... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bashar Assad Sahkan RUU Pengawasan terhadap Para Ulama

Foto: Menteri Wakaf Suriah Dr. Mohammed Abdul Sattar dan Presiden Bashar Assad.

KIBLAT.NET, Damaskus – Presiden Suriah Bashar Assad telah menandatangani RUU baru yang memperluas kekuasaan sebuah kementerian pemerintah yang mengawasi urusan agama (wakaf) dan membatasi istilah ulama terkemuka di negara itu.

Draf RUU ditandatangani Assad pada hari Jumat (16/11/2018). RUU diubah oleh parlemen bulan ini setelah memicu kontroversi di kalangan warga Suriah di dalam dan di luar negeri.

Undang-undang baru memberikan kekuatan tambahan kepada kementerian wakaf di Suriah. Secara khusus, Menteri Wakaf akan memiliki peran dalam mengangkat mufti berikutnya.

Mufti sebelumnya telah ditunjuk oleh presiden, seperti halnya dengan mufti Ahmed Badreddin Hassoun saat ini, yang ditunjuk oleh Assad pada tahun 2004. Undang-undang baru juga dapat mengganti mufti dalam periode tiga tahun, di mana sebelumnya tidak terbatas.

“Menteri Wakaf sekarang akan mengawasi sekolah-sekolah agama, kepala dewan syariah, dan mengatur program keagamaan,” demikian menurut laporan France24, mengutip media pemerintah.

Undang-undang baru itu juga menetapkan bahwa para imam tidak diizinkan untuk bepergian ke luar Suriah atau menghadiri konferensi apa pun. Bahkan di dalam negeri tanpa izin Menteri Wakaf.

“Ini dalam rangka melarang pengkhotbah dan instruktur agama dari ‘memicu perselisihan sektarian’ atau ‘mengambil keuntungan dari platform keagamaan untuk tujuan politik’,” kata Kementerian.

Undang-undang itu telah memicu kontroversi bulan ini, dengan banyak yang mengatakan negara itu melampaui batas ke dalam urusan agama. Yang lain mengatakan itu adalah cara untuk mengatur wacana keagamaan untuk “memerangi ekstremisme.”

BACA JUGA  Pulangkan Warganya di Suriah, Malaysia Gandeng Intelijen Asing

Dalam wawancara televisi baru-baru ini, Menteri Wakaf saat ini, Mohammad Abdulsattar al-Sayyed menggambarkannya sebagai “pencapaian besar”. “Ini adalah pertama kalinya ada undang-undang yang mengeluarkan kontrol dan standar untuk pekerjaan agama dan kondisi untuk menunjuk imam dan pengkhotbah,” katanya.

Namun seorang pengacara Suriah mengatakan kepada AFP bahwa undang-undang itu merupakan perluasan kendali negara yang mengkhawatirkan.

Menteri Wakaf sekarang dapat ikut campur tangan dalam kegiatan yang tidak terkait dengan administrasi kementerian,” kata pengacara, berbicara dengan syarat anonim.

Sumber: France24
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Eks Ketua BAIS: Orang Berpikiran Radikal Jangan Dianggap Teroris

Alumnus Akademi Angkatan Laut tahun 1978 ini menegaskan, pemikiran radikal bukanlah barang baru, melainkan hanya perbedaan pendapat yang ekstrem.

Jum'at, 16/11/2018 10:40 0

Indonesia

Kasus Tabrak Mati Iwan Andranacus Dinilai Penuhi Unsur Pasal Pembunuhan Berencana

Kasus Tabrak Mati Iwan Andranacus Dinilai Penuhi Unsur Pasal Pembunuhan Berencana

Jum'at, 16/11/2018 05:58 0

Indonesia

Ketua MK Contohkan Umar bin Khattab dalam Ketegasan Penegakan Hukum

Ketua MK Contohkan Umar bin Khattab dalam Ketegasan Penegakan Hukum

Kamis, 15/11/2018 21:08 0

Indonesia

Pengacara Bantah Keluarga Eko Prasetyo Damai dengan Bos Cat Pelaku Tabrak Mati

Pengacara Bantah Keluarga Eko Prasetyo Damai dengan Bos Cat Pelaku Tabrak Mati

Kamis, 15/11/2018 20:50 0

Indonesia

Ada Agenda Parade Tauhid dalam Reuni 212 Jilid 2

Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma'arif mengungkapkan bahwa akan ada parade tauhid di reuni 212 jilid 2. Ia menegaskan bahwa parade ini untuk mensosialisasikan pentingnya kalimat tauhid.

Kamis, 15/11/2018 20:30 0

Profil

Maulana Samiul Haq, The Father Of Taliban

"Beri mereka waktu satu tahun saja dan mereka akan membuat seisi Afghanistan bahagia...Seluruh Afghanistan akan menyatu dengan mereka...Setelah orang Amerika pergi, semua itu akan terjadi dalam kurun waktu satu tahun.” Itulah pernyataan Samiul Haq ketika diwawancara oleh media Barat. Beliau juga dikenal sebagai Father Of Taliban. Beberapa waktu yang lalu, kita dikejutkan oleh pembunuhan terhadap salah seorang ulama terkenal Pakistan. Ulama ini disebut Barat sebagai Father Of Taliban.

Kamis, 15/11/2018 20:00 0

Indonesia

Panitia Reuni 212: Polisi Wajib Mengamankan, Bukan Menghalangi

“Saya perlu ingatkan kepolisan tidak boleh berlebihan. Sebab seperti ini, dua tahun yang lalu juga terjadi, dianggap akan membuat kegaduhan, akan ada kisruh dan lain sebagainya, tapi terbukti 212 aksi super damai,” kata Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif.

Kamis, 15/11/2018 19:01 0

Indonesia

Reuni 212 Jilid 2, Panitia Telah Koordinasi dengan Polisi

Persaudaraan Alumni (PA) 212 menjadi penanggung jawab Reuni 212 Jilid 2 yang akan digelar di Monas 2 Desember 2018

Kamis, 15/11/2018 17:38 0

Indonesia

ASEAN Tak Sepakat Hentikan Krisis Rohingya

ASEAN Tak Sepakat Hentikan Krisis Rohingya

Kamis, 15/11/2018 17:01 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Tegaknya Keadilan, Tujuan Utama Syariat Islam

Khutbah Jumat: Tegaknya Keadilan, Tujuan Utama Syariat Islam

Kamis, 15/11/2018 15:10 0

Close