... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Investigasi PBB: 23 Sipil Tewas Akibat Serangan Udara AS di Helmand

Foto: Provinsi Helmand, Afghanistan.

KIBLAT.NET, Helmand – Investigasi PBB atas dugaan tewasnya puluhan sipil akibat serangan udara AS di Helmand pekan ini, menyimpulkan bahwa laporan tersebut terkonfirmasi. PBB mengatakan dalam pernyataannya pada Jumat (30/11), sedikitnya 23 sipil yang sebagian besar anak-anak dan wanita tewas dalam serangan itu.

“Mayoritas korban wanita dan anak-anak,” kata Utusan PBB untuk Misi Bantuan di Afghanistan, seperti dilansir Reuters.

PBB menekan bahwa pihaknya melakukan investigasi ini dengan sungguh-sungguh. Sebanyak 10 anak-anak dan delapan wanita menjadi korban tewas dalam serangan di distrik Kermisir tersebut. Sementara di antara korban luka, 11 anak-anak.

Banyaknya korban sipil akibat serangan udara sudah sangat mengkhawatirkan PBB. Berdasarkan data yang dikumpulkan, sejak awal tahun ini tercatat 649 sipil tewas karena serangan udara. Korban ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa hari lalu, warga dan pejabat Helmand mengatakan bahwa puluhan sipil tewas dalam serangan udara di distrik Kermisir. Saat itu, terjadi pertempuran antara Taliban dan pasukan asing.

NATO mengklaim, serangan udara itu diluncurkan setelah pasukannya mendapat serangan. Pasukan darat meminta dukungan udara dan menggempur sebuah lokasi yang diyakini titik posisi Taliban.

Warga yang keluarganya menjadi korban menuturkan bahwa pesawat membombardir desanya. Ia membenarkan saat itu terjadi pertempuran antara Taliban dan tentara. Namun dia menegaskan tidak ada anggota Taliban di desanya.

BACA JUGA  Difitnah Bekerja Sama dengan Rusia, Begini Jawaban Taliban

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Reuni 212: Kebutuhan atau Kebuntuan?

Tak dapat dipungkiri, dalam tubuh umat Islam di Indonesia saat ini sendiri ada pertanyaan, dan kadang gugatan yang muncul mengenai perlu tidaknya “Reuni 212.”

Jum'at, 30/11/2018 18:00 2

Indonesia

Reuni 212 Sarat Kepentingan Politik dan Mengganggu Stabilitas Nasional? Ini Jawaban Salim A. Fillah

Dai Nasional, Ustadz Salim A. Fillah membantah dua tudingan yang ditujukan kepada acara Reuni 212. Yaitu sarat politik dan mengganggu stabilitas nasional.

Jum'at, 30/11/2018 12:00 0

Indonesia

Tak Kunjung Diterbitkan Sejak 2014, PP Jaminan Produk Halal Kadaluwarsa?

Direktur Eksekutif Indoneisa Halal Watch (IHW), Dr. Ikhsan Abdullah sangat meyayangkan keterlambatan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH).

Jum'at, 30/11/2018 11:16 1

Indonesia

Cerita Peserta dari Lamongan Didatangi Polisi Pra Reuni 212

“Kemarin kita itu selalu didatangi sama intel, didatangi bahkan sama kapolres langsung. Mereka datang untuk meminta kita ini tidak berangkat ke sana (Jakarta)," kata Abu Nusaibah.

Jum'at, 30/11/2018 10:45 4

Indonesia

Dengan Persatuan, Musuh Akan Berpikir Ulang Menzalimi Umat Islam

Ustadz Salim juga menekankan bahwa salah satu cara untuk membentuk persatuan umat adalah dengan menghadiri Reuni 212. Sebab, pasca 212 umat Islam semakin diperhitungkan keberadaannya.

Jum'at, 30/11/2018 10:10 0

Indonesia

Salim A. Fillah: Reuni 212 untuk Jaga Spirit Memperjuangkan Al-Quran

Dai Nasional, Ustadz Salim A Fillah menegaskan bahwa Reuni 212 adalah kegiatan yang positif. Menurutnya, Reuni 212 untuk menjaga spirit memperjuangkan Al-Quran.

Jum'at, 30/11/2018 09:44 0

Suara Pembaca

Kalau Wartawan Baik, Reuni 212 Juga Baik

Ketika wartawan memberitakan hal-hal yang baik maka publik pasti akan menilai baik kegiatan reuni 212.

Kamis, 29/11/2018 18:48 0

Indonesia

Panitia: Tidak Boleh Bawa Atribut Partai dalam Reuni 212

Bernard menegaskan bahwa acara yang akan digelar di Monas akhir minggu ini adalah murni kegiatan keumatan yang diprakarsai oleh alumni 212.

Kamis, 29/11/2018 14:45 0

Indonesia

Diancam Gerakan Jaga Indonesia, Panitia Reuni 212: Silahkan Kalau Berani!

Ketua Panitia Reuni 212 jilid 2, Ustadz Bernard Abdul Jabbar menyatakan tak gentar dengan ancaman yang dilayangkan Gerakan Jaga Indonesia (GJI).

Kamis, 29/11/2018 14:19 2

Video News

Kiblat Review: Di Balik Kasus Bendera Tauhid

Siapa di balik kasus bendera tauhid ini?

Kamis, 29/11/2018 13:12 0

Close