... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Terjerat Kasus Suap, Ini Dua Cara Untuk Hentikan Proyek Meikarta

Foto: Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis berbicara dalam diskusi bertemakan Kasus Meikarta, Rabu (21-11-2018)

KIBLAT.NET, Jakarta – Setelah suap Meikarta mencuat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta serius menindaklanjuti kasus tersebut. Pakar hukum tata negara Margarito Kamis menyebut ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan proyek di Kabupaten Bekasi itu.

Margarito mengatakan KPK tak memiliki kewenangan mencabut izin Meikarta, setelah berhasil mengungkap kasus suap proyek itu. Tapi, masih ada peluang untuk menghentikan proyek itu.

“Dari segi hukum, KPK memiliki cara untuk menghentikan pembangunan Meikarta. Bagaimana caranya? Sita bangunan itu,” ucap Margarito di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Dia beralasan penyitaan bisa dilakukan karena izin proyek perusahaan milik James Riady itu didapat dengan menyuap bupati Bekasi dan jajarannya. Karenanya, KPK diminta menindaklanjuti proses hukum terhadap Meikarta.

“Tindakan hukum itu sita, jangan terkecoh dengan sudahnya digeledah rumah James,” kata Margarito.

Menurut Margarito cara lain untuk menghentikan proyek Meikarta adalah pencabutan izin. Pemerintah daerah Kabupaten Bekasi berwenang mengeluarkan peraturan daerah (Perda) yang mencabut izin itu.

“Masih ada cara untuk mencabut izin ini. Gimana caranya? Perda Bekasi karena mereka yang memiliki wewenang mencabut,” ucap Margarito.

Sementara, Presidium Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Syahganda Neinggolanmengatakan KPK tidak bisa berjalan sendiri untuk menangani kasus Meikarta tersebut. Maka, publik perlu memberikan dukungan kepada lembaga antirasuah.

“Tidak bisa hanya menyerahkan kepada KPK karena KPK itu juga membutuhkan dukungan publik,” ucapnya.

BACA JUGA  Refleksi Satu Tahun Tsunami Selat Sunda, WMI & AQL Gelar Roadshow

Dia juga mendesak KPK agar tidak gentar menangani kasus tersebut. “Tidak usah takut, periksa James Riady dan kawan-kawannya,” kata Syahganda.

Reporter: Haikal
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Mempersembahkan Ketundukan Total Kepada Allah

Khutbah Jumat: Mempersembahkan Ketundukan Total Kepada Allah

Kamis, 22/11/2018 17:49 0

Afghanistan

Hoaks, Jubir Taliban Sebut Ulama Korban Serangan Kabul ‘Murtad’

Menurut Taliban, pihak intelijen Kabul yang membuat akun dan pernyataan tersebut dengan cara mengambil screen shot halaman twitter dari juru bicara Imarah Islam, Zabihullah Mujahid kemudian mengeditnya.

Kamis, 22/11/2018 17:31 1

Opini

Menakar Kelayakan Jokowi Dua Periode

Mari kita telaah apa yang telah dikerjakan Jokowi di pemerintahannya yang akan segera berakhir ini.

Kamis, 22/11/2018 14:29 1

Timur Tengah

WHO Ingatkan Tersebarnya Wabah Ini di Kalangan Wanita Dunia Arab

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan terbaru untuk memperingatkan gejala pandemi atau wabah di kalangan wanita dunia Arab. Pandemi ini menjadi satu-satunya yang dibuat oleh mereka yang terjangkit.

Kamis, 22/11/2018 14:07 0

Palestina

Gedung Kedutaan AS yang Pindah di Yerusalem Bakal Diperluas

Walikota Yerusalem Nir Barkat menyetujui izin perluasan gedung kedutaan AS di kotanya. Perluasan bangunan mencapai sekitar 700 meter persegi.

Kamis, 22/11/2018 12:20 0

Timur Tengah

UEA Penjarakan Mahasiswa Inggris Karena Aksi Spionase

Pengadilan Uni Emirat Arab menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mahasiswa Inggris Matthew Hedges setelah didakwa sebagai mata-mata.

Kamis, 22/11/2018 10:09 0

Yaman

Krisis Yaman: Sekitar 85.000 Anak Meninggal Karena Kelaparan

Save the Children menemukan bahwa antara April 2015 dan Oktober 2018, sekitar 84.701 anak di bawah usia 5 tahun meninggal karena kasus kekurangan gizi akut yang parah atau kelaparan.

Kamis, 22/11/2018 09:19 0

Wilayah Lain

Pernyataan PM Australia Soal “Terorisme” Picu Aksi Boikot Pemimpin Muslim

Para pemimpin Muslim Australia menyatakan akan memboikot pertemuan dengan Perdana Menteri Scott Morrison. Pasalnya, Morrison telah mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyinggung mereka.

Rabu, 21/11/2018 19:19 0

Video News

Kiblat Review: Bahaya Pemulangan Pengungsi Rohingya

KIBLAT.NET- Tragedi pembantaian etnis Rohingya di Myanmar, memasuki babak baru. Dengan adanya intimidasi, pengusiran dan...

Rabu, 21/11/2018 15:16 0

Suriah

Pasukan AS Bentrok dengan Warga Kota Shaddadi, Provinsi Hasakah

“Sebab utama pertempuran ini adalah kematian satu keluarga anggota suku akibat terkena artileri yang bersumber dari pangkalan AS di daerah tersebut,” jelas Hash, seperti dilansir Arabi21.com, Selasa.

Rabu, 21/11/2018 08:42 0

Close