... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Kembali Gelar Perundingan Awal dengan AS

Foto: Rombongan delegasi Taliban saat menghadiri negosiasi damai dengan pemerintah beberapa tahun lalu. Negosiasi itu gagal

KIBLAT.NET, Doha – Gerakan Taliban, Senin (19/11), mengkonfirmasi bahwa sejumlah pemimpinnya bertemu dengan para pejabat AS pekan lalu untuk membicarakan solusi damai di Afghanistan. Tidak ada kesepakatan yang tercapai pada “masalah apa pun” dalam pertemuan tersebut.

“Pejabat senior Taliban bertemu dengan delegasi AS tingkat tinggi pada tanggal 14, 15 dan 16 November,” kata pernyataan juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, melalui pesan Whatsapp seperti dilansir AFP pada Senin.

Mujahid menjelaskan, pembicaraan awal telah digelar dan tidak ada kesepakatan yang dicapai untuk masalah apa pun. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menerima kesepakatan yang bertentangan dengan prinsip agama.

“Kami ingin meyakinkan Mujahidin dan negara Muslim bahwa perwakilan Imarah Islam tidak akan pernah menerima apapun yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam,” tegas Mujahid.

Amerika Serikat belum mengkonfirmasi informasi tersebut. Utusan khusus AS ke Afghanistan, Zalmay Khalilzad, pada Ahad malam lalu menyatakan “optimisme yang hati-hati” bahwa kesepakatan damai bisa dicapai menjelang pemilihan presiden Afghanistan yang dijadwalkan pada 20 April.

Khalilzad mengunjungi Kabul untuk putaran kedua pembicaraan regional dengan pejabat pemerintah Afghanistan dalam rangka mengoordinasikan upaya mengakhiri konflik.

Pada pertemuan Senin, Khalilzad mengatakan kepada Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bahwa “dasar untuk pembicaraan di antara warga Afghanistan sekarang lebih siap dari sebelumnya.”

Pertemuan kedua antara Taliban dan Amerika Serikat dilakukan dalam beberapa bulan, ketika gerakan Taliban meningkatkan serangannya terhadap pasukan keamanan Afghanistan. Korban di barisan pasukan pemerintah telah mencapai tingkat belum pernah terjadi sebelumnya.

BACA JUGA  Lagi, NATO Umumkan Tentara AS Tewas di Afghanistan

Sejak awal 2015, jumlah korban tewas pasukan dan pasukan polisi Afghanistan telah mencapai 30.000, menurut presiden Afghanistan yang diumumkan bulan ini. Angka ini melebihi angka yang diumumkan sebelumnya.

“Saya berharap Taliban dan warga Afghanistan lainnya akan menetapkan tenggat waktu untuk perjanjian perdamaian pra-pemilihan,” kata Khalilzad kepada media Afghanistan, Ahad, tanpa menyebut pertemuan kedua dengan Taliban.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tarbiyah Jihadiyah

Kunci Kesuksesan Itu Bernama Sabar

Allah ta’ala akan membuka berbagai jalan kemudahan serta mendatangkan kemenangan bagi mereka yang bersabar.

Senin, 19/11/2018 19:50 0

Indonesia

Cegah Pemurtadan dengan Maksimalkan Koordinasi Lembaga Filantropi

Komisi Dakwah Khusus MUI Akan Maksimalkan Koordinasi Lembaga Filantropi

Senin, 19/11/2018 19:28 0

Artikel

Rahasia Nama Bulan-bulan dalam Islam: Refleksi Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulud adalah nama bulan yang ada dalam kalender jawa Islam yang menempati urutan ketiga, atau nama bulan ini dalam kalender Islam disebut dengan Rabiul Awal. Sedangkan tahun gajah adalah tahun yang tidak bisa dilepaskan dengan peristiwa pasukan abrahah berkendaraan gajah dan ingin menghancukan Ka’bah.

Senin, 19/11/2018 18:46 0

Indonesia

Jadi Korban Pembunuhan, Dufi Dikenal Rajin Beribadah

Jadi Korban Pembunuhan, Dufi Dikenal Rajin Beribadah

Senin, 19/11/2018 18:06 0

Indonesia

Muhammadiyah: Jangan Paradoks, Suarakan Ukhuwah Tapi Bersikap Menang Sendiri

Jangan sampai terjadi paradoks, di ruang publik menyuarakan ukhuwah dan gotong royong, tetapi dalam praktik menampilkan sikap menang sendiri

Senin, 19/11/2018 17:41 0

Indonesia

PKS: Perda Agama untuk Menjaga Ketertiban Masyarakat, Apa Ini yang PSI Tolak?

Sikap politik PSI itu, kata Anggota Komisi I DPR ini, sebagai bentuk phobia agama yang bisa saja bertendensi memisahkan nilai-nilai agama dalam laku kehidupan berbangsa dan bernegara.

Senin, 19/11/2018 17:13 0

Indonesia

Sekjen MUI Ungkap Cara Pemurtadan Berkedok Bantuan

Buya Abbas menyebutkan, tindakan seperti ini akan menimbulkan ketegangan di masyarakat. Jika terus dibiarkan, maka akan mengganggu stabilitas negara.

Senin, 19/11/2018 16:35 0

Indonesia

Dufi Pria Tewas dalam Tong Ternyata Marketing Freelance TV Muhammadiyah

Seorang mantan wartawan, Abdullah Fithri Setiawan ditemukan meninggal dunia dan jasadnya ditemukan di dalam sebuah tong di Narogong, Bogor

Senin, 19/11/2018 16:02 0

Indonesia

Adian Husaini: Ulama Rusak Karena Cinta Harta dan Kedudukan

"Rakyat rusak karena penguasa rusak, penguasa rusak karena ulama rusak, ulama rusak karena cinta harta dan kedudukan."

Senin, 19/11/2018 15:10 0

Indonesia

Misionaris Gunakan Celah Ekonomi untuk Memurtadkan

Selain terkait ekonomi, Buya Abbas juga berharap ada perbaikan dalam hal pendidikan. Hal itu untuk membentengi akidah orang Islam. 

Senin, 19/11/2018 13:58 0

Close