... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KAMMI: Pencabutan UMKM dari DNI Bukan Kebijakan yang Pro Wong Cilik

Foto: Irfan Ahmad Fauzi, Ketua PP KAMMI

KIBLAT.NET, Jakarta – Presiden Joko Widodo akan merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 Tahun 2016 yang mengatur Daftar Negatif Investasi (DNI). Dengan revisi Perpres No. 44/2016 ini akan terdapat 54 bidang usaha yang akan dikeluarkan dari Daftar Negatif Investasi (DNI), salah satunya sektor UMKM.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menilai Kebijakan Pemerintah yang mencabut UMKM dari Daftar Negatif Investasi sebagai kebijakan yang berbahaya dan tidak pro ‘wong cilik’.

“Kami melihat kebijakan ini sebagai kebijakan yang tidak pro tehadap wong cilik. Jika revisi perpres ini tetap dilakukan, jelas sekali pemerintah Jokowi mengkhianati janji kampanye yang katanya mau pro terhadap wong cilik, ” Kata ketua Umum KAMMI, Irfan Ahmad Fauzi dalam keterangan persnya, Selasa (20/11/2018).

Menurut Irfan, saat ini masyarakat kecil hanya memiliki dan berkuasa atas sektor UMKM di tengah kuatnya korporasi-korporasi yang telah dikuasai asing.

“UMKM ini adalah sektor terakhir yang dimiliki dan menopang kehidupan masyarakat kecil, jadi kalau sektor ini pun sudah tidak lagi bebas dari investasi asing maka apa lagi yang dipunyai masyarakat?” ujar Irfan.

Pihaknya, tegas Irfan akan menginstruksikan keseluruh pimpinan KAMMI daerah dan wilayah untuk menolak kebijakan yang tidak berpihak kepada wong cilik ini.

“Saya akan instruksikan kepada pimpinan daerah dan Wilayah KAMMI untuk menolak kebijakan ini, kalau perlu kami akan turun ke jalan-jalan dan mendatangi pihak pemerintah yang berwenang dengan kebijakan ini” ungkap Irfan.

BACA JUGA  2 Anggota TNI Luka Serius Kena Ledakan Monas, Polisi: Ini Kan Hanya Granat Asap

“Jangan sampai masyarakat kecil dibiarkan menjadi tumbal dari kebijakan pemerintah yang tidak pro wong cilik ini,” tandas Irfan

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Mempersembahkan Ketundukan Total Kepada Allah

Khutbah Jumat: Mempersembahkan Ketundukan Total Kepada Allah

Kamis, 22/11/2018 17:49 0

Afghanistan

Hoaks, Jubir Taliban Sebut Ulama Korban Serangan Kabul ‘Murtad’

Menurut Taliban, pihak intelijen Kabul yang membuat akun dan pernyataan tersebut dengan cara mengambil screen shot halaman twitter dari juru bicara Imarah Islam, Zabihullah Mujahid kemudian mengeditnya.

Kamis, 22/11/2018 17:31 1

Opini

Menakar Kelayakan Jokowi Dua Periode

Mari kita telaah apa yang telah dikerjakan Jokowi di pemerintahannya yang akan segera berakhir ini.

Kamis, 22/11/2018 14:29 1

Timur Tengah

WHO Ingatkan Tersebarnya Wabah Ini di Kalangan Wanita Dunia Arab

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan terbaru untuk memperingatkan gejala pandemi atau wabah di kalangan wanita dunia Arab. Pandemi ini menjadi satu-satunya yang dibuat oleh mereka yang terjangkit.

Kamis, 22/11/2018 14:07 0

Palestina

Gedung Kedutaan AS yang Pindah di Yerusalem Bakal Diperluas

Walikota Yerusalem Nir Barkat menyetujui izin perluasan gedung kedutaan AS di kotanya. Perluasan bangunan mencapai sekitar 700 meter persegi.

Kamis, 22/11/2018 12:20 0

Timur Tengah

UEA Penjarakan Mahasiswa Inggris Karena Aksi Spionase

Pengadilan Uni Emirat Arab menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mahasiswa Inggris Matthew Hedges setelah didakwa sebagai mata-mata.

Kamis, 22/11/2018 10:09 0

Yaman

Krisis Yaman: Sekitar 85.000 Anak Meninggal Karena Kelaparan

Save the Children menemukan bahwa antara April 2015 dan Oktober 2018, sekitar 84.701 anak di bawah usia 5 tahun meninggal karena kasus kekurangan gizi akut yang parah atau kelaparan.

Kamis, 22/11/2018 09:19 0

Wilayah Lain

Pernyataan PM Australia Soal “Terorisme” Picu Aksi Boikot Pemimpin Muslim

Para pemimpin Muslim Australia menyatakan akan memboikot pertemuan dengan Perdana Menteri Scott Morrison. Pasalnya, Morrison telah mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyinggung mereka.

Rabu, 21/11/2018 19:19 0

Video News

Kiblat Review: Bahaya Pemulangan Pengungsi Rohingya

KIBLAT.NET- Tragedi pembantaian etnis Rohingya di Myanmar, memasuki babak baru. Dengan adanya intimidasi, pengusiran dan...

Rabu, 21/11/2018 15:16 0

Suriah

Pasukan AS Bentrok dengan Warga Kota Shaddadi, Provinsi Hasakah

“Sebab utama pertempuran ini adalah kematian satu keluarga anggota suku akibat terkena artileri yang bersumber dari pangkalan AS di daerah tersebut,” jelas Hash, seperti dilansir Arabi21.com, Selasa.

Rabu, 21/11/2018 08:42 0

Close