Puluhan Sipil Keluarga ISIS Jadi Korban Gempuran Brutal Koalisi AS

KIBLAT.NET, Deir Zour – Lembaga pengawas HAM Suriah (SOHR), Selasa (13/11), mengatakan setidaknya 38 orang, termasuk 32 sipil anggota keluarga milisi Daulah Islamiyah (ISIS) tewas akibat serangan udara koalisi internasional pimpinan AS. Serangan brutal itu terjadi pada Ahad lalu di pedesaan Deir Zour.

“Pada Selasa, sebanyak 32 jasad sipil, termasuk 13 anak-anak dan enam jasad tak dikenali, di bawah reruntuhan bangunan rumah di lingkungan di kota Al-Syuf’ah, yang menjadi target jet koalisi pada Ahad,” kata Direktur SOHR, Rami Abdurrahman.

Rami menambahkan, sebelumnya ditemukan sebanyak 22 korban sipil. Namun setelah evakuasi di balik reruntuhan dilakukan, ditemukan jasad lainnya, termasuk empat anak-anak.

Serangan udara koalisi pada Ahad itu terjadi di saat Pasukan Demokratik Suriah (milisi Kurdi) mengumumkan melanjutkan operasi terhadap ISIS di pedesaan Deir Zour. Operasi militer menghadapi ISIS sempat terhenti menyusul serangan udara Turki terhadap wilayah mereka.

Milisi tersebut memulai operasi pada 10 September, dengan dukungan kekuatan udara koalisi AS. Jet-jet tempur koalisi menggempur wilayah kontrol ISIS hampir setiap hari namun milisi Kurdi tak meraih kemajuan sedikit pun.

Operasi militer saat ini terbatas pada penembakan artileri dan serangan udara yang dilakukan oleh koalisi, menurut SOHR, tanpa bentrokan darat antara kedua pihak.

SOHR menunjukkan, operasi menargetkan ISIS di wilayah terakhir mereka di pedesaan Deir Zour itu tak hanya menyebabkan korban militan. Menurut lembaga yang bermarkas di Inggris tersebut, sejak Kamis lalu sebanyak 82 sipil tewas. Para korban merupakan anggota keluarga militan ISIS.

BACA JUGA  Banjir Terjang Ratusan Tenda Pengungsi Suriah di Idlib

Selama dua tahun terakhir, ISIS mengalami kekalahan berturut-turut di Suriah. Kontrol mereka hanya tersisa di kantong-kantong di pelosok provinsi Deir Zour dan di gurun pasir di Homs Timur.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat