... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pasukan AS Bentrok dengan Warga Kota Shaddadi, Provinsi Hasakah

Foto: Pasukan Kurdi di Hasakah/ilustrasi

KIBLAT.NET, Hasakah – Aktivis Suriah melaporkan, Selasa (20/11), bahwa bentrokan terjadi antara tentara Amerika dan suku Arab di kota Shaddadi, di pedesaan Hasakah, timur laut Suriah. Penyebabnya, artileri yang ditembakkan dari pangkalan tentara AS menewaskan satu keluarga anggota suku tersebut.

Ibrahim Al-Hash, aktivis di Hasakah, menjelaskan bahwa bentrokan itu meletus pada Senin di jalan utama Kota Shaddadi. Pertempuran ini melibatkan tentara AS dan suku Arab Al-Mahasin.

“Sebab utama pertempuran ini adalah kematian satu keluarga anggota suku akibat terkena artileri yang bersumber dari pangkalan AS di daerah tersebut,” jelas Hash, seperti dilansir Arabi21.com, Selasa.

Tewasnya satu keluarga itu, lanjut Hash, menyulut demonstrasi besar-besaran di dalam kota. Selain memprotes tewasnya satu keluarga, warga juga mengecam kebijakan Partai Unit Demokratik Kurdi (sekutu AS) yang menguasai seluruh sumber daya minyak di wilayah tersebut.

Massa membawa poster yang berisi mendesak milisi Kurdi itu pergi dan menyerahkan kontrol kota kepada warga lokal. Mereka juga meneriakkan yel-yel anti milisi Kurdi PYD. Aksi massa itu ditanggapi dengan tembakan senjata tajam kea rah demonstran dan serangan artileri ke pemukiman warga.

Menurut Habs, tembakan senjata tajam dan artileri itu menyebabkan tiga warga terluka.

Aktivis lainnya, Jasim Al-Muhammad, mengungkapkan bahwa gempuran artileri dan senjata berat lainnya dilakukan dari dalam pangkalan AS. Ia menggambarkan, hal itu kejahatan dan tidak dibenarkan, khususnya karena tidak ada ISIS dalam serangan tersebut.

BACA JUGA  Pejuang Suriah Luncurkan Empat Operasi Serentak di Hama dan Lattakia

Ia menjelaskan bahwa insiden itu merupakan fenomena gunung es setelah suku-suku Arab kerap menderita pelanggaran dari koalisi AS dan milisi Kurdi.

Al-Muhammad mengungkapkan bahwa bentrokan yang terjadi melibatkan militer AS, bersamaan dengan demontrasi yang terjadi, bukti jelas bahwa diamnya warga dan suku lokal atas pelanggaran AS dan milisi sekutunya tidak akan lama.

Milisi Kurdi yang didukung AS mengontrol kota Shaddadi setelah berhasil mengalahkan ISIS. AS mendirikan pangkalan militer yang mampu menampung helikopter di ujung kota.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Perampok Ini Berhijrah Hingga Menjadi Ulama

Demikianlah orang yang tenggelam dalam taubat dan hijrah untuk memperbaiki diri. Sebelumnya dalam kubangan dosa, menjadi perampok yang ditakuti, kemudian hijrah menjadi seorang ulama dan ahli ibadah.

Rabu, 21/11/2018 05:06 0

Indonesia

Dua Syarat Ulama Boleh Berpolitik

Dua Syarat Ulama Boleh Berpolitik

Selasa, 20/11/2018 21:34 0

Indonesia

Bahaya Bila Ulama Disetir Penguasa

Ulama Adalah Pencetak Penguasa Baik, Bukan Disetir Penguasa

Selasa, 20/11/2018 19:55 0

Indonesia

Soal Pembunuhan Dufi, Komisi III DPR: Jika Direncanakan Pelaku Bisa Dihukum Mati

Kematian salah satu pekerja media bernama Abdullah Fithri Setiawan atau akrab disapa Dufi mengundang keprihatinan sejumlah  kalangan termasuk Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil.

Selasa, 20/11/2018 13:13 0

Indonesia

Wasekjen PKS Minta Polisi Ungkap Tuntas Kasus Pembunuhan Dufi

Wasekjen PKS Minta Polisi Ungkap Tuntas Kasus Pembunuhan Dufi

Selasa, 20/11/2018 13:02 0

Video Kajian

Ini Alasan Abu Jahal Enggan Mengucap Syahadat- Ust. Muhajirin Ibrahim, Lc.

KIBLAT.NET- Baru ini, banyak kalangan yang sensitif dengan kalimat tauhid atau kalimat syahadat. Jika menilik...

Selasa, 20/11/2018 11:43 0

Indonesia

Sekjen MUI: Politisi Sekuler yang Larang Bawa Agama ke UU

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan bahwa peraturan perundang-undangan di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan agama. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nilai agama harus dimasukkan dalam peraturan daerah.

Selasa, 20/11/2018 11:09 0

Indonesia

Indonesia Dinilai Rawan Konflik Jika Umat Islam Tidak Mayoritas 

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Pusat, Buya Anwar Abbas memberi perhatian pada isu pemurtadan di Indonesia, Menurutnya, jika persentase umat Islam terus menurun, akan terjadi konflik. 

Selasa, 20/11/2018 09:47 0

Tarbiyah Jihadiyah

Kunci Kesuksesan Itu Bernama Sabar

Allah ta’ala akan membuka berbagai jalan kemudahan serta mendatangkan kemenangan bagi mereka yang bersabar.

Senin, 19/11/2018 19:50 0

Indonesia

Cegah Pemurtadan dengan Maksimalkan Koordinasi Lembaga Filantropi

Komisi Dakwah Khusus MUI Akan Maksimalkan Koordinasi Lembaga Filantropi

Senin, 19/11/2018 19:28 0

Close