... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kenapa Pengadilan Internasional Kasus Genosida Rohingya Tak Kunjung Digelar?

Foto: Dr. Heru Susetyo

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Kajian Hukum dan HAM Komite Nasional Solidaritas Rohingya (KNSR), Dr. Heru Susetyo menegaskan bahwa yang terjadi di Rohingya adalah genosida. Dia menyebut, telah terjadi pembersihan etnis dan kekerasan sepihak terhadap masyarakat Rohingya di Myanmar.

“Dari pihak tentara dan pemerintah Myanmar kepada Rohingya. Mereka dibius, disiksa, dianiaya, diusir. Dan secara fisik, sosial, psikologis, ekonomi, mereka mengalami penderitaan begitu lama,” kata Heru di lantai dua gedung wisma Antara, Jakarta pada Rabu (14/11/2018).

Heru menambahkan, bukti-bukti genosida sudah sangat jelas tercantum dalam laporan Tim Pencari Fakta PBB. Dia juga menjamin tidak ada keraguan dalam laporan tersebut.

“Prosedural sekali, jadi saya tidak meragukan temuan dari TPF-nya PBB. Masalahnya bukan temuan, bisa gak dia follow up. Konstitusi sekarang pada level follow up, bukan pada level temuan, temuan sudah semua yakini kalo ini sebuah kejahatan,” imbuhnya.

Heru pun kemudian menjelaskan mengapa pengadilan internasional tidak bisa segera digelar. Menurutnya, hal itu perlu pendekatan politik dan utusan dari PBB dan Keputusan Dewan Keamanan PBB. Sedangkan, diketahui China dan beberapa negara lain menentang pengadilan tersebut.

“Yang masalah, sejauh mana negara-negara seperti China ataupun Rusia menvetokan gerakan tersebut, karena Cina dikhawatirkan melakukan veto, karena China punya kepentingan sosial politik dan bisnis di Myanmar,” ungkap Heru.

Heru juga memaparkan, tak kurang ada 3 negara yang menolak resolusi PBB. Diantaranya adalah Filipina, China, dan Burundi. Dia menilai, penolakan tersebut didasari oleh kepentingan bisnis.

BACA JUGA  Gandeng PPMI, KBRI Islamabad Salurkan Daging Qurban Kepada Masyarakat Pakistan

“Burundi negara kecil di Afrika, cuma mungkin dekat dengan Myanmar ada bisnis dengan Myanmar barang kali. Kemudian China pasti, China juga memiliki bisnis. Saya rasa China memiliki kepentingan bisnis sosial politik, karena dia negara bertetangga dengan Myanmar dan juga China banyak berinvestasi luar biasa di Myanmar,” ujar Ketua Kajian Hukum dan HAM KNSR tersebut.

“Kalo Filipina sama sih, karena Filipina juga punya kepentingan sosial politik ekonomi juga, Burundi yang saya kurang tau kenapa Burundi,” tambahnya.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Suntikan Dana Tak Sesuai Janji, Pasukan Aliansi Afrika Kesulitan Hadapi Jihadis

Hal itu menghambat kerja pasukan aliansi di tengah semakin meluasnya kerusuhan.

Kamis, 15/11/2018 10:19 0

Palestina

Lieberman Mundur, Hamas: Kemenangan Politik Bagi Palestina

Harakah Muqawamah Al-Islamiyah (Hamas) ikut menanggapi mundurnya Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman dari jabatannya.

Kamis, 15/11/2018 09:43 0

Palestina

Gencatan Senjata Disepakati, Menteri Pertahanan Israel Undur Diri

Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman pada Rabu (14/11/2018), mengundurkan diri dari jabatanannya sebagai protes atas gencatan senjata Hamas-Israel disepakati pemerintah Israel.

Kamis, 15/11/2018 09:23 0

Afghanistan

Taliban: Pertempuran Jaguri dan Malistan untuk Hukum Milisi Syiah Hazara

Sumber pejabat di dua kota itu mengaku, lebih dari 7.000 orang melarikan diri menuju Ghazni dan Bamiyan. Ia juga mengklaim sebanyak 3.000 rumah dihancurkan.

Kamis, 15/11/2018 08:13 0

Opini

Hijrah Fest; Menangkap Dunia yang Berubah

Keberhasilan Hijrah Fest menghapus total kesan pengajian sebagai acara kuno, monoton, murahan, dan tua sejatinya tidak mengejutkan.

Rabu, 14/11/2018 15:10 0

Asia

Pengungsi Rohingya Syok Dengar Kabar Akan Dipulangkan

Kesepakatan repratiasi yang akan dimulai pada Kamis, 15 November 2018 besok. Kabar itu menjadi hal yang paling menakutkan sejak mereka melarikan diri dari kampung halamannya.

Rabu, 14/11/2018 11:25 0

Arab Saudi

Arab Saudi Bantah Larang Warga Palestina Berhaji

Arab Saudi Bantah Larang Sejuta Warga Palestina Berhaji

Rabu, 14/11/2018 11:12 0

Suriah

Puluhan Sipil Keluarga ISIS Jadi Korban Gempuran Brutal Koalisi AS

"Pada Selasa, sebanyak 32 jasad sipil, termasuk 13 anak-anak dan enam jasad tak dikenali, di bawah reruntuhan bangunan rumah di lingkungan di kota Al-Syuf’ah, yang menjadi target jet koalisi pada Ahad,” kata Direktur SOHR, Rami Abdurrahman.

Rabu, 14/11/2018 11:09 0

Video Kajian

Zikir: Bersiap untuk Pulang Kampung

Zikir: Bersiap untuk Pulang Kampung

Rabu, 14/11/2018 10:56 0

Myanmar

Kritisi Program Pemulangan Rohingya, PBB: Kondisi Rakhine Belum Aman

Besok Kamis, 15 November 2018 pemulangan pengungsi Rohingya di Bangladesh akan dimulai.

Rabu, 14/11/2018 10:53 0

Close