... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Faksi-faksi Pejuang Idlib Siaga Satu

Foto: Wilayah Idlib, Suriah

KIBLAT.NET, Idlib – Alinasi faksi-faksi oposisi Suriah di Idlib, Jabhah Wathaniyah Lit Tahrir (JWT), Rabu (05/12), turut menyiagakan kekuatan militer di provinsi terakhir oposisi Suriah itu. Langkah ini diambil setelah rezim mengerahkan pasukan tambahan ke front depan. Langkah yang sama sebelumnya juga diumumkan, Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS).

“Seluruh kekuatan militer harus meningkatkan kesiapan tempur di front depan dengan militer rezim setelah beredarnya informasi militer pemerintah memobilisasi pasukan ke front,” kata juru bicara JWT, Naji Mustafa.

Mustafa memperingatkan, operasi infiltrasi militer rezim di tengah gempuran udara sengit terhadap basis-basis pertahanan. Ia menegaskan bahwa pejuang siap menghadapi serangan apapun.

Dia meminta pejuang untuk tidak menyibukkan diri dalam perselisihan internal yang baru-baru ini terjadi di pedesaan Idlib barat. Seluruh kekuatan pejuang didesak untuk fokus di arahkan melindungi wilayah yang sudah dibebaskan.

HTS dan Ahrar Al-Syam (anggota aliansi JWT) beberapa hari terakhir terlibat perselisihan kontrol wilayah di dekat jalan internasional. Perselisihan terjadi setelah pejuang Ahrar mendirikan pos di daerah yang diklaim wilayah HTS. Pertikaian itu telah diselesaikan melalui jalur dialog, kendati timbul korban.

Sehari sebelumnya, HTS juga mengumumkan kesiapan pasukannya menghadapi segala kemungkinan agresi militer Suriah. Pasukan yang berada di garis pertahanan ditambah dan diperintahkan siap siaga.

Pergerakan pejuang Suriah di Idlib ini terjadi setelah militer rezim mengirim pasukan tambahan ke front di pedesaan Lattakia. Penambahan pasukan ini di saat militer melakukan gempuran martir dan roket ke wilayah pejuang.

BACA JUGA  Rezim Kerahkan Pasukan Tambahan ke Front Idlib

Sumber: horrya.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Belajar Dari Masyumi oleh Ust. Arta Wijaya

KIBLAT.NET- Kalau generasi kita saat ini merindukan berhimpunnya elemen-elemen umat Islam, sesungguhnya pada awal masa...

Kamis, 06/12/2018 09:59 0

Video News

Tengku Zulkarnain: Kita Tidak Mau Menjadi NKRI yang Rusak!

KIBLAT.NET- Dalam pelaksanaan Reuni Akbar 212, Tengku Zulkarnain sempat memberikan orasi, pesan dan hikmah kepada...

Kamis, 06/12/2018 09:39 0

Indonesia

Komnas HAM Minta Kepolisian Paling Depan Tangani Kasus Papua

KIBLAT.NET, Jakarta – Koordinator Pendidikan dan Penyuluhan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Beka...

Kamis, 06/12/2018 07:05 1

Suara Pembaca

Perang Hunain dan Debat Media Tentang Jumlah Peserta 212

Kita perlu mengingat kembali kejadian yang menimpa para sahabat dalam perang Hunain setelah Fathu Makkah.

Kamis, 06/12/2018 06:22 0

Indonesia

Komnas HAM Desak Pemerintah Evaluasi Program-progam di Papua

Salah satu cara yang disarankan, mengkaji kembali program-program di provinsi Indonesia timur itu.

Kamis, 06/12/2018 06:16 0

Indonesia

Pembantai Pekerja Trans Papua Tak Layak Disebut Kelompok Kriminal Bersenjata

Penamaan separatis lebih layak diberikan

Rabu, 05/12/2018 19:21 0

Manhaj

Munafik yang Pandai Bersilat Lidah

Orang Arab berkata," Tidak semua yang berkemilau itu emas". Sama seperti tidak semua yang menyampaikan ilmu agama itu ulama. Ada kalanya dia seorang munafik yang berperan sebagai ulama.

Rabu, 05/12/2018 19:16 0

Indonesia

Buntut Kicauan Reuni 212, Gus Yaqut Kecam Dubes Saudi dalam Dua Bahasa

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan kecaman kepada duta besar Arab Saudi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa

Rabu, 05/12/2018 18:56 2

Indonesia

Pemerintah Diminta Jelaskan Label Kelompok Kriminal Bersenjata Untuk OPM

Pelabelan tersebut ada konsekuensinya baik pada aspek politik, hukum, isu HAM

Rabu, 05/12/2018 17:25 0

Indonesia

Komnas HAM: Pembunuhan Pekerja di Papua Tidak Manusiawi

Puluhan pekerja tewas dibunuh kelompok teroris bersenjata Papua di kabupaten Nduga. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengecam tindakan brutal dan tidak manusiawi tersebut.

Rabu, 05/12/2018 16:50 0

Close