... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

LBH Pers Sebut UU ITE Bermasalah Sejak Awal

Foto: Koordinator Advokasi LBH Pers Ade Wahyudin

KIBLAT.NET, Jakarta – Pasca mencuatnya kasus Baiq Nuril, LBH Pers menegaskan Undang-undang ITE sejak awal memang bermasalah. Setidaknya, ada tiga pasal yang berpotensi mengancam kebebasan berekspresi masyarakat.

Koordinator Advokasi LBH Pers Ade Wahyudin mengatakan Undang-undang ITE sering digunakan dalam konteks memberangus kebebasan berekspresi. “Sehingga sangat sering ditemukan masyarakat berkomentar di media sosial akhirnya masuk kedalam penjara karena mereka memang dianggap menghina atau mencemarkan nama baik,” ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor LBH Pers, Kalibata, Jakarta Selatan, Jum’at (26/11/2018).

Ade menuturkan sejak awal dibentuk 2008, pihaknya bersama Koalisi Kebebasan Pers terus melakukan pemantauan terhadap Undang-undang ITE. Ada sejumlah bagian dalam aturan itu yang harus diperbaiki. Karenanya, DPR dan pemerintah akhirnya didesak untuk melakukan revisi.

Rupanya revisi pada 2016 tak dilakukan menyeluruh pada Undang-undang ITE. Menurut Ade, masih banyak problem-problem mendasar dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik, yang tidak terselesaikan.

Setidaknya ada tiga pasal bermasalah dalam UU ITE meski telah dilakukan revisi, yaitu Pasal 27 ayat (1), Pasal 27, dan Pasal 28 ayat (2). Pasal 27 ayat (1) menyebutkan Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Isi Pasal 27 ayat 3 adalah Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Pasal 28 ayat (2) berbunyi, Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Didalam revisi itu 27 ayat (3) ITE itu hanya mengurangi nilai penjara saja, yang awalnya 6 tahun kemudian menjadi 4 tahun,” kata Ade.

BACA JUGA  Tak Ditahan, Ustadz Rahmat Baequni Kena Wajib Lapor

Menurutnya, pasal 27 ayat (3) UU ITE sering dijadikan sebagai alat pembungkaman kebebasan berekspresi. Ade menyebut kerugian yang dialami oleh masyarakat dalam tiga pasal itu bukan hanya karena persoalan implementasi.

“Tapi soal hukumnya yang memang dari awal bermasalah sehingga saat ini Bu Nuril sudah menjadi korban dan menjadi korban lagi. Jadi korbannya sangat bertubi-tubi,” tukasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tazkiyah

Doa dan Zikir Ketika Berada dalam Perjalanan

Hampir semua manusia pernah melakukan perjalanan, baik jarak dekat maupun jauh. Nah Islam memberikan tuntunan zikir dan doa ketika seorang muslim melakukan safar

Jum'at, 16/11/2018 20:09 0

Opini

Sekilas Tentang Khilafah yang Kalian Benci Setengah Mati Itu

Tahun politik di era percepatan komunikasi menjadi padanan yang terkadang mengerikan,

Jum'at, 16/11/2018 19:46 0

Iran

Iran dan Turki Perkuat Hubungan Dagang di Tengah Sanksi AS

Davut Behbudi, kepala Organisasi Perencanaan dan Administrasi Tabriz mengatakan hubungan perdagangan antara Iran dan Turki sangat mendalam.

Jum'at, 16/11/2018 16:29 0

Artikel

Ketika Bro and Sis PSI Ikut Mengusung Politik Islamophobia

Bagi umat Islam kita tidak perlu terjebak dalam permainan politik elektoral ala partai pengusung “Politik Sekular-Islamophobia” ini. Permainan keresahan, kebencian ini semata demi mendongkrak elektabilitas mereka, semakin ramai, semakin naik pamor mereka. Meski menaiki ombak yang memecah belah masyarakat.

Jum'at, 16/11/2018 14:36 0

China

China Luncurkan Kampanye Non-Halal di Wilayah Xinjiang

Pemerintah China telah meluncurkan kampanye melawan produk halal di wilayah Xinjiang China untuk menghentikan aktivitas Islam yang menembus kehidupan sekuler dan memicu "ekstremisme".

Jum'at, 16/11/2018 14:23 0

Suriah

Bashar Assad Sahkan RUU Pengawasan terhadap Para Ulama

Presiden Suriah Bashar Assad telah menandatangani RUU baru yang memperluas kekuasaan sebuah kementerian pemerintah yang mengawasi urusan agama (wakaf) dan membatasi istilah ulama terkemuka di negara itu.

Jum'at, 16/11/2018 13:48 0

Asia

Hendak Dipulangkan, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Menghilang

Pemerintah Bangladesh mengakui bahwa mereka tidak akan dapat secara sukarela memulangkan pengungsi Rohingya ke Myanmar seperti yang direncanakan.

Jum'at, 16/11/2018 10:15 0

Profil

Maulana Samiul Haq, The Father Of Taliban

"Beri mereka waktu satu tahun saja dan mereka akan membuat seisi Afghanistan bahagia...Seluruh Afghanistan akan menyatu dengan mereka...Setelah orang Amerika pergi, semua itu akan terjadi dalam kurun waktu satu tahun.” Itulah pernyataan Samiul Haq ketika diwawancara oleh media Barat. Beliau juga dikenal sebagai Father Of Taliban. Beberapa waktu yang lalu, kita dikejutkan oleh pembunuhan terhadap salah seorang ulama terkenal Pakistan. Ulama ini disebut Barat sebagai Father Of Taliban.

Kamis, 15/11/2018 20:00 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Tegaknya Keadilan, Tujuan Utama Syariat Islam

Khutbah Jumat: Tegaknya Keadilan, Tujuan Utama Syariat Islam

Kamis, 15/11/2018 15:10 0

Amerika

Gadis Muslimah 10 Tahun Dapat Surat Kaleng, Isinya: Kamu Seorang Teroris!

Gadis muslimah berusia 10 tahun menemukan dua catatan tulisan tangan berisi ancaman di kamar kecilnya di sebuah sekolah dasar, sebelah barat Boston.

Kamis, 15/11/2018 15:02 0

Close