... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

30 Warga Tewas Akibat Serangan AS, NATO Salahkan Taliban

Foto: Peta Provinsi Helmand

KIBLAT.NET, Helmand – Misi Dukungan NATO di Afghanistan telah meluncurkan penyelidikan serangan udara AS yang mematikan dua hari lalu yang menewaskan setidaknya 30 jiwa.

Mayor Bariki Mallya, juru bicara misi, mengatakan bahwa serangan udara di distrik Garmsir provinsi Helmand dilakukan oleh pasukan AS atas permintaan pasukan Afghanistan yang mengejar militan Taliban yang dipersenjatai dengan senapan mesin berat.

“Untuk membela diri, pasukan darat disebut serangan udara. Setelah pemogokan, ada ledakan sekunder di dalam suatu senyawa. Pada saat pemogokan, pasukan darat tidak mengetahui adanya warga sipil di dalam atau di sekitar kompleks; mereka hanya tahu bahwa Taliban adalah kami yang membangun gedung itu sebagai posisi bertarung,” katanya.

Dia kemudian mengklaim bahwa Taliban menggunakan warga sipil, terutama anak-anak, sebagai perisai manusia.

Noor Ullah, seorang penduduk distrik itu, mengatakan bahwa dua pria lansia, empat wanita dan sejumlah anak kecil kehilangan nyawa mereka dalam serangan udara AS ini.

Pada hari Rabu (28/11/2018), Tolo News melaporkan bahwa setidaknya 30 orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas dalam serangan udara. Otoritas provinsi mengklaim 15 Taliban tewas dalam insiden itu.

Ini adalah insiden kedua dari semacam itu di provinsi yang sama. Awal pekan ini, operasi udara dan darat serupa menyebabkan 16 orang, kebanyakan anak-anak, terluka di daerah Baba Ji Helmand.

BACA JUGA  Taliban Bantah Tuduhan PBB terkait Angka Korban Sipil di Kabul

Korban sipil dalam serangan udara telah menunjukkan lonjakan yang tajam, meningkat 52 persen dalam enam bulan pertama tahun 2018 dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 149 warga sipil tewas dan 200 terluka pada paruh pertama tahun 2018.

Sumber: World Bulletin
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Reuni 212 Sarat Kepentingan Politik dan Mengganggu Stabilitas Nasional? Ini Jawaban Salim A. Fillah

Dai Nasional, Ustadz Salim A. Fillah membantah dua tudingan yang ditujukan kepada acara Reuni 212. Yaitu sarat politik dan mengganggu stabilitas nasional.

Jum'at, 30/11/2018 12:00 0

Indonesia

Tak Kunjung Diterbitkan Sejak 2014, PP Jaminan Produk Halal Kadaluwarsa?

Direktur Eksekutif Indoneisa Halal Watch (IHW), Dr. Ikhsan Abdullah sangat meyayangkan keterlambatan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH).

Jum'at, 30/11/2018 11:16 1

Indonesia

Cerita Peserta dari Lamongan Didatangi Polisi Pra Reuni 212

“Kemarin kita itu selalu didatangi sama intel, didatangi bahkan sama kapolres langsung. Mereka datang untuk meminta kita ini tidak berangkat ke sana (Jakarta)," kata Abu Nusaibah.

Jum'at, 30/11/2018 10:45 4

Indonesia

Dengan Persatuan, Musuh Akan Berpikir Ulang Menzalimi Umat Islam

Ustadz Salim juga menekankan bahwa salah satu cara untuk membentuk persatuan umat adalah dengan menghadiri Reuni 212. Sebab, pasca 212 umat Islam semakin diperhitungkan keberadaannya.

Jum'at, 30/11/2018 10:10 0

Indonesia

Salim A. Fillah: Reuni 212 untuk Jaga Spirit Memperjuangkan Al-Quran

Dai Nasional, Ustadz Salim A Fillah menegaskan bahwa Reuni 212 adalah kegiatan yang positif. Menurutnya, Reuni 212 untuk menjaga spirit memperjuangkan Al-Quran.

Jum'at, 30/11/2018 09:44 0

Suara Pembaca

Kalau Wartawan Baik, Reuni 212 Juga Baik

Ketika wartawan memberitakan hal-hal yang baik maka publik pasti akan menilai baik kegiatan reuni 212.

Kamis, 29/11/2018 18:48 0

Indonesia

Panitia: Tidak Boleh Bawa Atribut Partai dalam Reuni 212

Bernard menegaskan bahwa acara yang akan digelar di Monas akhir minggu ini adalah murni kegiatan keumatan yang diprakarsai oleh alumni 212.

Kamis, 29/11/2018 14:45 0

Indonesia

Diancam Gerakan Jaga Indonesia, Panitia Reuni 212: Silahkan Kalau Berani!

Ketua Panitia Reuni 212 jilid 2, Ustadz Bernard Abdul Jabbar menyatakan tak gentar dengan ancaman yang dilayangkan Gerakan Jaga Indonesia (GJI).

Kamis, 29/11/2018 14:19 2

Video News

Kiblat Review: Di Balik Kasus Bendera Tauhid

Siapa di balik kasus bendera tauhid ini?

Kamis, 29/11/2018 13:12 0

Artikel

Sufi-sufi Jihadis

Sebagian pihak memandang bahwa para Sufi hanya identik dengan menyendiri dan berzikir, namun sejarah mencatat bahwa banyak deretan para Sufi yang terjun ke kancah jihad memerangi musuh-musuh Allah

Kamis, 29/11/2018 12:01 1

Close