... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Muhammad Barakah, Komandan Al-Qassam Pemilik Sepuluh Sanad Qiraat

Foto: Nuruddin Muhammad Barakah

KIBLAT.NET – Di dalam Siyar A’lamun Nubala’ dikisahkan seorang ulama tabi’in yang berjihad di jalan Allah. Kala itu kaum muslimin sedang berkonfrontasi dengan orang Romawi.

Ketika dua pasukan saling berhadap-hadapan keluarlah seseorang dari barisan musuh dan menantang untuk adu tanding. Keluarlah salah seorang dari barisan umat Islam namun ia syahid, kemudian satu lagi dan ia juga syahid, kemudian satu lagi dan ia syahid juga. Lalu orang Romawi tersebut menantang lagi untuk adu tanding dengannya, maka keluarlah salah seorang dari barisan umat Islam untuk menghadapinya, ia mengejarnya beberapa lama kemudian menusuknya sampai ia terbunuh.

Seluruh pasukan kaum muslimin penasaran siapa sebenarnya pahlawan itu, wajahnya tidak begitu jelas karena sengaja ditutupi dengan lengan bajunya. Tokoh tabi’in ini sengaja agar jati dirinya tidak diketahui khalayak agar tidak mengganggu keikhlasan niatnya. Dialah Abdullah ibnul Mubarak.

Di abad ini, muncul pula mujahid tangguh. Salah satunya adalah seorang komandan Hamas yang memang tidak suka terekspos oleh media. Ia selalu menolak tampil di media bahkan warga Gaza baru tahu setelah kesyahidannya. Mujahid penghafal Al-Quran ini syahid oleh terjangan misil pesawat militer Israel yang diperkirakan memuntahkan 40 rudal . Dirinya selaku komandan pasukan syahid beserta enam rekannya; Muhammad Majid Musa Al-Qara (23), Khalid Muhammad Ali Quwaidar (29), Mushthafa Hasan Muhammad Abu Audah (21), Muhammad Athaillah Mushbih (25), Ala Nashrullah Abdullah (24), Umar Naji Muslim Abu Khatir (21). Sang komandan tak dikenal ini adalah Nuruddin Muhammad Barakah rahimahullah.

Mengenal Komandan Hamas Penghafal Al-Quran

“Sosok yang dikenal langit lebih dulu sebelum makhluk bumi mengenalnya. Dialah seorang lelaki yang teguh dalam setiap perbuatannya, yang tak pernah menginginkan untuk kemasyhuran dan tak pernah mau diketahui seorang pun (kebaikan) yang dia kerjakan. Seorang yang jujur dalam makna sesungguhnya.” Ujar saudari Nur Barakah, Iman Muhammad Barakah.

Dari penuturan saudari dari Asy-Syahid Nur Barakah sudah dapat kita ketahui kepribadian komandan Hamas ini. Lahir 37 tahun yang lalu tanggal 25 April di Khan Younis. Bisa dibilang ia adalah putra asli daerah dimana ia lahir, hidup, berkembang, berjuang dan syahid di situ. Sebelum kelahiran Nur Barakah, bibinya bermimpi melihat adiknya (ibunya Nur Barakah) akan melahirkan seorang anak yang memancarkan cahaya, dan anak yang terlahir adalah komandan yang syahid karena misil Israel ini.

Terlahir dari keluarga yang berpendidikan dan religius sehingga sedari kecil telah terdidik dengan baik. Menjadi anak kesayangan ibunya karena ia adalah si bungsu dari lima saudaranya. Sejak kecil hingga berumur sepuluh tahun, Nur tumbuh di bawah pendidikan ayahnya. Sejak kecil ia selalu dekat dengan masjid, Nur mungil ikut shalat di masjidil Aqsa ketika umur empat tahun. Selama bersama ayahnya, ia sering diajak berkunjung ke tempat saudara-sudaranya yang belajar di universitas di Tepi Barat.

Semasa kecil ia telah berkomitmen untuk mempelajari Al-Quran dan bergantung pada masjid. Nur pun tumbuh dengan penuh hikmah dan memiliki kelebihan ketajaman dalam berpikir. Terkadang saudara-saudaranya yang lebih tua meminta pendapatnya jika menghadapi sebuah masalah. Nur mampu memberikan pendapat yang mencerahkan dan memberitahukan solusi secara tidak langsung.

Pendidikan Nuruddin Muhammad Barakah

Dalam bidang tahfidz Quran, Nur memulai petualangannya dengan kitabullah. Selain menghafal 30 juz Al-Quran, ia juga memiliki sanad sepuluh qiraah yang bersambung hingga ke Rasulullah. Pendidikan formalnya dimulai dari pendidikan ibtidaiyah di madrasah Bani Sahila. Kemudian menyelesaikan pendidikan marhalan i’dadiyah di madrasah Al-Bakriyah. Setelah itu melanjutkan ke marhalah tsanawiyah di madrasah Mutanabi dan kuliah di universitas Islam fakultas Syariah.

BACA JUGA  Syamil Salmanovich Basayev, Generasi Imam Syamil Abad Ini (2/2)

Pendidikannya di universitas sempat terhenti karena pada saat itu gerakan intifadhah bergejolak. Ia terlibat dalam gerakan intifadhah di usia belia dan merasakan persidangan karena kasus ini. Selain persidangan masalah Intifadhah pada tahun 2002, Nur ditangkap oleh intelijen ketika melewati Rafah saat ingin berumroh. Ia pun dibawa ke kantor pusat Askelon  dan tinggal di sana selama dua bulan. Selama di sana, Nur dijatuhi beberapa tuduhan tetapi ia berhasil mengelak dan ia dipindahkan ke penjara isolasi selama empat bulan. Setelah masa penahanan selesai, ia dibebaskan dan kembali beramal islami.

Selama pendidikan di universitas, Nur dipercaya menjadi pengajar Al-Quran di masjid Umar bin Khattab. Ia berkata,”Ini adalah salah satu masa paling indah ketika aku tinggal bersama murid-murid untuk menghafal Al-Quran. Dan sekarang kebanyakan dari mereka menjadi para huffadz Al-Quran, da’i dan mujahidin. Sungguh mereka telah mendahului kita bergabung bersama kafilah para syuhada.” Kelak Nur akan menyusul mereka menjadi  syuhada.

Selain dikenal sebagai hafidz dan pengajar Al-Quran, ia juga dikenal sebagai dai yang terkemuka. Tutur katanya lembut dan berperilaku kepada setiap manusia. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kehidupannya selalu berkutat dengan masjid. Maka, ia dikenal sebagai orang yang selalu menjaga shalatnya. Terkhusus ba’da shalat subuh, masjid adalah rumah keduanya. Jika ingin menemukan Nur,maka sudah dapat dipastikan ia berada di sudut masjid Abu Hasan Shanab.

Abu Abdurrahman (nama kunyah Nur) menikah dengan seoang wanita yang shalihah dan dikaruniai enam orang anak. Abdurrahman adalah anak sulung disusul Fatima Zahra, Ruqayya, Zainab, Aisyah dan Asma’

Bergabung dengan Brigade Al-Qassam

Setelah bebas dari penjara, Nur bergabung dengan Brigade Al-Qassam pada awal 2003. Pada tahun itu juga Nur berbaiat dan bergabung menjadi anggota Ikhwanul Muslimin. Setelah resmi menjadi anggota  Al-Qassam, Nur mengerahkan segala waktu dan tenaganya untuk jihad fi sabilillah.

Karena dikaruniai otak yang cerdas, dengan cepat ia mempelajari ilmu-ilmu kemiliteran. Alhasil, mujahid yang tidak suka ketenaran ini terlibat langsung dengan pembuatan bahan peledak dan peluncuran roket ke wilayah Zionis.

Kepiawaiannya membuat ia diangkat menjadi tim inti dari kelompok pertama Brigade Al-Qassam di wilayah timur. “Karir”nya dalam satuan brigade terus melonjak hingga ia menjadi salah satu prajurit temput yang disegani pada tahun 2003. Nur pun diangkat menjadi komandan di dalam kelompoknya, kemudian diangkat menjadi komandan faksi dan pada akhirnya diangkat menjadi komandan brigade mujahidin pada tahun 2007 hingga menjemput kesyahidannya nanti.

Pada tahun 2008, Nur pernah terluka dengan beberapa mujahidin ketika sedang bertugas di daerah timur Khan Younis. Tugasnya sehari-hari adalah menjadi pengintai pasukan Zionis di wilayah timur. Di antara mujahidin, Nur dikenal sebagai mujahid yang paling taat dan selalu menjaga shalatnya. Selama ribath, ia jarang ditemukan tengah mengantuk atau lalai dalam tugasnya.

Posisinya sebagai komandan,membuatnya selalu dilibatkan pada beberapa operasi jihad. Termasuk dalam mempersiapkan bom istisyhadiah yang menyebabkan tewasnya dua perwira senior Zionis dan lusinan tentara terluka. Umar Sulaiman Tabash, pelaku bom istisyhadiah menghabiskan malam terakhir bersama Nur Barakah. Ketika hari itu tiba yaitu 18 Januari 2005, Nur mengenakan sabuk peledak pada Umar dan mempersiapkannya untuk melakukan misi.

BACA JUGA  Tandingi Reuni 212, Kajian Islam Ahad di Masjid Istiqlal Tak Diminati Banyak Orang

Di sela-sela perjuangannya di jalan jihad, Nur tetap melanjutkan studinya dan berhasil meraih gelar master, dua bulan sebelum kesyahidannya. Ia mendalami bidang Fiqih perbandingan di fakultas syariah, Universitas Islam Gaza. Tesis yang dia tulis berjudul “Kegagalan Amal Jihad, Studi Fiqih Perbandingan.”

Syahidnya Nur Muhammad Barakah

“Sebenarnya, kami sudah yakin bahwa dia akan syahid suatu saat. Dan telah berlalu tiga perang dan kami menanti, saat dia tak kembali ke rumah dalam jangka waktu yang lama kami menanti kabar kesyahidannya. Namun atas kemurahan Allah, dia kembali kepada kami dalam keadaan selamat.”  Ujar Iman.

Iman melanjutkan,”Allah ‘Azza wa Jalla ingin mengistimewakan kesyahidannya dalam posisi yang diperhitungkan dan menunjukkan kepada kita dan keluarganya serta semua orang-orang yang dia cintai bahwasannya dia telah diterima. Dan sesungguhnya di adalah (hamba) yang rabbani atas izin-Nya. Karena cara pembunuhan dan jalan kesyahidannya tidak dapat disangka-sangka. Kabar kesyahidannya pun seperti kilat…”

Harapan untuk menggapai kesyahidan bukanlah hanya harapan Nur semata, bahkan keluarganya yakin bahwa dia suatu saat akan menggapai syahid. Maka, datanglah hari itu…

Pada hari Senin, 11 November 2018 Zionis berhasil menyusup dan melakukan aksi intelijen di kawasan Khan Younis, Gaza. Aksi ini tercium oleh komandan Nuruddin dan saat itu ia bersama enam rekannya baru saja pulang dari wulayah Farrahin menggunakan mobil.

Komandan Nuruddin memerintahkan pasukannya untuk melakukan pengepungan dan memancingnya dengan sebuah tembakan. Kontak senjata pun terjadi, namun mobil para penyusup ini mencoba melarikan diri. Zionis pun mencoba melindungi dengan mengerahkan pesawat militer dan menembakkan misil sebanyak 40 rudal. Maka, syahidlah komandan Nuruddin beserta enam rekannya. Nyali para zionis ciut hingga lari tunggang langgang ketika konfrontasi darat terjadi, hingga mengerahkan bantuan dari udara untuk menghalau serangan mujahidin.

“Syahidnya saudaraku Nur tidak akan menbuat seseorang berkecil hati untuk melanjutkan perjalanannya, karena dia dengan darahnya yang suci tercatat dan terkenang.” Ujar Iman.”Aku tak tahu harus berkata apa. Sesungguhnya kesyahidannya untuk membebaskan dan menjaga kota ini ,menjaga seluruh negeri dari musibah besar yang mengintai negara Palestina, Gaza dan mengintai kota Khan Younis khususnya. Tetapi dengan kejujurannya, kebijaksanannya, wawasannya ,kecerdasannya dan keikhlasannya mampu membongkar tipu daya mereka. Dan dia ingin mempersembahkan darahnya di jalan Allah hingga mencegah pertumpahan darah dan menjaga masyarakat serta menjaga negaranya.” Ungkap Iman tentang kesyahidan saudaranya.

Semoga Allah memberkahi keluarga besar Barakah yang telah melakukan jual beli yang paling menguntungkan, yaitu jual beli dengan Rabb Semesta Alam.

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. Al-Taubah: 111)

 

Penulis: Dhani El_Ashim
Editor: Arju

Sumber https://www.alqassam.net

 

 

 

 

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Muhammad Barakah, Komandan Al-Qassam Pemilik Sepuluh Sanad Qiraat”

  1. Moh. Mushofan

    Semoga kita semua umat islam diberikan kemudahan oleh Allah untuk dapat menggapai syahid walaupun tidak di medan pertempuran aamiin ya robbal alamiin

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Munaqosyah

Bro dan Sis PSI, Syariat Islam Itu Tidak Diskriminatif!

Grace Natalie dalam pidatonya mengatakan bahwa perda syariah itu bersifat diskriminatif. Oleh karena itu PSI menolak perda syariah. Pernyataan ini menandakan kedangkalan dan ketidakpahaman dirinya tentang syarit Islam.

Ahad, 25/11/2018 06:00 0

Indonesia

Suaminya Difitnah Korupsi, Begini Ungkapan Perasaan Istri Dahnil Anzar

Suaminya Difitnah Korupsi, Begini Ungkapan Perasaan Dahnil Anzar

Sabtu, 24/11/2018 22:48 0

Indonesia

JITU Seru Bentuk Jaringan Informasi Palestina

JITU Seru Bentuk Jaringan Informasi Palestina

Sabtu, 24/11/2018 22:29 0

Indonesia

Dahnil Anzar: Tuduhan Korupsi Terkait Apel Akbar Kemenpora Keterlaluan

Dahnil: Tuduhan Korupsi Terkait Apel Akbar Kemenpora Keterlaluan

Sabtu, 24/11/2018 21:46 0

Indonesia

Kronologi Apel Akbar Kemenpora yang Bikin Ketua Pemuda Muhammadiyah Diperiksa Polisi

Kronologi Apel Akbar Kemenpora yang Bikin Ketua Pemuda Muhammadiyah Diperiksa Polisi

Sabtu, 24/11/2018 21:02 0

Munaqosyah

Benarkah 12 Rabiul Awwal Hari Kelahiran Nabi Muhammad?

Tanggal 12 Rabiul Awwal di Indonesia adalah hari libur Nasional. Hal itu karena tanggal 12 Rabiul Awwal diperangati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad - Shallallahu alaihi wasallam-. Sebenarnya seperti apa pendapat ahli sejarah tentang kapan Rasulullah lahir?

Sabtu, 24/11/2018 17:00 0

News

Umat Islam di Persimpangan Kebudayaan

Energi kita telah habis terkuras pada pusaran politik (elektoral) yang tak ada habisnya. Menyita segala potensi umat yang harusnya menjadi insan berbudaya. Tak heran jika bahasa umat sekarang terasa kering. Tak banyak ulama yang pandai merangkai kata bernilai sastra dengan landasan tauhid.

Sabtu, 24/11/2018 12:31 0

Eropa

PBB Sebut Peluang Perdamaian di Afghanistan Hari Ini Lebih Besar

"Tampaknya kontradiktif, tetapi ada peluang yang lebih baik hari ini daripada di Afghanistan selama bertahun-tahun," kata Lanzer kepada media di Jenewa.

Sabtu, 24/11/2018 10:35 0

Pakistan

Penggerak Demo Anti Putusan Bebas Penista Agama di Pakistan Ditangkap

Ridhawi ditangkap menjelang demonstrasi yang rencananya digelar Sabtu ini di Islamabad, menurut tweet kepada Menteri Informasi Fouad Chaudhry di Twitter.

Sabtu, 24/11/2018 09:11 0

Amerika

AS Minta Negera Sekutu Hindari Perangkat Produksi Huawei

Laporan itu menambahkan bahwa di antara kekhawatiran pemerintah adalah penggunaan perangkat komunikasi Cina di negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS seperti Jerman, Italia dan Jepang.

Sabtu, 24/11/2018 08:15 0

Close