Ketua MK Contohkan Umar bin Khattab dalam Ketegasan Penegakan Hukum

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI Anwar Usman mengungkapkan kriteria pemimpin yang ideal. Menurutnya, seorang pemimpin haruslah orang yang adil.

“Yang paling utama, pemimpin itu harus adil. Adil berarti terkait dengan menjalankan pemerintahan sesuai dengan aturan hukum,” kata Anwar dalam Seminar Hukum di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2018).

Menurutnya, pemimpin yang adil akan membawa kebaikan bagi negara yang dipimpinnya. Hal itu terwujud dalam masa kepemimpinan Umar bin Khattab, saat menjadi khalifah.

“Kaitannya dengan Umar bin Khattab, bagaimana dia tegas di penegakan hukum,” ujar Anwar.

Dia mengisahkan ketika Umar menegur gubernur Mesir pada saat itu Amru bin Ash yang ingin membangun masjid. Namun, saat melakukan pembangunan dia memerintahkan untuk menggusur rumah seorang kakek Yahudi miskin.

Warga Yahudi tadi kemudian datang ke Madinah untuk mengadu kepada Umar bin Khattab. Lalu umar pun mengambil sebuah tulang dan membuat garis di atasnya. Kemudian dia memerintahkan agar tulang itu diberikan kepada Amru bin Ash.

Tatkala Amru menerima surat yang ditulis diatas tulang tersebut, bergetarlah Amru bin Ash. Akhirnya gubernur Mesir itu pun memerintahkan untuk membangun kembali rumah Yahudi tersebut.

Seusai seminar, awak media bertanya kepada Anwar Usman terkait kondisi keadilan hukum di Indonesia saat ini. Namun, Ketua MK itu enggan memberikan komentar dengan alasan terikat kode etik sebagai hakim.

BACA JUGA  Pemerintah Sweeping Poster HRS di Medsos, Pakar: Dasarnya Harus Jelas

“Memang kode etiknya begitu. Tidak boleh untuk menilai. Sebenarnya yang tau itu kan rakyat,” pungkasnya.

Terkait kode etik itu, Anwar mengatakan seorang hakim tidak boleh mengomentari produk hukum. Bahkan, hakim juga tak boleh mengomentari putusan sendiri, apalagi mengomentari hakim lain.

Reporter: Qoid
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat