... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Cegah Turki-SDF Perang, AS Dirikan Pos Pemantau Militer

Foto: Pos pemantau milik militer AS di Suriah

KIBLAT.NET, Tal Abyad – Amerika Serikat mendirikan pos militer di kota Tal Abyad, timur laut Suriah, yang berbatasan dengan Turki. Pos ini dibangun di saat wilayah ini menyaksikan ketegangan antara dua sekutu AS, Turki dan milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Para pekerja media yang bertugas di wilayah kontrol SDF, Selasa (27/11), saling membagikan foto yang menunjukkan militer AS berada di pos militer di kota Tal Abyad. Mereka mengatakan bahwa langkah itu untuk mengurangi ketegangan antara SDF dan militer Turki.

Menteri Pertahanan AS, James Mattise, Rabu lalu, mengatakan bahwa Amerika akan membangun pos pemantauan di sejumlah titik di sepanjang perbatasan Suriah utara.

“Kami ingin menjadi pihak yang memperingatkan Turki dan memperingatkan mereka jika kita melihat sesuatu yang datang dari luar salah satu daerah operasi kami,” kata Mattise.

Seorang sumber senior SDF mengungkapkan kepada harian Al-Sarq Al-Ausath, Ahad lalu, bahwa pos-pos itu untuk melindungi pasukan sekutu yang sedang menghadapi Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS).

Titik-titik pos pemantau sampai saat ini baru tersebar di dua kota; tiga lokasi di Tal Abyad dan dua lokasi di Ain Arab (Kobani). Keberadaan pos militer ini bagian dari langkah Washington memperkuat kehadiran militer dan diplomasi di Suriah.

Kementerian Pertahanan Turki memperingatkan dalam beberapa hari terakhir bahwa keberadaan pos pemantau AS “akan lebih mempersulit situasi di wilayah tersebut.”

BACA JUGA  JWT Buka Pertempuran di Garis Kontak di Pedesaan Hama

Menteri Pertahanan Turki, Khulosi Akkar, mengatakan Turki telah berulang kali memberitahu rekan-rekan militer dan warga AS tentang keprihatinannya atas pendirian pos-pos pengawasan di Suriah utara.

AS bergerak pada saat Turki mengancam untuk meluncurkan operasi militer di wilayah operasinya di Suriah bersama pasukan oposisi bersenjata.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, berulang kali menyatakan kesiapan tentaranya merebut Ain Arab, Tal Abyad, Raksul Ain dan Hasakah. Operasi itu dalam rangka membersihkan kelompok teroris (milisi Kurdi).

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kasus Dana Kemah, Dahnil: Polisi Lakukan Cara-cara Kriminalisasi

Dengan adanya kasus ini, Dahnil merasa dikerjai. Oleh karenanya, ia memutuskan mengembalikan dana dari Kemenpora tersebut.

Rabu, 28/11/2018 15:10 0

Indonesia

Direstui Kapolda, GUIB Jatim Gelar Seminar Nasional Bendera Tauhid

Sekjen GUIB, Mochammad Yunus mengungkapkan bahwa Kapolda Jatim direncanakan akan membuka acara. Menurutnya, ini sebagai penegasan bahwa di Indonesia bendera tauhid tidak dilarang.

Rabu, 28/11/2018 14:30 0

Indonesia

Kandidat Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Mengerucut Tiga Nama

Yaitu Sunanto, Ahmad Fanani dan Ahmad Labib.

Rabu, 28/11/2018 14:10 0

Indonesia

Pemilu 2019, Pemilih Dihadapkan pada 5 Surat Suara

Waktu yang dibutuhkan di bilik suara bisa mencapai 11 menit untuk tiap pemilih.

Rabu, 28/11/2018 13:48 0

Indonesia

Begini Metode Pemilihan Ketua Baru Pemuda Muhammadiyah

“Agendanya pemilihan calon ketua umum pemuda muhammadiyah dan calon formatur. Calon formatur ada 42 orang,” katanya saat ditemui Kiblat.net pada Rabu (28/11/2018).

Rabu, 28/11/2018 13:48 0

Indonesia

Merasa Dikerjai, Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Kembalikan Dana Kemenpora

Merasa Dikerjai, Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Kembalikan Dana Kemenpora

Selasa, 27/11/2018 21:15 0

Indonesia

GUIB: Reuni 212 Solidkan Umat Islam

Reuni 212 Solidkan Umat Islam

Selasa, 27/11/2018 20:32 0

Indonesia

Polri Didesak Komprehensif Usut Dana Apel Pemuda Kemenpora

Polri Didesak Komprehensif Usut Dana Apel Pemuda Kemenpora

Selasa, 27/11/2018 20:09 0

Indonesia

Polisi Dinilai Tebang Pilih Periksa Perkara Apel Pemuda Kemenpora

Polisi Dinilai Tebang Pilih Periksa Perkara Kemah Pemuda Kemenpora

Selasa, 27/11/2018 16:20 0

Indonesia

Hidayat Nur Wahid: Saya Yakin Dahnil Bersih

"Maka polisi harus segera menghentikan penyelidikan kasus ini, menghentikan pemanggilan kepada mereka yang tidak bersalah dan agar kemudian polisi betul-betul menegakkan hukum pada jalurnya bukan dari framing, politisasi," kata HNW.

Selasa, 27/11/2018 13:33 0

Close