... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Putusan MA dalam Kasus Baiq Nuril Dinilai Merusak Rasa Keadilan Masyarakat

Foto: Mahkamah Agung

KIBLAT.NET, Jakarta – Setelah Mahkamah Agung mengeluarkan putusan kasasi dalam kasus Baiq Nuril, langkah hukum yang tersisa hanyalah peninjauan kembali. Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mengusulkan pemberian amnesti untuk wanita yang dijerat dengan Undang-undang ITE itu.

“Kalau upaya hukum peninjauan kembali (PK), nggak ada jalan lain. Tapi upaya apalagi selain pelayanan hukum, yang kami usulkan adalah amnesti,” kata Direktur ICJR Anggara Suwahju dalam konferensi pers di kantor LBH Pers Kalibata, Jakarta selatan, Jumat (16/11/2018).

Menurut Angga, presdien bisa memberikan amnesti untuk Nuril, yang dinilainya sebagai solusi terbaik dibandingkan dengan PK dan grasi. Pasalnya, peninjauan kembali mengharuskan Baiq Nuril untuk menjalani masa penahanan di lembaga pemasyrakatan. Begitu pula dengan grasi yang juga mensyaratkan pengakuan bersalah sebelum permohonan diajukan ke presiden.

“Tapi amnesty, Bu Nuril tidak perlu pergi ke lapas,” ujarnya.

Amnesti umumnya digunakan pada kasus politik. Tetapi, menurut Angga, tidak ada satupun undang-undang yang membatasi penerapan amnesti. Dia menilai pengampunan bisa diterapkan untuk kasus seperti yang melibatkan Nuril.

Dia menilai pemberian amnesti untuk Nuril bisa memulihkan kepercayaan masyarakat kepada hukum. Sebaliknya, jika presiden tidak mau memikirkan pertimbangan untuk memberikan pengampunan, maka kepercayaan masyarakat terhadap hukum akan semakin tergerus.

Angga menilai putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Mataram dan menyatakan Baiq Nuril bersalah telah merusak akal sehat. Menurutnya, putusan hukuman pidana penjara enam bulan dan denda Rp500 juta untuk Baiq ajuga telah merusak keadilan masyarakat dan keadilan hukum itu sendiri.

BACA JUGA  Sembilan Tahanan Ricuh 21-22 Mei Bebas, BHF: Mereka Bukan Kriminal

“Kalau keadilan hukum dirusak plus merusak rasa keadilan masyarakat, masyarakat akan semakin tidak percaya terhadap institusi penegak hukum,” tandasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Menjawab Orasi Politik Grace Natalie

Perda Syariah adalah perda yang bermuatan nilai-nilai Syariah, termasuk di dalamnya keadilan dan kesetaraan.

Sabtu, 17/11/2018 15:05 0

Iran

Jaisyul Adl Bebaskan Lima Tentara Iran yang Ditawan

Lima tentara tersebut merupakan bagian dari 12 tentara yang diculik di perbatasan dengan Pakistan.

Sabtu, 17/11/2018 14:51 0

Tazkiyah

Doa dan Zikir Ketika Berada dalam Perjalanan

Hampir semua manusia pernah melakukan perjalanan, baik jarak dekat maupun jauh. Nah Islam memberikan tuntunan zikir dan doa ketika seorang muslim melakukan safar

Jum'at, 16/11/2018 20:09 0

Opini

Sekilas Tentang Khilafah yang Kalian Benci Setengah Mati Itu

Tahun politik di era percepatan komunikasi menjadi padanan yang terkadang mengerikan,

Jum'at, 16/11/2018 19:46 0

Iran

Iran dan Turki Perkuat Hubungan Dagang di Tengah Sanksi AS

Davut Behbudi, kepala Organisasi Perencanaan dan Administrasi Tabriz mengatakan hubungan perdagangan antara Iran dan Turki sangat mendalam.

Jum'at, 16/11/2018 16:29 0

Artikel

Ketika Bro and Sis PSI Ikut Mengusung Politik Islamophobia

Bagi umat Islam kita tidak perlu terjebak dalam permainan politik elektoral ala partai pengusung “Politik Sekular-Islamophobia” ini. Permainan keresahan, kebencian ini semata demi mendongkrak elektabilitas mereka, semakin ramai, semakin naik pamor mereka. Meski menaiki ombak yang memecah belah masyarakat.

Jum'at, 16/11/2018 14:36 0

China

China Luncurkan Kampanye Non-Halal di Wilayah Xinjiang

Pemerintah China telah meluncurkan kampanye melawan produk halal di wilayah Xinjiang China untuk menghentikan aktivitas Islam yang menembus kehidupan sekuler dan memicu "ekstremisme".

Jum'at, 16/11/2018 14:23 0

Suriah

Bashar Assad Sahkan RUU Pengawasan terhadap Para Ulama

Presiden Suriah Bashar Assad telah menandatangani RUU baru yang memperluas kekuasaan sebuah kementerian pemerintah yang mengawasi urusan agama (wakaf) dan membatasi istilah ulama terkemuka di negara itu.

Jum'at, 16/11/2018 13:48 0

Asia

Hendak Dipulangkan, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Menghilang

Pemerintah Bangladesh mengakui bahwa mereka tidak akan dapat secara sukarela memulangkan pengungsi Rohingya ke Myanmar seperti yang direncanakan.

Jum'at, 16/11/2018 10:15 0

Profil

Maulana Samiul Haq, The Father Of Taliban

"Beri mereka waktu satu tahun saja dan mereka akan membuat seisi Afghanistan bahagia...Seluruh Afghanistan akan menyatu dengan mereka...Setelah orang Amerika pergi, semua itu akan terjadi dalam kurun waktu satu tahun.” Itulah pernyataan Samiul Haq ketika diwawancara oleh media Barat. Beliau juga dikenal sebagai Father Of Taliban. Beberapa waktu yang lalu, kita dikejutkan oleh pembunuhan terhadap salah seorang ulama terkenal Pakistan. Ulama ini disebut Barat sebagai Father Of Taliban.

Kamis, 15/11/2018 20:00 0

Close