... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dua Pekan Lebih, Demo Tolak Kenaikan BBM di Paris Belum Mereda

Foto: Demonstran berdiri di depan mobil yang terbakar selama protes rompi Kuning (Gilets jaunes) terhadap kenaikan harga minyak dan biaya hidup, pada tanggal 1 Desember 2018 di Paris. (AFP)

KIBLAT.NET, Paris – Demonstrasi untuk menola kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Perancis tampak belum mereda meski telah berlalu lebih dari dua pekan. Sejak dimulai pada 17 November, dua orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam aksi protes.

Dilansir Arab News, mengutip kantor berita AFP, Sabtu (01/12/2018), setidaknya 80 orang termasuk 11 polisi terluka dalam protes dengan kekerasan di ibukota Perancis.

Para demonstran membangun barikade darurat di tengah jalan di pusat kota Paris, menyalakan api, menyemprotkan grafiti di Arc de Triomphe dan melemparkan batu ke arah petugas.

Para pengunjuk rasa, termasuk beberapa yang memakai kerudung hitam, menumpuk papan kayu lapis besar dan bahan lainnya di tengah jalan dekat Arc de Triomphe, dan membakar puing-puing.

Polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan meriam air untuk mencoba mendorong kembali para demonstran yang berkumpul di sekitar Arc de Triomphe. Beberapa demonstran menanggapi dengan melempar batu besar.

Yang lain menyingkirkan rintangan yang melindungi Makam Prajurit Tidak Dikenal dari Perang Dunia I, di bawah monumen, untuk berpose sambil menyanyikan lagu kebangsaan. Mereka kemudian dibubarkan oleh polisi.

Graffiti yang disemprotkan ke Arc de Triomphe tertulis: “jaket kuning akan menang,” mengacu pada pemrotes dengan rompi fluorescent.

Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengatakan beberapa pengunjuk rasa menyerang pasukan polisi “dengan kekerasan yang jarang terlihat,” yang menyebabkan penangkapan lebih dari 100 orang.

BACA JUGA  Tak Ditahan, Ustadz Rahmat Baequni Kena Wajib Lapor

Berbicara di markas polisi Paris, Philippe mengatakan lebih dari 5.000 pemrotes berada di dalam dan di sekitar jalan Champs-Elysees. Pihak berwenang mengatakan 5.000 polisi dikerahkan di Paris untuk mencoba menahan protes.

Ratusan pengunjuk rasa damai melewati pos pemeriksaan polisi untuk mencapai Champs-Elysees. Mereka berbaris di jalan terkenal di belakang spanduk besar yang menulis “Macron, berhenti mengambil kami untuk orang bodoh.”

Akses ke Champs-Elysees ditutup untuk mobil dan diawasi ketat oleh polisi dengan pemeriksaan identitas dan inspeksi tas.

Selain kenaikan pajak, para demonstran sangat marah tentang kepemimpinan Presiden Emmanuel Macron. Rabah Mendez, seorang pengunjuk rasa yang datang dari pinggiran selatan untuk berbaris dengan damai di Paris, mengatakan “orang mengatakan sulit mencapai akhir bulan. Orang bekerja dan membayar banyak pajak dan kami sudah muak.”

Penduduk Paris Hedwige Lebrun mengatakan “daya beli sangat berkurang setiap hari. Dan kemudian: pajak, pajak dan pajak. Dan negara meminta kami untuk mengencangkan ikat pinggang kami, tetapi mereka sebaliknya hidup sepenuhnya di atas semua standar dengan uang kami.”

Semua stasiun kereta bawah tanah di dalam dan di sekitar jalan terkenal ditutup karena alasan keamanan, kata perusahaan transportasi umum Paris, RATP.

Protes, yang dimulai dengan pengendara yang mendemonstrasikan menentang kenaikan pajak bahan bakar, sekarang melibatkan berbagai tuntutan yang berkaitan dengan biaya hidup negara yang tinggi.

BACA JUGA  Mesir Tangkap Orang-orang yang Dituduh Rencanakan Makar

Pekan lalu, otoritas Prancis mengatakan 8.000 orang berdemonstrasi di Istana Elysees. Beberapa demonstran membakar penghalang dan papan kayu lapis. Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk mendorong kembali demonstran yang marah.

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Merinding, Ini Orasi Ust. Haikal Hasan di Orasi 212

KIBLAT.NET- Reuni Akbar 212 yang kedua kembali digelar. Umat Muslim berkumpul di satu titik temu,...

Ahad, 02/12/2018 07:57 0

Indonesia

Warna-warni Bendera Tauhid di Reuni 212

Selain bendera berwarna hitam dan putih, ternyata ada juga yang berwarna hijau dan biru.

Ahad, 02/12/2018 07:55 0

Video News

Bikin Haru, Inilah Suasana Pagi Reuni 212 di Monas

Bikin Haru, Inilah Suasana Pagi Reuni 212 di Monas

Ahad, 02/12/2018 07:50 0

Indonesia

Dai Muda Madura Imbau Peserta Reuni 212 Berdoa Minta Pemimpin Adil

Dai Muda Madura Imbau Peserta Reuni 212 Berdoa Minta Pemimpin Adil

Ahad, 02/12/2018 07:38 0

Indonesia

17 Bus Rombongan Reuni 212 dari Purwokerto Masih Terjebak Macet di Tol Cikampek

Sebanyak 17 bus yang mengangkut ratusan peserta reuni 212 dari FUI Banyumas Raya masih terjebak macet di tol Cikampek pagi ini, Ahad, (02/12).

Ahad, 02/12/2018 06:58 0

Foto

Reuni 212, Monas Pagi Ini

Beginilah momen-momen kedatangan massa reuni 212 dalam pantauan dan jepretan kamera wartawan Kiblatnet.

Ahad, 02/12/2018 06:29 0

Indonesia

Kemenangan Politik Sejati Adalah Tegaknya Syariat Islam

Kemenangan Politik Sejati Adalah Tegaknya Syariat Islam

Ahad, 02/12/2018 06:16 0

Indonesia

UBN: Umat Harus Ikuti Ulama, Bukan Ulama Mengikuti Umat

Ulama nasional Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan kondisi umat saat ini kerap menuntut ulama untuk mengikuti kemauan politik umat.

Ahad, 02/12/2018 04:50 0

Foto

Begini Penampakan Monas Malam Hari Jelang Reuni 212

Hingga tengah malam, pantauan Kiblat.net massa reuni 212 semakin banyak berdatangan ke area Monas. Meski ada insiden pengusiran dari petugas keamanan Monas, namun antusiasme warga tak surut.

Ahad, 02/12/2018 02:21 0

Indonesia

500 Jawara Betawi Tak Mau Ketinggalan Ikut Jaga Reuni 212

Meskipun tidak ada kendala berarti semenjak bertugas menjaga pra Reuni 212, Hasan mengungkapkan sempat terjadi insiden kecil di belakang panggung utama.

Ahad, 02/12/2018 01:31 0

Close