... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Sufi-sufi Jihadis

Foto: Umar Mukhtar, Tokoh Sufi yang memimpin perlawanan terhadap penjajahan Italia

KIBLAT.NET – Kata Sufi identik dengan mereka yang meninggalkan kehidupan dunia untuk fokus beribadah kepada Allah –subhanahu wa Ta’ala-. Mereka adalah orang-orang yang zuhud dan meninggalkan hiruk-pikuk dunia. Namun pada perjalanannya istilah ini berkembang sehingga masuk ke dalamnya unsur-unsur bid’ah bahkan kesyirikan. Pada tingkatan yang paling parah ada orang-orang yang disebut Sufi memiliki keyakinan fana’ (Hilang kesadaran) hingga hulul (bersatunya diri dengan Allah).

Namun, artikel ini tidak akan membahas derivasi Sufi dengan berbagai coraknya. Tulisan ini coba menyajikan fakta tentang para Sufi yang terjun ke kancah jihad. Sebagai sebuah pesan kepada pembaca bahwa jihad itu adalah milik umat Islam, sarana bagi mereka melawan kezaliman dan jalan menempuh kemuliaan, dan jihad tidak khusus dimiliki oleh satu kelompok tertentu saja.

Siapa bilang istilah jihadis hanya dimonopoli kelompok Islam tertentu saja. Terlalu ‘sempit’ pikiran seseorang bila berasumsi seperti ini. Kenapa? Karena kata jihad sebagai derivasi istilah jihadis diperuntukkan bagi umat Islam seluruhnya. Siapapun berhak menggunakan dan mengagungkannya. Bila ada yang mengklaimnya hanya untuk diri atau kelompoknya, berarti dia ‘gagal’ paham hakikat jihad.

Dari sekian tebal lembaran sejarah perjalanan jihad umat Islam, tercatat di dalamnya nama-nama agung para sufi. Mereka yang selama ini identik dengan sikap menyendiri (khalwah) untuk fokus ibadah. Siapa sangka, di belantara medan jihad mereka tunjukkan tajinya. Bagaikan semut yang keluar dari lobangnya, mereka berbondong-bodong masuk barisan para mujahid tatkala panggilan jihad dikumandangkan. Pakaian sufi ditanggalkannya, bersiap-siap menuju keharibaan Allah menjemput kesyahidan.

Dalam sejarah, muncul nama Ibrahim bin Adham, sosok yang digelari empunya orang zuhud di zamannya (sulthan az-Zahidin) oleh para sufi. Dikisahkan, beliau ikut dibanyak peperangan bersama umat Islam melawan Romawi timur. Seperti di Antakya (wilayah Turki sekarang), Akko (wilayah Israel sekarang). Tidak hanya di daratan, beliau juga berjihad di lautan. Pada tahun 162 H dirinya mendapat kesyahidan dalam pertempuran melawan pasukan Romawi di laut tengah. Kemudian jasadnya disemayamkan di Jabalah sebuah kota pesisir Mediterania di Suriah. Sosoknya sangat diagungkan para sufi, hingga menginspirasi lahirnya thariqah sufiyah al-Adhamiyah, nisbah pada namanya.

BACA JUGA  Masya Allah, Dahnil Anzar Jadi Relawan Kebersihan di Reuni 212

Di dunia sufisme, thariqah Syadziliyah bukanlah istilah asing. Bahkan tergolong thariqah mu’tabarah (recommended) di kalangan sufi. Ajarannya banyak mengadopsi pemikiran tasawuf imam al-Ghazali, begitu dijelaskan at-Taftazani dalam Madkhal ila at-Tasawwuf al-Islami. Pendirinya adalah Ali bin Abdullah as-Syadzili (w.656 H), terkenal dengan panggilan Abu Hasan as-Syadzili. Beliau sosok pemimpin thariqah yang menyerukan jihad melawan tentara salib pada masanya. Alkisah, ketika tentara salib menginvasi daerah Manshurah (wilayah Mesir), tergeraklah as-Syadzili untuk berjihad melawan pasukan salib. Walaupun buta, beliau tetap berangkat dari Alexandria (iskandariyah) menuju Manshurah. Ditemani murid-murid thariqahnya, beliau penuhi panggilan jihad mengusir pasukan salib.

Selain Ibrahim bin Adham dan Abu Hasan as-Syadzili. Kalangan sufi juga melahirkan banyak mujahid lainnya. Di Khwarezmia lahir Umar bin Muhammad ar-Razi, terkenal dengan sebutan Najmuddin al-Kubra, guru sufi di zamannya. Menulis tafsir al-Quran model tasawuf setebal 12 jilid. Beliau syahid di depan gerbang kota Khwarezmia melawan tentara Tartar tahun 618 H. Diantara karyanya adalah ‘Ainu al-Hayah, ‘Ilmu as-Suluk, Aqrab at-Turuq ila al-Allah dan Fawaih al-Jamal wa Fawatih al-Jalal.

Di dataran anak benua India, tepatnya di negeri para Khaan. Lahir Ahmad bin ‘Irfan (w.1246 H), digelari as-Syahid al-Hindi. Seorang sufi besar di masanya yang mengangkat senjata melawan imperialis Inggris. Sejarawan India Amir Shadiq Hasan Khan, berkomentar akan kebesarannya, “Tidak ada yang memberitakan dan mengetahui, ternyata ada sosok lelaki hebat dari kalangan syaikh sufi yang lahir beberapa dekade terakhir ini”.

Di pegunungan Kaukakus, persisnya di wilayah Dagestan. Tercatat dalam sejarahnya pernah muncul syaikh thariqah Naqsabandiyah yang berjihad melawan kezaliman tentara komunis Uni Soviyet. Di temani sekitar 20 ribu pasukan, syaikh ini berjihad mengusir tentara komunis dari Dagestan. Lantas siapakah syaikh ini? Jawabnya, beliau adalah imam Syamil ad-Dagastani (w.1797 M). Singa Islam pengunungan Kaukakus.

BACA JUGA  Soal Indeks Kota Toleran, Eggi: Rilis Setara Institute Sangat Diskriminatif

Di tengah-tengah gurun pasir Libya, lahir Umar Mukhtar (w.1350) sang mujahid dan pelopor gerakan perlawanan terhadap imperialis Italia. Beliau adalah murid madrasah Sanusiyah di Libya, madrasah yang berafiliasi kepada thariqah Sanusiyah. Thariqah yang didirikan oleh Syaikh Muhammad bin Ali as-Sanusi (w.1276 H). Singa Qiruwan, begitu Umar Mukhtar dijuluki, berjihad bertahun-tahun melawan penjajahan walaupun usia menginjak 70 tahun semangatnya tidak pernah luntur. Hingga akhirnya, qadarullah, beliau tertangkap pihak penjajah, dan syahid di tiang gantung.

Para sufi tidak hanya terjun dalam kancah jihad secara personal. Lebih dari itu, sebagian mereka adalah ideolog munculnya tokoh-tokoh jihadis papan atas. Siapa tidak kenal Shalahuddin al-Ayyubi sang pembebas al-Quds, ternyata beliau alumni madrasah rintisan imam al-Ghazali, sang maestro tasawuf. Selanjutnya, ada Muhammad al-Fatih sang penakluk Konstantinopel, dibalik sosoknya ada syaikh Aaq Syamsuddin guru sufi, penasehat pribadi al-Fatih. Dan masih banyak lagi orang-orang hebat di bumi jihad ternyata lahir dari sentuhan penuh keikhlasan guru-guru sufi.

Terlalu panjang bila harus memaparkan sejarah para sufi agung di pentas jihad dalam tulisan ini. Tapi menyebutkan beberapa dari mereka, setidaknya akan merubah paradigma, bahwa jihad adalah milik umat Islam seluruhnya. Termasuk kalangan sufi. Jangan pernah paling ‘merasa’ bahwa jihad hanya milik pribadi atau kelompok tertentu. Sekali lagi, jihad milik umat Islam. Kapan dan dimana ia dikumandangkan, setiap muslim berhak memenuhi seruan panggilannnya. Tanpa melihat etnis, ras, golongan, dan lainnya. Wallahu a’lam

Penulis: Muhammad Ridwan (Mahasiswa Pasca Sarjana UNIDA Gontor)
Editor: Arju

Sumber: Dr. Muhammad Ahmad Darnaiqah, Shahafat Jihad as-Shufiyah wa az-Zuhhad dan Dr. Abu al-Wafa at-Taftazani, Madkhal Ila at-Tasawwuf al-Islami

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Sufi-sufi Jihadis”

  1. Jangan melihat kaum sufi yang sekarang.. tapi coba lihat ke masa awal istilah tasawuf .. jangan pernah mengindentikan Sufi sebagai kaum sesat.. karena akan timbul di pikiran Anda kalau Muhammad Al Fatih sang penakluk terbaik menurut hadits nabi adalah orang sesat.. yang pertama kali mengindentikan sufi itu sesat adalah kaum kafir.. karena mereka tahu disanalah terdapat spiritual murni seorang muslim yang dapat mengancam ideologi liberalisme barat yang tidak bertuhan..

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

GUIB Ajak Masyarakat Tak Takut Hadiri Reuni 212

"Jangan takut, ini negara hukum, jangan sampai premanisme, main ancam mengancam kepada sebagian elemen masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum, ini bagian dari demokrasi," ungkapnya.

Kamis, 29/11/2018 10:55 0

Indonesia

Panitia Reuni 212 Sebut Ada Penggembosan dan Pencekalan Peserta dari Daerah

Bahkan ada laporan disiapkan dananya agar bikin acara di hari dan jam yang sama supaya tidak datang ke Jakarta

Kamis, 29/11/2018 09:47 1

Amerika

PBB Akan Gelar Voting Proposal untuk Mengutuk Hamas

Resolusi itu juga meminta untuk mengakhiri semua upaya provokasi Hamas dan faksi-faksi lainnya.

Kamis, 29/11/2018 08:07 0

Afghanistan

Gubernur Helmand: Puluhan Warga Tewas Akibat Serangan Udara AS

“Daerah yang diserang merupakan wilayah kontrol Taliban. Namun seluruh korban pada serangan malam hari itu warga sipil,” pungkas Muhammadullah.

Kamis, 29/11/2018 07:32 0

Indonesia

Terpilih Ketum Pemuda Muhammadiyah, Cak Nanto Diminta Mundur dari Ketua JPPR

“Sesuai ADRT tidak boleh rangkap jabatan dengan posisi lain, kalau kita sebagai ketua umum. Lain halnya kalau wakil ketua atau sekertaris,” ucapnya.

Kamis, 29/11/2018 06:54 0

Indonesia

Ini Dia! Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Hasil Muktamar XVII Yogyakarta

Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke XVII akhirnya selesai. Dalam muktamar kali ini, ditetapkan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah yang baru yakni Sunanto.

Kamis, 29/11/2018 00:31 0

Indonesia

Indonesia Kaya Tapi Tak Sejahtera Karena Pemimpinnya Tak Jujur

Indonesia Kaya Tapi Tak Sejahtera Karena Pemimpinnya Tak Jujur

Rabu, 28/11/2018 21:25 0

Indonesia

Panitia Tegaskan Reuni 212 Bukan Ajang Politik Praktis dan Kampanye

Panitia Tegaskan Reuni 212 Bukan Ajang Politik Praktis dan Kampanye

Rabu, 28/11/2018 21:04 0

Indonesia

Polisi Diminta Buka Pelapor Perkara Dana Apel Pemuda Kemenpora

Polisi Diminta Buka Pelapor Perkara Dana Apel Pemuda Kemenpora

Rabu, 28/11/2018 20:50 0

Indonesia

Pengurus Lama Pemuda Muhammadiyah Diklaim Sukses, Ini Alasannya

Pengurus Lama Pemuda Muhammadiyah Diklaim Sukses, Ini Alasannya

Rabu, 28/11/2018 20:23 0

Close