Karena Sapi, Ratusan Warga India Bentrok dengan Polisi

KIBLAT.NET, Uttar Pradesh – Sorang polisi dan warga tewas akibat bentrokan di India utara pekan ini. Warga menggelar protes setelah menemukan seekor sapi tewas dibunuh.

Bentrok tersebut meletus di sebuah desa di distrik Bolandshahr di provinsi Uttar Pradesh. Sebanyak 400 warga berkumpul setelah mendengar seekor sapi mati di kebun binatang.

Pejabat distrik setempat, Anoj Kumar Jha, mengatakan bahwa pihaknya telah mengirim tim polisi untuk mengendalikan massa setelah terdengar kabar mereka bertindak anarkis. Bahkan, dikabarkan sejumlah demonstran melepaskan tembakan.

Ia menambahkan, kepala polisi tewas akibat terkena leparan batu demonstran. Seorang warga juga dikabarkan tewas akibat luka tembak.

“Tidak jelas apakah peluru itu ditembakkan oleh massa atau polisi,” katanya, seraya menambahkan bahwa protes telah surut pada malam hari.

Para pejabat mengatakan polisi sedang menyelidiki apakah kekerasan ini berasal dari hasutan oleh kelompok-kelompok Hindu ekstrim. Polisi kemungkinan akan melakukan penangkapan segera terhadap para penghasut.

Menurut analisis data Pengeluaran India, sekitar 80 kasus kekerasan terkait sapi dilaporkan antara 2012 dan 2017. Sembilan puluh tujuh persen kasus tersebut terjadi setelah Partai Bharatiya Janata (BJP) nasionalis Hindu berkuasa pada 2014.

Perdana Menteri Narendra Modi mengutuk serangan dan berjanji untuk menindak para pelakunya, tetapi para pemimpin oposisi menuduh pemerintah secara tidak langsung mendukung ekstrimis Hindu.

Mayoritas pengikut Hindu di India menganggap sapi sebagai hewan suci dan dilarang disembelih di banyak negara bagian India. Hal itu membuat umat Islam kerap menjadi sasaran serangan oleh ekstremis Hindu. Karena bagi Muslim, sapi merupakan hewan ternak yang halal dimakan.

Sumber: Al-Bayan
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat