Rocky Gerung: Pers Indonesia Melakukan Penggelapan Sejarah

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Politik Rocky Gerung turut mengkritisi perilaku pers mainstream Indonesia yang tidak terlalu menaruh perhatian pada kegiatan Reuni Akbar 212 hari Ahad (02/12/2018) lalu . Rocky menganggap bahwa pers nasional telah melakukan pemalsuan serta penggelapan sejarah.

“Jadi kalau pers nasional tidak memberitakan itu, artinya pers memalsukan sejarah, karena orang gak pernah tahu ada satu peristiwa, mau dikasih nama apa aja itu, dengan kumpulan orang sebanyak itu, dengan ketertiban, dengan kepemimpinan intelektual, tapi tidak dimuat oleh pers,” kata Rocky Gerung dalam forum Indonesia Lawyer Club pada Selasa malam (04/12/2018).

Rocky menambahkan bahwa hal itu merupakan penggelapan sejarah oleh pers Indonesia. Dia bahkan menyindir bahwa peran pers mainstream hari ini tak ubahnya humas atau bahkan brosur pemerintah.

Rocky juga menyampaikan bahwa peristiwa 212 telah menjelma menjadi sebuah monumen perjuangan. Dia membandingkannya dengan peristiwa “March on Washington” yang terjadi pada tahun 1963, di mana Marthin Luther King Jr. sang pemimpin aksi menyampaikan pidato yang sangat melegenda: “I Have a Dream”.

“Jadi kita diingatkan, bahwa 212 itu memang sesuatu yang momennya itu memang 2016, tapi kemudian dia menjadi monumen, dia pindah dari momen menjadi monumen,” ujar Rocky.

“Itu soalnya, karena itu saya sebut bahwa 212 itu lepas dari segala macam interpretasi, itu adalah satu reuni akal sehat,” tandasnya.

BACA JUGA  Mahfud MD Minta HRS Kooperatif Soal Penelusuran Kontak

Reporter: Azzam
Editor: M.Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat