta komitmen mereka dalam membela Islam. Inilah sikap yang patut kita contoh.

Akhirnya, kita perlu meminta kepada para pelaku pembakaran bendera tauhid dan para pendukung mereka untuk bertaubat dan meminta maaf kepada umat Islam. Meskipun sudah meminta maaf, para pelaku harus disyahadatkan kembali dan tetap dihukum dengan seberat-beratnya agar memberi pelajaran dan efek jera kepada mereka dan orang lain sehingga tidak terulang lagi kasus seperti ini.

Oleh karena itu, pemerintah harus menghukum mereka dengan sanksi yang tegas sesuai hukum yang berlaku atas penodaan agama. Tindakan mereka ini telah meresahkan dan menimbulkan kemarahan umat Islam seluruh Indonesia bahkan dunia sehingga berpotensi menganggu stabilitas dan perdamaian bangsa dan negara.

Terlebih hal ini bukanlah yang pertama kali. Selama ini perilaku Banser/GP Ansor banyak menyakiti umat Islam. Sikap mereka terkesan radikal, anarkis, arogan dan intoleran terhadap umat Islam dengan menghalangi dakwah, mempersekusi para ulama, da’i dan aktivis Islam, membubarkan pengajian, membela musuh-musuh Islam dan lainnya.

Perbuatan mereka sudah sangat keterlaluan dan bertentangan dengan pancasila dan hukum di Indonesia, khususnya syariat Islam. Maka wajarlah bila umat Islam menuntut agar Banser/GP Ansor dibubarkan.

Selain itu, umat Islam berharap agar NU garis lurus dan kultural segera mensterilkan NU dari paham liberalisme dan paham sesat lainnya yang menyusup ke dalam ormas NU lewat para elit stuktural NU saat ini. Agar NU dipercayai dan dihormati oleh umat.

*Penulis adalah dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, doktor bidang Fiqh dan Ushul Fiqh pada International Islamic University Malaysia (IIUM).

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Ledakan di Malam Reuni 212, Panitia: Semua Barang Bukti Sudah di Polisi

"Kalau mengecas kenapa harus mengecas di genset, gitukan. Kan banyak listrik di tenda-tenda"

Sabtu, 08/12/2018 17:46 0

Video News

31 Pekerja Dibunuh, Ini Kata Mantan Komisioner Komnas HAM

KIBLAT.NET- Direktur Pusdikham Uhamka, Dr. Maneger Nasution turut menyampaikan bela sungkawa terhadap tragedi pembantaian di...

Sabtu, 08/12/2018 17:13 0

Video News

Panitia 212 Tanggapi Cuitan Dubes Osama: Yang Salah yang Minta Dia Diusir

KIBLAT.NET- Tanggapan ketua panitia Reuni 212, Bernard Abdul Jabbar terkait cuitan Duta Besar Saudi Arabia...

Sabtu, 08/12/2018 17:06 0

Video News

Isu Bom Rakitan Di Reuni 212, Ini Klarifikasi Panitia

KIBLAT.NET- Masyarakat dihebohkan dengan adanya bom rakitan saat Aksi Reuni 212 yang diselenggarakan hari Minggu,...

Sabtu, 08/12/2018 16:59 1

Indonesia

Kicauan Dubes Saudi Tak Salah, Tema Reuni 212 Memang Terkait Pembakaran Bendera Tauhid

Panitia Reuni 212 menjelaskan tema Membela Kalimat Tauhid Demi Kejayaan NKRI dilatarbelakangi adanya pembakaran terhadap bendera tauhid

Sabtu, 08/12/2018 16:40 0

Indonesia

FSLDK Indonesia Desak Pelaku Pembantaian Pekerja Trans Papua Segera Ditindak

FSLDK Indonesia Desak Pelaku Pembantaian Pekerja Trans Papua Segera Ditindak

Sabtu, 08/12/2018 15:16 0

Indonesia

Terungkap, Inilah Penyebab Gagalnya Teleconference Habib Rizieq Saat Reuni 212

Panitia Reuni 212 mengungkap penyebab gagalnya teleconference Habib Rizieq saat Reuni 212 lalu

Sabtu, 08/12/2018 11:59 0

Indonesia

Habib Bahar Jadi Tersangka, GNPF Ulama: Hukum Jadi Alat Kekuasaan

Polisi bertindak sigap dan cepat dalam memproses perkara yang melibatkan umat Islam atau para tokohnya.

Sabtu, 08/12/2018 11:29 0

Indonesia

Reuni 212 Sukses, Bukti Umat Islam Solid

"Tidak ada kerusuhan apalagi chaos seperti yang sebelumnya ditudingkan pihak-pihak yang tidak rela umat bersatu," imbuhnya.

Sabtu, 08/12/2018 08:40 0

Indonesia

Pidato Habib Rizieq di Reuni 212 Dipersoalkan, Ini Tanggapan Panitia

"Hal itu merupakan fatwa Habib Rizieq Shihab sebagai imam besar umat Islam kepada pengikutnya," terang Yusuf.

Sabtu, 08/12/2018 07:42 3

Close