... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Kunci Kesuksesan Itu Bernama Sabar

KIBLAT.NET – Ketika Firaun berkuasa, bani Israel benar-benar dihinakan, mereka hidup sebagai warga kelas bawah yang statusnya disetarakan dengan budak belian. Konon ketika ada seorang Qibthi hendak membawa barang bawaan, alih-alih mencari kuda atau keledai, mereka malah memanggil salah seorang di antara bani Israel untuk mengangkat dan memikulnya.

Kondisi tersebut berlangsung cukup lama hingga kedatangan seorang Musa ‘alaihissalam di tengah-tengah mereka. Dengan penuh kesabaran Musa ‘alaihissalam membimbing mereka untuk mengenal tauhid serta menjadikan kalimat “Laa Ilaaha illallaah” sebagai fondasi keyakinan mereka.

Allah ta’ala pun menceritakan kondisi bani Israel dalam firman-Nya:

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

“Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.” (QS. Al A’raf: 137)

Allah ta’ala memberikan kekuasaan kepada Bani Israel, dikarenakan kesabaran mereka. Huruf ba’ pada kalimat bima shobaruu merupakan ba’ sababiyah, artinya: disebabkan kesabaran yang mereka miliki, maka Allah memberi kekuasaan kepada mereka di muka bumi, dan mewariskan kepada mereka negeri yang telah diberkahi; Palestina.

Bani Israel memasuki negeri tersebut sepeninggal Musa ‘alaihissalam, mereka memasukinya bersama Dawud ‘alaihissalam dan Sulaiman ‘alaihissalam. Mereka pun memerintah Palestina dengan dasar tauhid. Dengan kalimat tauhid pula, bani Israel berhak mewarisi Mesir setelah Firaun ditenggelamkan oleh Allah ta’ala karena menindas serta melalimi ahli tauhid.

BACA JUGA  Makanan yang Halal, Sebab Diterimanya Amal

Satu pelajaran yang bisa dipetik dari sepenggal kisah bani Israel di atas; bahwa Allah telah mengumumkan busyro atau kabar gembira bagi siapapun yang bersabar dalam kehidupannya dan tidak pernah berhenti menaruh sebuah harapan besar, bahwa Allah ta’ala akan membuka berbagai jalan kemudahan serta mendatangkan kemenangan bagi mereka.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

يَوَدُّ أَهْلُ العَافِيَةِ يَوْمَ القِيَامَةِ حِيْنَ يُعْطَى أَهْلُ البَلَاءِ الثَوَابَ لَوْ أَنَّ جُلُوْدَهُمْ كَانَتْ قُرِضَتْ فِيْ الدُّنْياَ بِالمَقَارِيضِ

“Ketika ahlul bala’ menerima pahala pada hari kiamat, ahlul ‘afiyah sangat menginginkan seandainya kulit mereka dipotong-potong dengan gunting.” (HR. At Tirmidzi)

Ahlul bala’ adalah sebutan bagi mereka yang ketika hidup di dunia banyak mendapatkan cobaan dari Allah ta’ala. Dalam sebuah hadits hasan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menceritakan bahwa ahlul bala’ memasuki surga tanpa melewati proses hisab, maka ahlul ‘afiyah atau orang-orang yang tidak banyak mendapat cobaan semasa hidupnya pun bertanya, “Apa gerangan dengan kalian, sehingga amal perbuatan kalian tidak dihisab?”. Mereka menjawab, “Dahulu kami bersabar dalam menghadapi cobaan dan ridha dengan ketentuan-Nya.” Maka ahlul ‘afiyah pun berangan-angan seandainya dulu di kehidupan dunia kulit mereka dipotong-potong dengan gunting, mereka pun akan ridha dengan cobaan tersebut.

Dalam sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menceritakan bahwa di hari kiamat kelak datanglah seorang yang ketika di dunia hidupnya bergelimang kenikmatan, lalu dia dicelupkan ke neraka dengan satu kali celupan, kemudian dia ditanya, “Hai fulan, apakah kamu pernah merasakan kesenangan?” Dia menjawab, “Tidak, aku belum pernah sekalipun mengecap kesenangan.”Kemudian didatangkan seorang yang ketika di dunia hidupnya paling sengsara dan paling sering mendapat musibah. Lalu dia dicelupkan di surga dengan satu kali celupan, kemudian ditanya, “Hai fulan, apakah kamu pernah merasakan penderitaan?” Dia pun menjawab, “Tidak, aku sama sekali tidak pernah merasakan penderitaan apapun.”

BACA JUGA  Amanah Terhadap Harta Umat

Mari kita renungkan, cukup satu celupan di surga, seseorang lupa dengan segala macam penderitaan yang pernah dialaminya di dunia. Hanya dengan satu celupan, segala macam kesulitan dan musibah selama 60 tahun atau 70 tahun terlupakan begitu saja. Betapa rendahnya segala macam cobaan dunia ketika dihadapkan kenikmatan surga yang hakiki.

Allah ta’ala berfirman,

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133)

Maka sudah sepantasnya seorang muslim menjalani kehidupannya di dunia dengan kesabaran yang menyeluruh. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi larangan Allah, sabar dalam menerima ketentuan Allah, sabar dalam menjaga dan menggunakan nikmat Allah.

Baca halaman selanjutnya: Sabar Terhadap Sesuatu yang...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Cegah Pemurtadan dengan Maksimalkan Koordinasi Lembaga Filantropi

Komisi Dakwah Khusus MUI Akan Maksimalkan Koordinasi Lembaga Filantropi

Senin, 19/11/2018 19:28 0

Artikel

Rahasia Nama Bulan-bulan dalam Islam: Refleksi Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulud adalah nama bulan yang ada dalam kalender jawa Islam yang menempati urutan ketiga, atau nama bulan ini dalam kalender Islam disebut dengan Rabiul Awal. Sedangkan tahun gajah adalah tahun yang tidak bisa dilepaskan dengan peristiwa pasukan abrahah berkendaraan gajah dan ingin menghancukan Ka’bah.

Senin, 19/11/2018 18:46 0

Indonesia

Jadi Korban Pembunuhan, Dufi Dikenal Rajin Beribadah

Jadi Korban Pembunuhan, Dufi Dikenal Rajin Beribadah

Senin, 19/11/2018 18:06 0

Indonesia

Muhammadiyah: Jangan Paradoks, Suarakan Ukhuwah Tapi Bersikap Menang Sendiri

Jangan sampai terjadi paradoks, di ruang publik menyuarakan ukhuwah dan gotong royong, tetapi dalam praktik menampilkan sikap menang sendiri

Senin, 19/11/2018 17:41 0

Indonesia

PKS: Perda Agama untuk Menjaga Ketertiban Masyarakat, Apa Ini yang PSI Tolak?

Sikap politik PSI itu, kata Anggota Komisi I DPR ini, sebagai bentuk phobia agama yang bisa saja bertendensi memisahkan nilai-nilai agama dalam laku kehidupan berbangsa dan bernegara.

Senin, 19/11/2018 17:13 0

Indonesia

Sekjen MUI Ungkap Cara Pemurtadan Berkedok Bantuan

Buya Abbas menyebutkan, tindakan seperti ini akan menimbulkan ketegangan di masyarakat. Jika terus dibiarkan, maka akan mengganggu stabilitas negara.

Senin, 19/11/2018 16:35 0

Indonesia

Dufi Pria Tewas dalam Tong Ternyata Marketing Freelance TV Muhammadiyah

Seorang mantan wartawan, Abdullah Fithri Setiawan ditemukan meninggal dunia dan jasadnya ditemukan di dalam sebuah tong di Narogong, Bogor

Senin, 19/11/2018 16:02 0

Indonesia

Adian Husaini: Ulama Rusak Karena Cinta Harta dan Kedudukan

"Rakyat rusak karena penguasa rusak, penguasa rusak karena ulama rusak, ulama rusak karena cinta harta dan kedudukan."

Senin, 19/11/2018 15:10 0

Indonesia

Misionaris Gunakan Celah Ekonomi untuk Memurtadkan

Selain terkait ekonomi, Buya Abbas juga berharap ada perbaikan dalam hal pendidikan. Hal itu untuk membentengi akidah orang Islam. 

Senin, 19/11/2018 13:58 0

Video News

Zoom In: Inilah 5 Penemu Muslim yang Terlupakan!

Nomor empat benar-benar terlupakan.

Senin, 19/11/2018 13:02 0

Close