Taliban: Pertempuran Jaguri dan Malistan untuk Hukum Milisi Syiah Hazara

KIBLAT.NET, Ghazni – Juru bicara Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid, Rabu (14/11), menegaskan bahwa pertempuran yang digulirkan pejuangnya di kota minoritas Syiah Hazara di provinsi Ghazni bukan untuk memerangi etnis tersebut. Perang ini diluncurkan untuk memerangi pendukung pemerintah boneka Barat.

“(Syuja’i) mendapat dukungan dari pemerintah. Oleh karenanya, kami memeranginya dan memerangi pemerintah yang mendukungnya. Kami akan menghukumnya atas kejahatan-kejahatannya,” tegas Taliban dalam pernyataan seperti dilansir Reuters Arabic.

Hakim Syuja’I merupakan pemimpin lokal sekaligus pemimpin milisi etnis Syiah Hazara. Ia paling bertanggung jawab atas pembantaian terhadap etnis Pushtun yang berkeyakinan Sunni di provinsi Uruzgan, tetangga provinsi Ghazni, pada awal November lalu.

Taliban meluncurkan serangan ke kota Jaguri dan Malistan, dua kota yang dihuni etnis Syiah Hazara, setelah insiden pembantaian di Uruzgan. Kemajuan terus diraih di tengah banyaknya jatuh korban milisi dan pasukan pemerintah.

Reuters mengatakan, Taliban merebut ratusan lokasi luas di Jaguri dan Malistan. Dua kota tersebut berhasil diisolir sehingga menyebabkan penghuninya memilih mengungsi.

Sumber pejabat di dua kota itu mengaku, lebih dari 7.000 orang melarikan diri menuju Ghazni dan Bamiyan. Ia juga mengklaim sebanyak 3.000 rumah dihancurkan.

Seorang warga Syiah Hazara yang turut mengungsi dari Jaguri, Muhammad Ali, mengatakan bahwa Taliban membakar rumah komandan polisi Jaguri dan membunuhnya. Pasar ditutup sehingga tak ada makanan, obat, listrik. “Karena itu kami mengungsi,” ujarnya.

Sebanyak 50 anggota pasukan khusus pemerintah dilaporkan tewas selama pertempuran di dua kota tersebut. Di sisi lain, para pejabat daerah menganggap pemerintah pusat mengabaikan mereka dengan tidak mengirim kekuatan untuk menghadap serangan Taliban.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat