... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Lieberman Mundur, Hamas: Kemenangan Politik Bagi Palestina

Foto: Pemimpin Hamas, Sami Abu Zohri

KIBLAT.NET, Jalur Gaza- Harakah Muqawamah Al-Islamiyah (Hamas) menyatakan kemenangan secara politik atas mundurnya Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman dari jabatannya.

Pemimpin Hamas, Sami Abu Zohri mengatakan bahwa mundurnya Lieberman sebagai bentuk pengakuan kalah dan kemenangan politik bagi Palestina. “Mundurnya Avigdor Lieberman adalah pengakuan kalah dan kemenangan politik bagi rakyat Palestina,” ungkapnya seperti dikutip di laman resmi Hamas.ps, Rabu (14/11/2018).

Abu Zohri juga menegaskan, mundurnya Lieberman akan memperkeruh situasi politik di Israel. Sebelumnya, situasi politik Israel memanas pasca operasi intelijen yang gagal di Jalur Gaza pada Ahad (11/11/2018), yang justru memicu perang terbukan antara Hamas-Israel beberapa hari terakhir. Ditambah lagi, Israel akhirnya memutuskan untuk menyetujui gencatan senjata, kesepakatan yang ditolak keras oleh Lieberman.

Lieberman menegaskan bahwa mundurnya sebagai menteri pertahanan sebagai protesnya terhadap gencatan senjata yang disepakati Israel. Menurutnya, kesepakatan itu adalah bentuk kapitulasi atau menyerah akibat kekalahan.

Sementara itu, The New York Times menyebutkan bahwa keputusan Lieberman itu tak hanya berdampak pada perseteruan antara Israel dan pejuang di Jalur Gaza saja. Melainkan turut mengoyahkan situasi politik di Israel. Pasalnya, pemerintah Israel menghadapi kecaman dari pihak oposisi yang mengatakan bahwa gencatan senjata senjata terlalu cepat untuk disepakati. Selain itu, nama yang muncul untuk menggantikan Lieberman diduga juga dapat memicu pecahnya koalisi.

BACA JUGA  Palestina Rugi Rp35,3 Triliun Per Tahun Akibat Penjajahan Israel

Pengunduran diri Lieberman terjadi setelah dua hari agresi besar-besaran Israel terhadap Jalur Gaza. Kisruh tersebut telah menyebabkan 14 orang Palestina tewas dan 29 lainnya luka-luka.

Sumber: Hamas.ps, Aljazeera, The New York Times
Redaktur: Syafei Irman

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jika Dipulangkan, Rohingya Harus Mendapat Jaminan Hak Warga Negara

Marzuki menyebut, sangat tidak bertanggung jawab jika repatriasi dipaksakan dalam waktu dekat dengan kondisi yang tidak memenuhi syarat.

Rabu, 14/11/2018 19:11 0

Indonesia

Hal Tragis Di Balik Pemulangan Pengungsi Rohingya dari Bangladesh

Hal Tragis Di Balik Pemulangan Pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar

Rabu, 14/11/2018 18:50 0

Indonesia

PSI Tolak Perda Agama, Wasekjen MUI: Bukti Dia Tolak Agama

"Siapapun tidak boleh menolak hal-hal yang mendorong diamalkannya agama yang resmi di NKRI," Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain

Rabu, 14/11/2018 18:37 0

Indonesia

Siswa “Keroyok” Guru di Kendal, Muhammadiyah: Sistem Pendidikan Perlu Dievaluasi

Siswa Keroyok Guru di Kendal, Muhammadiyah: Sistem Pendidikan Perlu Dievaluasi

Rabu, 14/11/2018 17:51 0

Indonesia

Gaza Kembali Dibombardir, PKS Serukan Aksi Global Hentikan Agresi Israel

Militer Israel kembali membombardir wilayah Gaza dalam dua hari ini yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan hancurnya ratusan rumah serta fasilitas publik termasuk stasiun TV Gaza.

Rabu, 14/11/2018 17:48 0

Indonesia

Ucapan Abu Janda Diduga Langgar UU ITE dan Penistaan Agama

Kuasa hukum pelapor Abu Janda, Habib Ali Alatas menegaskan bahwa Permadi Arya alias Abu Janda telah memenuhi unsur pidana dalam UU ITE dan penistaan agama. Sebab, Abu Janda telah menyebutkan bendera tauhid identik dengan terorisme.

Rabu, 14/11/2018 17:22 0

Indonesia

Sebut Bendera Tauhid Bendera Teroris, Abu Janda Dipolisikan

Alwi menegaskan bahwa kalimat tauhid haruslah ditinggikan dan disucikan dimanapun dia berada, termasuk bila dituliskan dalam bendera. Menurutnya, kalimat tauhid tidak boleh dihinakan dan direndahkan.

Rabu, 14/11/2018 16:01 0

Indonesia

KNSR: Pengungsi Rohingya Memilih Malaysia Karena Indonesia Kurang Simpati

KNSR: Pengungsi Rohingya Memilih Malaysia Karena Indonesia Tak Beri Simpati

Rabu, 14/11/2018 16:00 0

Indonesia

Praperadilan SP3 Kasus Sukmawati, HRS Sodorkan 8 Bukti 

Pengacara Azam Khan, Wisnu Rakadita mengungkapkan, setidaknya ada delapan bukti yang diajukan pemohon dalam praperadilan SP3 dugaan penistaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri.

Rabu, 14/11/2018 15:48 0

Opini

Hijrah Fest; Menangkap Dunia yang Berubah

Keberhasilan Hijrah Fest menghapus total kesan pengajian sebagai acara kuno, monoton, murahan, dan tua sejatinya tidak mengejutkan.

Rabu, 14/11/2018 15:10 0

Close