... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dahnil Anzar: Tuduhan Korupsi Terkait Apel Akbar Kemenpora Keterlaluan

Foto: Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak

KIBLAT.NET, Jakarta – Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan kekecewaan terkait tuduhan korupsi yang dialamatkan kepadanya, setelah Pemuda Muhammadiyah beritikad baik terlibat dan mendukung kegiatan Kemah dan Apel Akbar Pemuda Islam yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Bagi saya yang menyakitkan itu adalah hari ini dipanggil atas tuduhan melakukan korupsi,” ujar Dahnil seusai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Dia menegaskan sejak awal kesediaan Pemuda Muhammdiyah terlibat dalam kegitan yang diinisiasi Kemenpora itu merupakan komitmen ingin membantu pemerintah. Pasalnya, sebelum acara itu digelar pemerintah melalui Menpora Imam Nahrowi menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi konflik horisontal yang semakin meluas, isu antipancasila, isu antitoleransi, hingga adanya isu kriminalisasi ulama. Selain itu, pemerintahan Jokowi yang diterpa tudingan antiIslam.

“Ternyata kami sekarang dituduh macam-macam seperti itu,” ujarnya.

Dahnil juga menyoroti beredarnya berita yang parsial terkait hal itu. Bahkan ada yang menyebut Dahnil telah berkorupsi. “Gua korupsi apa, ini keterlaluan,” ucapnya.

Dahnil menegaskan sepak terjangnya selama ini yang konsisten antikorupsi. Selakau pendiri Madrasah Anti Korupsi dia selama ini aktif mengawal penyidik KPK Novel Baswedan, yang menjadi korban teror. Menurutnya, dia telah dihinakan dengan tuduhan tersebut.

Atas permintaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Pemuda Muhammadiyah berpartisipasi dalam Kemah dan Apel Akbar Pemuda Islam yang diselenggarakan di Prambanan pada Desember 2017. Acara itu melibatkan dua organisasi pemuda Islam terbesar di Indonesia, yaitu Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama.

BACA JUGA  Amnesty: Kewarganegaraan Eks ISIS di Suriah Tak Bisa Seenaknya Dicabut

Ketua Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani yang ditugaskan berkordinasi dengan Kemenpora dan GP Ansor dalam acara Kemah dan Apel Akbar Pemuda Islam di Prambanan juga membantah tuduhan korupsi itu. Dia menegaskan keterlibatan organisasinya dalam acara itu bentuk itikad untuk berkontribusi terkait dengan kebangsaan. Namun, yang terjadi hari ini adalah muncul framing yang mengesankan seolah-olah Pemuda Muhammadiyah dan ketuanya melakukan korupsi.

“Ketua umum ini padahal beliau secara teknis kan sebenarnya tidak banyak terlibat secara langsung, tapi framingnya dimana-mana seolah ketua Pemuda Muhammadiyah lakukan penggelapan,” tandas Fanani.

Dalam pernyataan terbarunya, Dahnil menegaskan tuduhan kepadanya dan Pemuda Muhammadiyah adalah fitnah. “Saat ini, satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah berserah diri kepada Allah SWT dengan segala upaya fitnah yang dialamatkan kepada saya, dan sahabat Pemuda Muhammadiyah lain,” ungkapnya melalui akun Facebook pribadinya, Sabtu (24/11/2018) malam.

Dia juga berharap Ahmad Fanani dan kawan-kawannya di Pemuda Muhammadiyah teguh di jalan perjuangan Dakwah Amar Makruf Nahi Mungkar. Menurutnya, sekeras apa pun pembelaan yang dilakukan, bila kesalahan seseorang sedang diburu dan dicari maka satu-satunya harapan hanya kepada Allah SWT.¬† “Semoga selalu melindungi kami semua,” ujarnya.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Munaqosyah

Benarkah 12 Rabiul Awwal Hari Kelahiran Nabi Muhammad?

Tanggal 12 Rabiul Awwal di Indonesia adalah hari libur Nasional. Hal itu karena tanggal 12 Rabiul Awwal diperangati sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad - Shallallahu alaihi wasallam-. Sebenarnya seperti apa pendapat ahli sejarah tentang kapan Rasulullah lahir?

Sabtu, 24/11/2018 17:00 1

News

Umat Islam di Persimpangan Kebudayaan

Energi kita telah habis terkuras pada pusaran politik (elektoral) yang tak ada habisnya. Menyita segala potensi umat yang harusnya menjadi insan berbudaya. Tak heran jika bahasa umat sekarang terasa kering. Tak banyak ulama yang pandai merangkai kata bernilai sastra dengan landasan tauhid.

Sabtu, 24/11/2018 12:31 0

Eropa

PBB Sebut Peluang Perdamaian di Afghanistan Hari Ini Lebih Besar

"Tampaknya kontradiktif, tetapi ada peluang yang lebih baik hari ini daripada di Afghanistan selama bertahun-tahun," kata Lanzer kepada media di Jenewa.

Sabtu, 24/11/2018 10:35 0

Pakistan

Penggerak Demo Anti Putusan Bebas Penista Agama di Pakistan Ditangkap

Ridhawi ditangkap menjelang demonstrasi yang rencananya digelar Sabtu ini di Islamabad, menurut tweet kepada Menteri Informasi Fouad Chaudhry di Twitter.

Sabtu, 24/11/2018 09:11 0

Amerika

AS Minta Negera Sekutu Hindari Perangkat Produksi Huawei

Laporan itu menambahkan bahwa di antara kekhawatiran pemerintah adalah penggunaan perangkat komunikasi Cina di negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS seperti Jerman, Italia dan Jepang.

Sabtu, 24/11/2018 08:15 0

Afrika

Militer Prancis Klaim Tewaskan 30 Pejuang Islamis Mali

Pernyataan itu tidak menjelaskan apakah operasi itu berarti membunuh seluruh gerilyawan atau juga termasuk anggota keluarga mereka

Sabtu, 24/11/2018 07:20 0

Pakistan

Serangan BLA Sebagai Protes Pembangunan Infrastruktur China-Pakistan

Militan bersenjata dari Baloch Liberation Army (BLA) menyerang gedung konsulat China di Karachi Pakistan.

Jum'at, 23/11/2018 16:41 0

Pakistan

Kelompok Bersenjata BLA Serang Konsulat China di Pakistan

Dua polisi tewas, sementara tidak ada orang Tionghoa atau warga sipil Pakistan yang tewas.

Jum'at, 23/11/2018 16:10 0

Suriah

Laporan: Rezim Assad Bersikap Keras terhadap Pengungsi Palestina

Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh "kelompok kerja untuk warga Palestina di Suriah", mengungkapkan tindakan keras rezim Assad terhadap pengungsi Palestina di Suriah.

Jum'at, 23/11/2018 13:35 0

Prancis

Vatikan Kembali Diguncang Kasus Pelecehan Anak oleh Pastor Perancis

Seorang pastor Perancis telah dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena melakukan pelecehan seksual terhadap banyak anak.

Jum'at, 23/11/2018 10:53 0

Close