... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Puluhan Pekerja Dibunuh Kelompok Separatis Papua, Ini Keterangan Polisi

Foto: Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM)

KIBLAT.NET, Jayapura – Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H memaparkan soal adanya pembunuhan puluhan pekerja proyek PT. Istaka Karya di Jembatan Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga oleh kelompok separatis Papua. Ia menjelaskan, informasi tersebut didapat dari masyarakat pada hari Senin 03 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 Wit.

“Dari informasi masyarakat bahwa pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada hari Minggu 2 Desember 2018 di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga,” katanya kepada Kiblat.net melalui keterangan persnya pada Selasa (04/11/2018).

Sebelumnya dilaporkan 24 pekerja tewas dibunuh kelompok separatis Papua dan 10 lainnya berhasil melarikan diri. Pekerja yang melarikan diri itu diamankan tokoh masyarakat setempat namun belum dapat dipastikan perkembangan terbarunya akibat sulitnya komunikasi.

Kamal menjelaskan bahwa informasi dari pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena, sebelumnya pada Tanggal 30 November 2018 pukul 04.00 WIT ada 1 mobil ran strada dengan supir MS dengan muatan BBM Solar milik PT. Istaka Karya menuju Camp Istaka Karya di Distrik Yigi dengan membawa 5 orang pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT.

Selanjutnya pada tanggal 1 Desember 2018 pukul 02.00 WIT tercatat 2 mobil menuju ke Camp Distrik Yigi dengan masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya. Pada tanggal 2 Desember 2018, pukul 20.00 Wit 1 mobil Strada kembali ke wamena dan pada hari hari Senin tanggal 3 Desember 2018 1 mobil Strada kembali lajuran dari Wamena ke Distrik Mbua Kabupaten Nduga.

BACA JUGA  Semangat Puluhan Tunarungu Hadiri Reuni 212

“Namun, dari informasi bahwa 1 mobil strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena,” paparnya.

Mendapat informasi tersebut pada, personil gabungan Polri dan TNI yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya a.n. AKP. R.L. Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga. “Tetapi saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan salah 1 mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan diblokir oleh Kelompok Kriminal Bersenjata,” ulasnya.

Menurutnya, tindakan kepolisian yang dilakukan yakni menerima laporan, melakukan koordinasi dengan pihak terkait, melakukan pengecekan tentang informasi tersebut. Saat ini, kata dia, personel gabungan TNI/Polri telah diterjunkan untuk mengecek informasi tersebut dan selalu siap melakukan evakuasi terhadap para korban dan menangkap para pelaku.

Aksi penembakan oleh kelompok separatis bersenjata di Papua bukan kali ini saja terjadi. Pada 27 Juni lalu, penembakan terjadi di sekitar Bandara Kabupaten Nduga, Papua. Du hari sebelumnya pesawat yang mengangkut Brimob dan warga di Bandara Kenyam juga ditembaki. Tiga warga tewas tertembak dan dua lainnya luka-luka. Seorang pilot bernama Ahmad Kamil (27) juga luka terkena peluru.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rusia

Pastikan Perjanjian Idlib Terlaksana, Erdogan-Putin Sepakati Langkah Baru

Sementara pihak Turki belum mengeluarkan pernyataan apapun mengonfirmasi hal ini.

Selasa, 04/12/2018 09:47 0

Suriah

HTS Tingkatkan Kesiapan Militer di Front Idlib

HTS meningkatkan kesiapan hanya di berbagai front di Idlib dan sebagian di pedesaan Lattakia utara.

Selasa, 04/12/2018 09:12 0

Pakistan

Trump Minta Bantuan Pakistan untuk Akhiri Perang di Afghanistan

“AS meminta bantuan Pakistan menekan Taliban ikut dalam negosiasi,” kata Menteri Informasi Pakistan, Fouad Chaudhry.

Selasa, 04/12/2018 08:13 0

Palestina

Pengadilan Hamas Vonis Mati Enam Mata-mata Israel

“Pengadilan militer pagi ini (Senin) mengeluarkan putusan berbeda-beda terhadap 14 mata-mata penjajah, yang mencakup enam hukuman mati,” kata Kepala peradilan militer di Gaza, Nasser Suleiman.

Selasa, 04/12/2018 07:12 0

Manhaj

Stigma Radikal, Cara Musuh Dakwah Membungkam Ulama

Radikal pada dasarnya adalah kata yang netral, namun hari ini kata ini digunakan sebagai cara untuk menstigma para dai yang mendakwahkan Islam. Ternyata cara ini juga digunakan oleh musuh-musuh dakwah sejak zaman para Nabi

Senin, 03/12/2018 17:59 0

Video News

Masya Allah Merdunya Qiraah Quran Qari’ Kecil di Reuni 212

KIBLAT.NET- Di panggung Reuni Akbar 212, ada seorang anak kecil yang diberi kesempatan untuk membacakan...

Senin, 03/12/2018 17:31 1

Video News

Kolaborasi Prabowo Subianto dan Anies Baswedan di Reuni 212

KIBLAT.NET- Pak Prabowo Subianto dan Pak Anies Baswedan berkesempatan untuk menyampaikan pesan kepada umat di...

Senin, 03/12/2018 17:23 0

Video News

Ust. Zaitun Rasmin: Tak Usah Ajari Kami Toleransi!

KIBLAT.NET- Sebelum dilaksanakannya Reuni 212, MIUMI mengadakan acara Tabligh Akbar yang bertajuk “Arah Perjuangan Umat”...

Senin, 03/12/2018 15:13 0

Video News

Tabligh MIUMI: Kenapa Jarang Muncul? Ini Jawaban Ust. Bachtiar Nasir

KIBLAT.NET- Sebelum dilaksanakannya Reuni 212, MIUMI mengadakan acara Tabligh Akbar yang bertajuk “Arah Perjuangan Umat”...

Senin, 03/12/2018 14:48 0

Yaman

PBB Evakuasi Puluhan Militan Syiah Hutsi untuk Berobat ke Omman

“Mereka akan disertai tiga dokter Yaman dan seorang dokter PBB,” kata pernyataan tersebut.

Senin, 03/12/2018 14:16 0

Close