... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ketua DPR Klaim Digitalisasi Sistem Dapat Menekan Biaya Tinggi Pemilu

Foto: Ketua DPR, Bambang Soesatyo.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) di Indonesia saat ini masih menghabiskan biaya yang tinggi. Karenanya, diperlukan strategi baru untuk dapat menghemat anggaran pelaksanaan Pilkada dan Pemilu. Menurutnya, kunci menghemat anggaran pelaksanaan Pilkada dan Pemilu adalah digitalisasi.

“Semua kegiatan perlu menggunakan cara digital baik persiapan, tahapan, pelaksanaan, pemungutan maupun rekapitulasi. Jika pemungutan suara menggunakan sistem elektronik akan menghemat biaya logistik seperti kertas suara, tinta maupun paku,” ujar Bamsoet seperti dilansir dari dpr.go.id pada Senin (26/11/2018).

Bamsoet mencatat, sekitar Rp7 triliun lebih uang negara digunakan untuk penyelenggaraan Pilkada 2015 yang diikuti 269 daerah. Sementara, di Pilkada 2017 yang diikuti 101 daerah anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp5,9 triliun. Pada Pilkada 2018 di 171 daerah ada sekitar Rp15,15 triliun yang dikeluarkan.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana menyelenggarakan Pilkada dan Pemilu yang semakin efektif dan efisien. Kemajuan teknologi dan Revolusi Industri 4.0 harus kita manfaatkan dalam pelaksanaan Pilkada dan Pemilu berikutnya. Sehingga, dapat menekan biaya pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, cara untuk menekan biaya Pilkada dan Pemilu yang pertama adalah integrasi pendataan pemilih yang selama ini kerap dilakukan terpisah antara Pilkada yang satu dan yang lain dengan Pemilu nasional. Semisal, dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar pemilih Tambahan (DPTb) pada Pilkada 2018.

BACA JUGA  PKS: Dana Haji Adalah Amanah, Hanya untuk Kepentingan Jamaah

“Daftar pemilih ini dapat menjadi DPT Pemilu nasional tanpa perlu pendataan ulang di tahapan Pemilu 2019. Integrasi pendataan pemilih bisa menghemat anggaran sebanyak Rp600-900 miliar. Metode ini berpotensi memberikan efisiensi 90 persen anggaran,” tutur legislator Partai Golkar itu.

Cara kedua, lanjutnya, dengan penerapan sistem elektronik untuk rekapitulasi (e-rekapitulasi) pemungutan dan penghitungan suara. Selama ini, rekapitulasi dilakukan secara manual dan berjenjang dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga provinsi. Hal itu memakan waktu lama dan biaya besar.

“Jika dilakukan dengan cara e-rekapitulasi, dapat diperkirakan akan ada penghematan waktu hingga 30 hari. Hasil Pemilu pun dapat diketahui lebih cepat oleh masyarakat. DPR RI menyambut baik kabar bahwa sistem tersebut akan diterapkan KPU secara menyeluruh pasca-Pemilu 2019,” imbuh Bamsoet.

Lebih jauh legislator dapil Jawa Tengah VII ini menerangkan, proses digitalisasi telah membawa keberhasilan di beberapa tempat. Seperti halnya yang ditunjukan KPU Yogyakarta yang mampu menghemat anggaran Pilkada sebesar 31 persen dengan menggunakan e-katalog untuk pembelian barang dan jasa. KPU Pusat juga sudah melakukan hal serupa.

“Untuk pengadaan kotak suara disediakan Rp948 miliar, setelah lelang di e-katalog kontrak realisasi anggaran hanya Rp284.185.351.099 atau 29,97 persen dari total pagu. Sedangkan untuk bilik suara, pagunya Rp196.011.304.500, setelah dilakukan lelang kontrak yang ditandatangani hanya Rp59.811.190.620 atau 30,51 persen dari total pagu,” terangnya.

BACA JUGA  Terkait New Normal, PKS Kritik Keras Rencana Pembukaan Sekolah

Bamsoet menyambut baik ide tentang kodifikasi UU Pemilu yang salah satu tujuannya adalah penyederhanaan anggaran. Di mana pelaksanaan pemilihan nasional dan lokal (Pilkada) sebaiknya memang disatukan dalam satu undang-undang Pemilu.

“DPR RI mendorong Kemendagri untuk terus mengkaji kemungkinan kodifikasi UU Pemilu tersebut. Agar pada 2024, pemilihan 415 bupati/wali kota dan 34 gubernur akan dilakukan serentak. Dengan demikian pada tahun itu dan seterusnya warga hanya akan dua kali mengikuti pemilu, yaitu Pilkada dan Pemilu (Pileg dan Pilpres),” pungkas Bamsoet.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

Biksu Myanmar Pimpin Demo Tolak Pemulangan Muslim Rohingya

"Tidak akan ada manfaat bagi kami atau negara kami jika kami menerima orang Benggala," lanjutnya. Benggala merupakan istilah yang digunakan untuk merendahkan Rohingya, merujuk pada suku di Bangladesh.

Senin, 26/11/2018 12:00 0

Iran

Iran Barat Kembali Diguncang Gempa, Ratusan Orang Terluka

Televisi pemerintah Iran melaporkan sebanyak 413 orang luka-luka akibat gempa, termasuk 15 dalam kondisi kritis.

Senin, 26/11/2018 09:28 0

Afrika

Mesir dan Sudan Sepakat Bentuk Pasukan Bersama untuk Amankan Perbatasan

"Pembicaraan itu sangat bermanfaat dan konstruktif, dan kedua belah pihak sepakat untuk mempertahankan hubungan di semua tingkatan, untuk bekerja sama dan membangun kemitraan strategis di bidang kerjasama militer," kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Sudan, Kamal Abdul Maarouf.

Senin, 26/11/2018 09:09 0

Suriah

Turki dan Rusia Kembali Bahas Kesepakatan Terkait Idlib

Menteri pertahanan Turki dan Rusia membahas situasi terbaru di Idlib dan Tal Rifaat, Suriah barat laut melalui percakapan telepon hari Sabtu (24/11/2018).

Ahad, 25/11/2018 16:22 0

Inggris

Panglima Militer Inggris: Rusia Lebih Berbahaya daripada ISIS

Kepala Jenderal Angkatan Darat Inggris Mark Carleton-Smith mengatakan bahwa ancaman Rusia lebih besar daripada ancaman dari kelompok-kelompok Islam yang dianggap teroris di Timur Tengah.

Ahad, 25/11/2018 16:00 0

Tarbiyah Jihadiyah

Imam Nawawi, Potret Wara’ yang Terlupakan

Imam Nawawi, sang ulama besar madzhab Syafii yang tinggal, hidup, dan mati di Syam. Kendati demikian, beliau belum pernah merasakan buah-buahan negeri tersebut.

Ahad, 25/11/2018 14:33 0

Opini

Pembakaran Bendera Tauhid, Penodaan Agama!

Tulisan ini bertujuan untuk menegaskan bahwa perbuatan Banser itu penodaan agama.

Ahad, 25/11/2018 12:15 0

Profil

Muhammad Barakah, Komandan Al-Qassam Pemilik Sepuluh Sanad Qiraat

"Sosok yang dikenal langit lebih dulu sebelum makhluk bumi mengenalnya. Dialah seorang lelaki yang teguh dalam setiap perbuatannya, yang tak pernah menginginkan untuk kemasyhuran dan tak pernah mau diketahui seorang pun (kebaikan) yang dia kerjakan. Seorang yang jujur dalam makna sesungguhnya."

Ahad, 25/11/2018 10:00 1

Munaqosyah

Bro dan Sis PSI, Syariat Islam Itu Tidak Diskriminatif!

Grace Natalie dalam pidatonya mengatakan bahwa perda syariah itu bersifat diskriminatif. Oleh karena itu PSI menolak perda syariah. Pernyataan ini menandakan kedangkalan dan ketidakpahaman dirinya tentang syarit Islam.

Ahad, 25/11/2018 06:00 0

Munaqosyah

Benarkah 12 Rabiul Awwal Hari Kelahiran Nabi Muhammad?

Tanggal 12 Rabiul Awwal di Indonesia adalah hari libur Nasional. Hal itu karena tanggal 12 Rabiul Awwal diperangati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad - Shallallahu alaihi wasallam-. Sebenarnya seperti apa pendapat ahli sejarah tentang kapan Rasulullah lahir?

Sabtu, 24/11/2018 17:00 1

Close