... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KontraS: Pembangunan Insfrastruktur Tidak Lantas Selesaikan Masalah Papua

Foto: Koordinator Kontras, Yati Andriyani

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) menilai pemerintah tidak serius dalam menghentikan kekerasan dan konflik yang terjadi di Papua. Menurut Koordinator KontraS, Yati Andriyani, ketidakseriusan itu terlihat ketika pemerintah tidak melanjutkan proses dialog dan menghentikan pendekatan keamanan dalam menangani konflik di Papua.

“Peristiwa ini menunjukan dengan jelas bahwa pendekatan pembangunan infrastruktur yang menjadi ambisi pemerintah di Papua tidak serta merta dapat memulihkan situasi keamanan dan menyelesaikan kekerasan di tanah Papua, karena persoalan di Papua tidak hanya sebatas persoalan ekonomi dan pembangunan,” ujar Yati melalui rilisnya, Rabu (04/12/2018).

Yati kemudian mengaitkannya dengan penembakan yang menewaskan puluhan pekerja di Nduga Papua. Selain mengecam, KontraS juga menilai kejadian ini adalah imbas dari terus dipeliharanya rantai dan lingkaran kekerasan di tanah Papua yang kerap kali menempatkan warga sipil menjadi target paling rentan dalam setiap aksi kekerasan, baik oleh aparat ataupun oleh kelompok bersenjata pro kemerdekaan

Dari sini, KontraS  menyerukan kepada pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghentikan kekerasan dan serangan terhadap warga sipil.

“Kami minta pihak terkait juga memastikan pengungkapan dan penegakan hukum dalam kasus ini tetap dilakukan secara hati-hati dan proporsional, dengan memperhatikan dan mengutamakan perlindungan masyarakat sipil, dan tidak menyasar apalagi menggunakan kekerasan terhadap warga sipil Papua yang kerap distigma sebagai pendukung kelompok separatis,” ungkapnya.

BACA JUGA  Pekerja Trans Papua Dibantai, CIIA: Pemerintah Jangan Mentolerir Ancaman Teroris Separatis

Menurutnya, penegakan hukum di Papua yang seringkali menggunakan kekerasan terhadap warga sipil sehingga berujung pelanggaran HAM, dapat memupuk mata rantai kekerasan.

KontraS juga meminta untuk dilakukan dialog yang serius dan menyeluruh mengenai berbagai persoalan ekspresi politik, kemiskinan dan ketidakadilan di Papua.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Libya

Serangan AS Terhadap Al-Qaidah di Libya Tuai Protes Warga

Para pengunjuk rasa, di antaranya wanita dan anak-anak, mengangkat spanduk bertuliskan "Africom menyerang warga sipil" dan "Africom membunuh anak laki-laki kami".

Rabu, 05/12/2018 10:50 0

Asia

Karena Sapi, Ratusan Warga India Bentrok dengan Polisi

Saru polisi dan warga tewas akibat bentrokan tersebut.

Rabu, 05/12/2018 10:05 0

Suriah

Menlu Korea Utara Kunjungi Bashar Assad

kantor berita Korut Korea Central News Agency (kcna), mengatakan bahwa delegasi pemerintah Korea tiba di Suriah yang dipimpin oleh Yong Ho.

Rabu, 05/12/2018 08:19 0

Video News

Ust. Jeje Zaenudin: Saksikanlah! Kami adalah Umat Islam!

KIBLAT.NET- Sebelum dilaksanakannya Reuni 212, MIUMI mengadakan acara Tabligh Akbar yang bertajuk “Arah Perjuangan Umat”...

Selasa, 04/12/2018 14:34 0

Palestina

Cara Hamas Ketahui Mata-mata Israel Beroperasi di Gaza

Mata-mata adalah warga Palestina yang ikut dalam operasi intelijen Israel.

Selasa, 04/12/2018 14:27 0

Video News

Dr. Tiar Anwar Bachtiar: Benarkah Islam Anti Nasionalisme?

KIBLAT.NET- Sebelum dilaksanakannya Reuni 212, MIUMI mengadakan acara Tabligh Akbar yang bertajuk “Arah Perjuangan Umat”...

Selasa, 04/12/2018 13:08 0

Irak

Iran Kerahkan Tim Pembunuh untuk Pengaruhi Arus Politik Iraq

Iran menggunakan tim-tim pembunuh untuk membungkam kritik terhadap upaya Iran untuk ikut campur dalam kabinet baru Iraq. Demikian kata pejabat keamanan Inggris kepada The Daily Telegraph

Selasa, 04/12/2018 13:00 0

Video News

Ust. Dr. A. Zain An Najah: Kubu Politik Manapun yang Menang, Umat Islam Tetap Menang

KIBLAT.NET- Sebelum dilaksanakannya Reuni 212, MIUMI mengadakan acara Tabligh Akbar yang bertajuk “Arah Perjuangan Umat”...

Selasa, 04/12/2018 12:52 0

Video News

Buya Gusrizal Gazahar: Jangan Salah! Untuk Inilah Indonesia Dimerdekakan!

KIBLAT.NET- Sebelum dilaksanakannya Reuni 212, MIUMI mengadakan acara Tabligh Akbar yang bertajuk “Arah Perjuangan Umat”...

Selasa, 04/12/2018 12:36 0

Rusia

Pastikan Perjanjian Idlib Terlaksana, Erdogan-Putin Sepakati Langkah Baru

Sementara pihak Turki belum mengeluarkan pernyataan apapun mengonfirmasi hal ini.

Selasa, 04/12/2018 09:47 0

Close