... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Galeri

Belajar Dari Masyumi oleh Ust. Arta Wijaya

KIBLAT.NET- Kalau generasi kita saat ini merindukan berhimpunnya elemen-elemen umat Islam, sesungguhnya pada awal masa kemerdekaan romantisme tersebut benar-benar ada. Setelah kalimat “kewajiban menjalankan syariat agama Islam bagi pemeluknya” dihapus dari sila pertama, walaupun penghapusan tersebut bukan sepihak namun melewati negosiasi untuk kemaslahatan bangsa, tetap saja bagi umat Islam itu merupakan sebuah kekalahan diplomasi.

Perjuangan menegakan syariat islam secara legal konstitusi selesai sudah, namun tentu perjuangan umat Islam secara umum jauh dari selesai. Menanggapi hasil perubahan konstitusi tersebut, para ulama, cendikiawan muslim dan pemimpin-pemimpin islam. Kepala pondok madrasah berkumpul di Jogjakarta untuk menghadiri Kongres Umat Islam atau Muktamar Islam Indonesia.

Berkumpulnya umat Islam bertujuan untuk mendirikan wadah perjuangan politik umat Islam yang dapat memperjuangkan aspirasi umat Islam, apalagi setelah penghapusan tersebut yang merubah isi Piagam Jakarta hasil berlelah-lelah diplomasi garda depan umat Islam kala itu.

Momentum besar diadakan di Gedung Sekolah Mu’alimin Jogjakarta pada tanggal 7-8 November, 4 hari persis setelah pemerintah mengeluarkan maklumat tentang peraturan pendirian partai politik sebagai wujud pengisian perjuangan kemerdekaan. Dengan pertemuan tersebut dideklarasikanlah Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia).

Saksikan video selengkapnya di sini!

Editor: Habib Luthfi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Somalia

Pasukan Khusus AS dan Somalia Sergap Pos Check Point Al-Shabaab

target serangan adalah dua pos chek point yang dikelola militan Al-Shaabab.

Kamis, 06/12/2018 08:25 0

Indonesia

Komnas HAM Minta Kepolisian Paling Depan Tangani Kasus Papua

KIBLAT.NET, Jakarta – Koordinator Pendidikan dan Penyuluhan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Beka...

Kamis, 06/12/2018 07:05 1

Suara Pembaca

Perang Hunain dan Debat Media Tentang Jumlah Peserta 212

Kita perlu mengingat kembali kejadian yang menimpa para sahabat dalam perang Hunain setelah Fathu Makkah.

Kamis, 06/12/2018 06:22 0

Indonesia

Komnas HAM Desak Pemerintah Evaluasi Program-progam di Papua

Salah satu cara yang disarankan, mengkaji kembali program-program di provinsi Indonesia timur itu.

Kamis, 06/12/2018 06:16 0

Indonesia

Pembantai Pekerja Trans Papua Tak Layak Disebut Kelompok Kriminal Bersenjata

Penamaan separatis lebih layak diberikan

Rabu, 05/12/2018 19:21 0

Manhaj

Munafik yang Pandai Bersilat Lidah

Orang Arab berkata," Tidak semua yang berkemilau itu emas". Sama seperti tidak semua yang menyampaikan ilmu agama itu ulama. Ada kalanya dia seorang munafik yang berperan sebagai ulama.

Rabu, 05/12/2018 19:16 0

Indonesia

Buntut Kicauan Reuni 212, Gus Yaqut Kecam Dubes Saudi dalam Dua Bahasa

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan kecaman kepada duta besar Arab Saudi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa

Rabu, 05/12/2018 18:56 2

Indonesia

Pemerintah Diminta Jelaskan Label Kelompok Kriminal Bersenjata Untuk OPM

Pelabelan tersebut ada konsekuensinya baik pada aspek politik, hukum, isu HAM

Rabu, 05/12/2018 17:25 0

Indonesia

Komnas HAM: Pembunuhan Pekerja di Papua Tidak Manusiawi

Puluhan pekerja tewas dibunuh kelompok teroris bersenjata Papua di kabupaten Nduga. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengecam tindakan brutal dan tidak manusiawi tersebut.

Rabu, 05/12/2018 16:50 0

Indonesia

Syarif Baraja Jawab Cuitan Akhmad Sahal Soal “Gak Paham Fikih Shalat di Lorong Kereta”

"Orang2 yg ga tau fikih." Tulis Akhmad Sahal, aktivis media sosial menyinggung peserta Reuni Akbar 212 yang menjalankan shalat di lorong kereta.

Rabu, 05/12/2018 15:10 0

Close