... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ashraf Ghani Bentuk Tim Negosiator, Taliban: Kami Hanya Negosiasi dengan AS

Foto: Delegasi Taliban di Qatar saat upaya negosiasi pertama pada 2014

KIBLAT.NET, Kabul – Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, mengumumkan bahwa pihaknya telah membentuk tim negosiator untuk pembicaraan damai dengan Taliban. Hal itu disampaikan di hadapan perwakilan Negara-negara dunia dalam pertemuan Jenewa pada Rabu (28/11).

Tim itu terdiri dari 12 orang, yang terdiri dari laki-laki dan wanita. Tim ini, kata Ghani, akan dibimbing oleh Dewan Penasihat yang terdiri dari Sembilan komite yang berbeda.

Ghani mengatakan bahwa pihaknya berupaya membawa Taliban ikut bergabung dalam solusi damai di bawah sistem demokrasi. Segala kesepakatan harus diterapkan di bawah persyaratan, di antaranya harus menghormati hak-hak konstitusi wanita.

Ia juga menjelaskan secara rinci proses transisi setelah kesepakatan damai tercapai. Ghani sangat optimis apa yang disampaikannya itu teralisasi.

Namun apa yang diinginkan Ghani itu nampaknya hanya harapan kosong. Taliban segera merespon pernyataan Ghani dan menegaskan bahwa bernegosiasi dengan pemerintah Kabul tak ada gunanya.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, dalam pernyataannya menekankan bahwa gerakannya hanya bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Taliban adalah perwakilan rakyat dalam perang menghadapi penjajah AS yang berlangsung selama 18 tahun.

“Imarah Islam adalah perwakilan rakyat Afghanistan yang mujahid dan pahlawan dalam perang dan negosiasi dengan penjajah AS di satu waktu untuk mensukseskan jihad suci,” tegas jubir Taliban.

Ia melanjutkan, bernegosiasi dengan pemerintah Kabul hanya membuang-buang waktu. Pemerintah Afghanistan tidak memiliki kekuasaan untuk mememutuskan sesuatu. Segala keputusan harus di bawah arahan dan awasan penjajah.

BACA JUGA  Rezim Afghanistan Khawatir terhadap Draft Perjanjian AS-Taliban

Masyarakat dunia saat ini mengetahui bahwa Taliban mengontrol separuh lebih wilayah Afghanistan. Sementara pemerintahan di Kabul tidak berdiri kecuali didukung AS. Pemerintahan seperti ini bukan pemerintahan milik rakyat Afghansitan yang berjiwa pemberani dan mujahid.

Taliban sendiri telah bertemu dengan perwakilan AS untuk membicarakan negosiasi damai. Namun belum tercapai kesepakatan. Taliban mengajukan sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum duduk di meja perundingan.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kiblat Review: Di Balik Kasus Bendera Tauhid

Siapa di balik kasus bendera tauhid ini?

Kamis, 29/11/2018 13:12 0

Artikel

Sufi-sufi Jihadis

Sebagian pihak memandang bahwa para Sufi hanya identik dengan menyendiri dan berzikir, namun sejarah mencatat bahwa banyak deretan para Sufi yang terjun ke kancah jihad memerangi musuh-musuh Allah

Kamis, 29/11/2018 12:01 1

Indonesia

GUIB Ajak Masyarakat Tak Takut Hadiri Reuni 212

"Jangan takut, ini negara hukum, jangan sampai premanisme, main ancam mengancam kepada sebagian elemen masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum, ini bagian dari demokrasi," ungkapnya.

Kamis, 29/11/2018 10:55 0

Indonesia

Panitia Reuni 212 Sebut Ada Penggembosan dan Pencekalan Peserta dari Daerah

Bahkan ada laporan disiapkan dananya agar bikin acara di hari dan jam yang sama supaya tidak datang ke Jakarta

Kamis, 29/11/2018 09:47 1

Indonesia

Terpilih Ketum Pemuda Muhammadiyah, Cak Nanto Diminta Mundur dari Ketua JPPR

“Sesuai ADRT tidak boleh rangkap jabatan dengan posisi lain, kalau kita sebagai ketua umum. Lain halnya kalau wakil ketua atau sekertaris,” ucapnya.

Kamis, 29/11/2018 06:54 0

Indonesia

Ini Dia! Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Hasil Muktamar XVII Yogyakarta

Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke XVII akhirnya selesai. Dalam muktamar kali ini, ditetapkan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah yang baru yakni Sunanto.

Kamis, 29/11/2018 00:31 0

Indonesia

Indonesia Kaya Tapi Tak Sejahtera Karena Pemimpinnya Tak Jujur

Indonesia Kaya Tapi Tak Sejahtera Karena Pemimpinnya Tak Jujur

Rabu, 28/11/2018 21:25 0

Indonesia

Panitia Tegaskan Reuni 212 Bukan Ajang Politik Praktis dan Kampanye

Panitia Tegaskan Reuni 212 Bukan Ajang Politik Praktis dan Kampanye

Rabu, 28/11/2018 21:04 0

Indonesia

Polisi Diminta Buka Pelapor Perkara Dana Apel Pemuda Kemenpora

Polisi Diminta Buka Pelapor Perkara Dana Apel Pemuda Kemenpora

Rabu, 28/11/2018 20:50 0

Indonesia

Pengurus Lama Pemuda Muhammadiyah Diklaim Sukses, Ini Alasannya

Pengurus Lama Pemuda Muhammadiyah Diklaim Sukses, Ini Alasannya

Rabu, 28/11/2018 20:23 0

Close