... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Maulana Samiul Haq, The Father Of Taliban

Foto: Maulana Samiul Haq, The Father Of Taliban (The Quint)

KIBLAT.NET – Segala bentuk perjuangan pasti akan menempuh jalan berliku. Terkadang jalan lurus membantang, tak sedikit halangan melintang. Harta dan nyawa pun menjadi taruhannya. Bagi seorang mukmin, semua itu bukanlah hambatan. Justru itu menjadi cambuk untuk lebih serius dan totalitas dalam perjuangan. Karena balasan Allah jelas bagi para pejuang dien-Nya, yaitu Jannah yang luasnya langit dan bumi.

Salah seorang ulama yang berjasa besar dalam pembentukan kader-kader mujahid Taliban baru saja mengalami sunnatulah itu. Jumat, 2 November 2018 sekitar pukul 7 malam, ada seseorang yang menyelinap ke rumahnya di kota Bahria, Rawalpindi. Penyelinap ini menusuk tubuh berkali-kali pewaris Madrasah Darul Ulum Haqqania ini sebelum ditembak. Pada akhirnya ia syahid walaupun sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, darah yang keluar terlalu banyak sehingga nyawanya tidak tertolong.

Sehari setelahnya, jenazahnya dikebumikan di pemakaman Darul Ulumuddin di Akora Khattak, kota kelahiran sang ulama. Ini adalah tragedi yang dapat menimpa siapapun terutama para pengemban dakwah dan mujahid fi sabilillah. Semakin tinggi sepak terjangnya dalam dakwah maka semaki tinggi pula cobaan dan hambatan yang akan diterima. Seperti ulama ini yang wafat di jalan-Nya, Ulama  asli Pakistan ini adalah Maulana Samiul Haq rahimahullah.

Maulana Samiul Haq, Bapak Ideologis Taliban

Kira-kira delapan dasawarsa yang lalu, ia dilahirkan. Tepatnya tanggal 18 Desember di kota Akora Khattak, sebuah provinsi yang berbatasan darat dengan India di sebelah barat laut (sekarang bernama Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan). Ayahnya adalah Maulana Abdul Haq, seorang akademisi lulusan Darul Ulum Deoband di India.

Tahun 1366 H/1946 M Samiul Haq memulai perjalanan pendidikannya di madrasah yang dibangun ayahnya, Darul Ulum Haqqania. Intelektualitas ayahnya menurun pada Samiul Haq, hingga ia mampu fasih berbahasa arab walaupun bahasa yang sering ia gunakan bahasa Urdu dan bahasa Pashto. Selain itu, ia juga menguasai ilmu fiqih, ushul fiqih, ilmu mantiq, nahwu sharaf, tafsir dan hadits.

Perjalanan pendidikan Samiul Haq hanya diketahui sampai di sini. Belum ada informasi terperinci tentang tahapan-tahapan pendidikan yang ia jalani selama hidup. Kelak ia memang akan mewarisi kepemimpinan ayahnya di madrasah Darul Ulum Haqqania.

Awal Kiprah dalam Perjuangan

Rekam jejaknya mulai terlihat ketika ia dipercaya oleh presiden Muhammad Ziaul Haq sebagai salah satu anggota majelis Syura yang dibentuk olehnya. Zia adalah salah satu pemimpin negara yang pernah dipuji oleh syaikh Abdullah Azzam di dalam tarbiyah jihadiyah.

Syaikh mengatakan bahwa kedua matanya tidak pernah melihat seorang pemimpin negara yang lebih utama dari pemimpin satu ini. Syaikh juga mengatakan bahwa dirinya belum pernah melihat seorang sosok pemimpin yang berbicara dengan hatinya atau saat ia menjawab (pertanyaan) dengan tetesan air matanya. Zia juga salah satu pemimpin Islam yang tegak membela mujahidin Afghanistan dan dengan berani mencela Rusia sebagai perusak kedamaian yang ada.

Saat itu memang Zia sedang melakukan islamisasi pemerintahan Pakistan dengan mengganti sistem parlemen dengan sistem majelis syura. Hampir seluruh anggota dewan Syura yang berada di bawah kepemimpinan Zia adalah para intelektual tinggi, cendikiawan, ulama dan jurnalis yang profesional. Majelis Dewan Syura ini bertindak sebagai Penasehat Presiden, yang mana sekitar 284 anggotanya diajukan langsung oleh presiden, sehingga tidak ada tempat lagi untuk menduduki dewan ini. Maulana Samiul Haq adalah salah satu ulama yang terpilih sebagai anggota dewan syura bentukan pemimpin shalih ini dari tahun 1983 hingga 1985.

BACA JUGA  Terungkap, Inilah Penyebab Gagalnya Teleconference Habib Rizieq Saat Reuni 212

Perannya juga berlanjut sebagai anggota senat Pakistan mewakili wilayahnya periode Februari 1985 sampai Maret 1997. Kemudian Maret 2003 sampai 2009. Senat Pakistan adalah adalah majelis tinggi dari lembaga legislatif Pakistan, dan bersama-sama dengan Majelis Nasional membentuk Parlemen Pakistan. Masing-masin provinsi diwakili oleh empat belas senator dan delapan senator dari suku-suku yang ada.

Sebagaimana yang telah disinggung di atas, Samiul Haq ditunjuk sebagai pengganti ayahnya sebagai pemimpin madrasah Darul Ulum Haqqania. Ia memegang amanah ini akhir hayatnya nanti. Putra Abdul Haq ini menjadi guru bagi sebagian besar para pimpinan Taliban (1996-2001), sebab mereka semua sebagian besar adalah anak didik Samiul Haq antara akhir tahun 1970 hingga tahun 1980-an. Karena itulah ia mempunyai hubungan yang dekat dengan Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar rahimahullah. Saking berpengaruhnya Samiul Haq di dalam Taliban, dirinya pernah ditunjuk sebagai utusan kesepakatan perdamaian antara Taliban dan pasukan NATO yang dipimpin AS ketika invasi ke Afghanistan.

Samiul Haq termasuk tokoh penting dalam kancah pergerakan di Pakistan. Selain pernah menjadi anggota senat, menjadi anggota dewan syura di bawah pimpinan presiden Zia, ia juga pernah menjadi ketua DPC (Difa-e-Pakistan Council). DPC adalah sebuah koalisi yang memayungi lebih dari 40 organisasi politik dan agama yang menganjurkan kebijakan konservatif seperti menutup pasokan bantuan kepada NATO masuk ke Afghanistan dan menolak keputusan pemerintah Pakistan mengabulkan putusan yang dikehendaki India. DPC lahir pada November 2011 dan Samiul Haq mulai menjalankan perannya sebagai ketua pada tahun 2012.

Masih dalam lingkup pemerintahan Zia, Samiul Haq dipercaya menjadi pemimpin JUI-S (Jamiat Ulama el-Islam Sami) yang mendukung presiden terpilih untuk menerapkan syariat Islam di Pakistan. JUI awalnya adalah satu kesatuan, lahir pada tahun 1945 sebagai wadah ideologi politik Sunni di Pakistan. Awalnya tahun 1980-an seluruh anggota JUI mendukung sikap politik Zia yang anti Soviet dan mendukung penuh jihad Afghanistan. Bahkan Zia mempermudah jalan JUI untuk membangun madrasah-madrasah yang menjadi cikal bakal munculnya kader-kader Taliban.

Pada tahun-tahun itu pula muncul dari dalam JUI, benih benih anti kepemimpinan Zia. Akan selalu ada orang-orang yang tidak suka dengan kepemimpinan yang sejalan dengan perjuangan Islam. Maka terpecahlah JUI menjadi dua yaitu JUI-F pimpinan Fazlurahman yang lebih aktif dalam kegiatan politik dan nasionalis. JUI-S yang dipimpin Maulana Samiul Haq yang tetap mendukung perjuangan Zia memberlakukan syariat Islam di Pakistan. Dan majelis syura yang dibentuk Zia kebanyakan dari anggota JUI-S.

Selama bertahun-tahun JUI-S berkomitmen mempertahankan prinsipnya untuk menegakkan syariah di Pakistan daripada JUI-F. JUI-S dominan ada di daerah Pakhtunkhwa sedangkan JUI-F di daerah Pashtun Balochistan. Kedua fraksi memiliki jaringan besar di madrasah dan masjid-masjid. Keduanya pula menjalankan lebih dari 65% madrasah yang tersebar di Pakistan. Sekitar 30.000 anak-anak pengungsi Afghan masuk ke dalam madrasah binaan keduai JUI dan sebagian besar dari mereka-lah yang bergabung dengan gerakan Taliban di Afghanistan.

Maka, sudah tepat jika Maulana Samiul Haq dikatakan sebagai “Father of Taliban” karena lewat madrasah-madrasah JUI-S lah para petinggi-petinggi Taliban dilahirkan.

BACA JUGA  Fenomena Riset Intoleran: Memata-matai dan Memvonis Umat Islam

Selain menjadi pimpinan Darul Ulum Haqqania, menjadi anggota senat Pakistan, anggota majelis syura, menjadi pimpinan JUI-S, Maulana Samiul Haq juga menjadi salah satu pendiri MMA (Muttahida Majlis-e-Amal). MMA adalah sebuah aliansi politik yang terdiri dari organisasi konservatif, Islam dan organisasi sayap kanan di Pakistan. Beberapa organisasi yang bergabung dalam aliansi ini adalah

  1. JUP (Jamiat Ulema-e-Pakistan)
  2. JUI-F pimpinan Fazlurahman
  3. JI (Jamaat e Islami) partai Islam dan para pengikut dari Abu A’la Al-Maududi
  4. TJP (Tehrik-e-Jafaria Pakistan) yang dipimpin oleh Allama Syed Sajid Ali Naqvi
  5. JUI-S pimpinan Maulana Samiul Haq

Tetapi Samiul Haq meninggalkan aliansi ini sebelum diadakannya pemilu 2008 dan tetap tidak bergabung walau pada tahun 2018 aliansi ini dibentuk kembali.

Itulah aktivitas Maulana Samiul Haq selama ini. Dengan gigihnya ia memperjuangkan Islam dan tegaknya syariat Islam lewat berbagai jalan pendidikan, dakwah dan pergerakan. Secara terperinci dirinya selalu mendukung apapun yang berkaitan syariat Islam di berbagai sektor seperti pemisahan jenis kelamin di lembaga pendidikan dan perkantoran, identitas hijab bagi muslimah di tempat umum, penghapusan kurikulum yang mengajarkan sekulerisme dan mendukung revolusi Islam untuk penegakan syariat Allah.

Salah satu bentuk dukungan dan loyalitas Maulana Samiul Haq untuk Taliban adalah saat ia didatangi oleh duta besar AS, Richard G Olson pada Juli 2013 untuk membahas situasi daerah.

Samiul Haq mengatakan,”Beri mereka waktu satu tahun saja dan mereka akan membuat seisi Afghanistan bahagia…Seluruh Afghanistan akan menyatu dengan mereka…Setelah orang Amerika pergi, semua itu akan terjadi dalam kurun waktu satu tahun.”

Ia menambahkan,”Selama mereka (Taliban) di sana, Afghan akan memiliki kebebasan untuk memperjuangkan kebebasannya, ini adalah perang untuk kebebasan dan tidak akan berhenti sampai para pendatang angkat kaki dari Afghanistan.”

Syahidnya Maulana Samiul Haq

Sebagaimana cita-cita Zia yang ingin memberlakukan syariat Islam membuat JUI pecah dan Zia meninggal dalam konspirasi kecelakaan pesawat. Samiul Haq pun mendapat perlakuan yang sama dari orang yang tidak suka dengan Islam.

Seperti yang telah ditulis di atas pada hari Jumat, 2 November 2018 sekitar pukul 7 malam, ada seseorang yang menyelinap ke rumahnya di kota Bahria, Rawalpindi.

Penyelinap ini menusuk tubuh berkali-kali pewaris Madrasah Darul Ulum Al-Haqqaniyah ini sebelum ditembak.Pada akhirnya ia wafat walaupun sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, darah yang keluar terlalu banyak sehingga nyawanya tidak tertolong.

Salah satu hikmah yang dapat kita ambil dari perjalanan hidup Maulana Samiul Haq adalah keteguhan prinsipnya dalam berjuang. Kemudian akhir hidup Samiul Haq juga memberikan kita pelajaran bahwa akan senantiasa ada orang-orang yang tidak suka dengan dakwah islamiyah. Mereka akan melakukan berbagai cara untuk menghentikan dakwah hingga sampai taraf menghilangkan nyawa.

Namun, itu bukanlah menjadi momok yang menakutkan bagi para aktivis dakwah dan mujahid. Karena ketika para pencari dunia mereka mengumpulkan harta dengan berbagai cara dan takut mati, para dai, ulama dan mujahid adalah sekumpulan manusia yang tidak akan ragu memberikan nyawanya untuk perjuangan fi sablillah. Wallahu a’lam bi shawab.

Penulis: Dhani El_Ashim
Editor: Arju

Sumber

  1. https://en.wikipedia.org
  2. https://www.pashtovoa.com
  3. https://www.aleqtisady.com
  4. https://ar.wikipedia.org

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Panitia Reuni 212: Polisi Wajib Mengamankan, Bukan Menghalangi

“Saya perlu ingatkan kepolisan tidak boleh berlebihan. Sebab seperti ini, dua tahun yang lalu juga terjadi, dianggap akan membuat kegaduhan, akan ada kisruh dan lain sebagainya, tapi terbukti 212 aksi super damai,” kata Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif.

Kamis, 15/11/2018 19:01 0

Indonesia

Reuni 212 Jilid 2, Panitia Telah Koordinasi dengan Polisi

Persaudaraan Alumni (PA) 212 menjadi penanggung jawab Reuni 212 Jilid 2 yang akan digelar di Monas 2 Desember 2018

Kamis, 15/11/2018 17:38 0

Indonesia

ASEAN Tak Sepakat Hentikan Krisis Rohingya

ASEAN Tak Sepakat Hentikan Krisis Rohingya

Kamis, 15/11/2018 17:01 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Tegaknya Keadilan, Tujuan Utama Syariat Islam

Khutbah Jumat: Tegaknya Keadilan, Tujuan Utama Syariat Islam

Kamis, 15/11/2018 15:10 0

Amerika

Gadis Muslimah 10 Tahun Dapat Surat Kaleng, Isinya: Kamu Seorang Teroris!

Gadis muslimah berusia 10 tahun menemukan dua catatan tulisan tangan berisi ancaman di kamar kecilnya di sebuah sekolah dasar, sebelah barat Boston.

Kamis, 15/11/2018 15:02 0

Amerika

AS Berharap Perang dengan ISIS di Suriah Segera Berakhir

Akan tetapi, AS tidak akan menarik pasukannya jika ISIS sudah kalah.

Kamis, 15/11/2018 14:46 0

Palestina

Survei: Mayoritas Yahudi Israel Dukung Operasi Militer di Gaza Berlanjut

Survei tersebut digulirkan badan Broadcasting Corporation, seperti dinukil Anadolu Agency (AA).

Kamis, 15/11/2018 12:50 0

Asia

Pemulangan Pengungsi Rohingya Diundur?

Ada kesimpangsiuran tentang rencana pemulangan pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Kamis, 15/11/2018 11:13 0

Indonesia

Kenapa Pengadilan Internasional Kasus Genosida Rohingya Tak Kunjung Digelar?

Heru pun kemudian menjelaskan mengapa pengadilan internasional tidak bisa segera digelar. Menurutnya, hal itu perlu pendekatan politik dan utusan dari PBB dan Keputusan Dewan Keamanan PBB

Kamis, 15/11/2018 10:49 0

Indonesia

TPF PBB Ungkap Peran Militer dan Biksu Myanmar dalam Genosida Rohingya

Marzuki mengatakan, brigade infantri ringan tersebut beroperasi dengan menghasut masyarakat dan melakukan tindakan-tindakan kekerasan terhadap kelompok Rohingya.

Kamis, 15/11/2018 10:21 0

Close