... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Berharap Perang dengan ISIS di Suriah Segera Berakhir

Foto: Kendaraan militer AS di Suriah.

KIBLAT.NET, Washington – Utusan khusus AS untuk Suriah James Jeffrey mengatakan, Rabu (14/11), pemerintahan Presiden AS Donald Trump berharap perang melawan Daulah Islamiyah (ISIS) di benteng terakhirnya di Suriah timur laut berakhir dalam beberapa bulan. Bersamaan hal itu tetap memastikan “kekalahan permanen” organisasi tersebut.

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat percaya bahwa fase berikutnya di Suriah akan menyaksikan kekalahan ISIS dan berjalannya proses politik serta berakhirnya perang panjang.

Dalam mengejar tujuan ini, imbuh Jeffrey, Amerika Serikat akan membentuk sebuah komite untuk menyusun konstitusi baru di Suriah. Komite ini yang akan mengawal pelaksanaan perjanjian yang dicapai oleh para pemimpin Rusia, Jerman, Perancis dan Turki selama pertemuan di Istanbul pada Oktober lalu.

Dia menekankan bahwa pasukan AS akan tetap berada di Suriah setelah pasukan koalisi menang atas ISIS. Hal itu untuk memastikan mereka tidak bangkit lagi.

“Kekalahan permanen tidak berarti menghancurkan unit-unit militer ISIS yang terakhir yang mengontrol wilayah. Akan tetapi memastikan bahwa mereka tidak muncul kembali melalui sel-sel tidur dalam bentuk gerakan pemberontak,” kata Jeffrey.

Jeffrey menunjukkan bahwa pertempuran darat terakhir saat ini di sepanjang Sungai Eufrat dan dipimpin oleh Pasukan Demokratik Suriah (aliansi milisi Kurdi dan Arab) dengan bantuan personel militer AS.

“Pertempuran terus berlangsung dan kami berharap ini akan berakhir dalam beberapa bulan dan ini akan menjadi wilayah terakhir yang mereka kuasai,” katanya.

BACA JUGA  AS Klaim Tak Mencuri Minyak Suriah

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya ingin Iran keluar dari Suriah. Kehadiran Iran di Negara tersebut mengancam keberadaan sekutunya di Negara tetangga Suriah.

ISIS dijadikan alasan Negara-negara dunia ikut campur dalam konflik di Suriah. Mereka mengirim pasukan dan senjata serta mendukung kekuatan-kekuatan yang loyal. Namun seiring ISIS berakhir, kekuatan-kekuatan itu enggan meninggalkan Suriah.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kenapa Pengadilan Internasional Kasus Genosida Rohingya Tak Kunjung Digelar?

Heru pun kemudian menjelaskan mengapa pengadilan internasional tidak bisa segera digelar. Menurutnya, hal itu perlu pendekatan politik dan utusan dari PBB dan Keputusan Dewan Keamanan PBB

Kamis, 15/11/2018 10:49 0

Indonesia

TPF PBB Ungkap Peran Militer dan Biksu Myanmar dalam Genosida Rohingya

Marzuki mengatakan, brigade infantri ringan tersebut beroperasi dengan menghasut masyarakat dan melakukan tindakan-tindakan kekerasan terhadap kelompok Rohingya.

Kamis, 15/11/2018 10:21 0

Indonesia

Jika Dipulangkan, Rohingya Harus Mendapat Jaminan Hak Warga Negara

Marzuki menyebut, sangat tidak bertanggung jawab jika repatriasi dipaksakan dalam waktu dekat dengan kondisi yang tidak memenuhi syarat.

Rabu, 14/11/2018 19:11 0

Indonesia

Hal Tragis Di Balik Pemulangan Pengungsi Rohingya dari Bangladesh

Hal Tragis Di Balik Pemulangan Pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar

Rabu, 14/11/2018 18:50 0

Indonesia

PSI Tolak Perda Agama, Wasekjen MUI: Bukti Dia Tolak Agama

"Siapapun tidak boleh menolak hal-hal yang mendorong diamalkannya agama yang resmi di NKRI," Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain

Rabu, 14/11/2018 18:37 0

Indonesia

Siswa “Keroyok” Guru di Kendal, Muhammadiyah: Sistem Pendidikan Perlu Dievaluasi

Siswa Keroyok Guru di Kendal, Muhammadiyah: Sistem Pendidikan Perlu Dievaluasi

Rabu, 14/11/2018 17:51 0

Indonesia

Gaza Kembali Dibombardir, PKS Serukan Aksi Global Hentikan Agresi Israel

Militer Israel kembali membombardir wilayah Gaza dalam dua hari ini yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan hancurnya ratusan rumah serta fasilitas publik termasuk stasiun TV Gaza.

Rabu, 14/11/2018 17:48 0

Indonesia

Ucapan Abu Janda Diduga Langgar UU ITE dan Penistaan Agama

Kuasa hukum pelapor Abu Janda, Habib Ali Alatas menegaskan bahwa Permadi Arya alias Abu Janda telah memenuhi unsur pidana dalam UU ITE dan penistaan agama. Sebab, Abu Janda telah menyebutkan bendera tauhid identik dengan terorisme.

Rabu, 14/11/2018 17:22 0

Indonesia

Sebut Bendera Tauhid Bendera Teroris, Abu Janda Dipolisikan

Alwi menegaskan bahwa kalimat tauhid haruslah ditinggikan dan disucikan dimanapun dia berada, termasuk bila dituliskan dalam bendera. Menurutnya, kalimat tauhid tidak boleh dihinakan dan direndahkan.

Rabu, 14/11/2018 16:01 0

Indonesia

KNSR: Pengungsi Rohingya Memilih Malaysia Karena Indonesia Kurang Simpati

KNSR: Pengungsi Rohingya Memilih Malaysia Karena Indonesia Tak Beri Simpati

Rabu, 14/11/2018 16:00 0

Close