... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Suntikan Dana Tak Sesuai Janji, Pasukan Aliansi Afrika Kesulitan Hadapi Jihadis

Foto: Wilayah Sahel Afrika

KIBLAT.NET, New York – Perserikatan Bangsa-bangsa mengatakan, Rabu (14/11), negara donor internasional hanya memberikan dana yang dijanjikan untuk pasukan aliansi negara-negara Afrika Barat “anti-teror” kurang dari setengahnya. Hal itu menghambat kerja pasukan aliansi di tengah semakin meluasnya kerusuhan.

Sebanyak 50 negara—termasuk AS, Jepang dan Norwegia—, dalam konferensi memerangi “terorisme” di Afrika yang digelar Februari awal tahun ini berjanji memberi bantuan dana sebesar 415 juta euro (470 juta dolar) untuk pasukan gabungan negara-negara Sahel Afrika. Negara-negara tersebut adalah, Mali, Niger, Chad, Burkina Faso dan Mauritania. Pasukan ini dibentuk untuk menghadapi jihadis yang semakin kuat di kawasan tersebut.

Akan tetapi, pasukan koalisi itu menghadapi kesulitan untuk memulai operasi. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterich, mengatakan dalam laporan 12 November kepada Dewan Keamanan PBB bahwa hanya 45,9 persen dari dana yang dijanjikan itu telah dibayar atau dialokasikan untuk pengadaan.

“Harus ada pengkajian ulang dalam mekanisme dukungan dan pendanaan,” kata Guterich seperti dilansir Reuters.

Para pejabat dan diplomat menambahkan bahwa pasukan gabungan lima negara tersebut terhambat oleh banyak masalah di antaranya lemahnya koordinasi di tengah merosotnya keamanan di wilayah perbatasan antara Mali, Niger dan Burkina Faso.

“Penyebaran rasa tidak aman dan terorisme di bagian lain wilayah itu, termasuk Burkina Faso timur, sangat mengkhawatirkan,” kata Guterich.

BACA JUGA  Uni Afrika Cabut Penangguhan Keanggotaan Sudan

Ia menambahkan bahwa serangan yang terjadi di Chad timur juga melihatkan para “teroris” mudah menembus perbatasan negara.

Sejumlah kelompok jihadis yang berafiliasi dengan Organisasi Al-Qaidah dan Daulah Islamiyah (ISIS) aktif di kawasan Sahel. Mereka kerap meluncurkan operasi lintas batas sehingga memicu ketakutan rezim di kawasan itu.

Pasukan koalisi lima negara tersebut dibentuk dan difasilitasi oleh Prancis. Paris sendiri merasa memiliki andil besar di kawasan karena negara-negara tersebut wilayah jajahannya.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jika Dipulangkan, Rohingya Harus Mendapat Jaminan Hak Warga Negara

Marzuki menyebut, sangat tidak bertanggung jawab jika repatriasi dipaksakan dalam waktu dekat dengan kondisi yang tidak memenuhi syarat.

Rabu, 14/11/2018 19:11 0

Indonesia

Hal Tragis Di Balik Pemulangan Pengungsi Rohingya dari Bangladesh

Hal Tragis Di Balik Pemulangan Pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar

Rabu, 14/11/2018 18:50 0

Indonesia

PSI Tolak Perda Agama, Wasekjen MUI: Bukti Dia Tolak Agama

"Siapapun tidak boleh menolak hal-hal yang mendorong diamalkannya agama yang resmi di NKRI," Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain

Rabu, 14/11/2018 18:37 0

Indonesia

Siswa “Keroyok” Guru di Kendal, Muhammadiyah: Sistem Pendidikan Perlu Dievaluasi

Siswa Keroyok Guru di Kendal, Muhammadiyah: Sistem Pendidikan Perlu Dievaluasi

Rabu, 14/11/2018 17:51 0

Indonesia

Gaza Kembali Dibombardir, PKS Serukan Aksi Global Hentikan Agresi Israel

Militer Israel kembali membombardir wilayah Gaza dalam dua hari ini yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan hancurnya ratusan rumah serta fasilitas publik termasuk stasiun TV Gaza.

Rabu, 14/11/2018 17:48 0

Indonesia

Ucapan Abu Janda Diduga Langgar UU ITE dan Penistaan Agama

Kuasa hukum pelapor Abu Janda, Habib Ali Alatas menegaskan bahwa Permadi Arya alias Abu Janda telah memenuhi unsur pidana dalam UU ITE dan penistaan agama. Sebab, Abu Janda telah menyebutkan bendera tauhid identik dengan terorisme.

Rabu, 14/11/2018 17:22 0

Indonesia

Sebut Bendera Tauhid Bendera Teroris, Abu Janda Dipolisikan

Alwi menegaskan bahwa kalimat tauhid haruslah ditinggikan dan disucikan dimanapun dia berada, termasuk bila dituliskan dalam bendera. Menurutnya, kalimat tauhid tidak boleh dihinakan dan direndahkan.

Rabu, 14/11/2018 16:01 0

Indonesia

KNSR: Pengungsi Rohingya Memilih Malaysia Karena Indonesia Kurang Simpati

KNSR: Pengungsi Rohingya Memilih Malaysia Karena Indonesia Tak Beri Simpati

Rabu, 14/11/2018 16:00 0

Indonesia

Praperadilan SP3 Kasus Sukmawati, HRS Sodorkan 8 Bukti 

Pengacara Azam Khan, Wisnu Rakadita mengungkapkan, setidaknya ada delapan bukti yang diajukan pemohon dalam praperadilan SP3 dugaan penistaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri.

Rabu, 14/11/2018 15:48 0

Opini

Hijrah Fest; Menangkap Dunia yang Berubah

Keberhasilan Hijrah Fest menghapus total kesan pengajian sebagai acara kuno, monoton, murahan, dan tua sejatinya tidak mengejutkan.

Rabu, 14/11/2018 15:10 0

Close