... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KNSR: Pengungsi Rohingya Memilih Malaysia Karena Indonesia Kurang Simpati

Foto: Dialog panel bertajuk Ungkap Fakta Pelanggaran HAM Berat Pemerintah Myanmar atas Etnis Rohingya, Rabu (14-11-2018)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komite Nasional Untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) mendesak pemerintah serius dalam menyelesaikan genosida terhadap etnis muslim Rohingya. Sementara, para pengungsi Rohingya dinilai enggan berada di Indonesia karena tak mendapatkan simpati yang baik.

Dalama acara dialog panel bertajuk Ungkap Fakta Pelanggaran HAM Berat Pemerintah Myanmar atas Etnis Rohingya, Presiden KNSR Syuhelmaidi Syukur menegaskan kembali pernyataan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang telah mengumumkan terjadinya genosida terhadap etnis Rohingya. Karenanya, tak ada alasan bagi siapa pun untuk berpaling dari kejahatan kemanusiaan itu.

“Mari kita turut membantu penyelesaian konflik ini, agar kasus ini tak hanya di hendel oleh pihak-pihak tertentu saja,” kata di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).

Dia juga mendesak pemerintah Indonesia melakukan aksi nyata dalam penyelesaian konflik di Myanmar. Dia menilai selama ini Jakarta tak percaya diri untuk terlibat dalam penyelesaian kasus yang menimpa etnis Rohingya.

Syuhelmaidi lantas menceritakan pengalaman KNSR yang pernah menangani seribu pengungsi Rohingya di Aceh beberapa waktu lalu. Dalam perjalanannya para pengungsi itu lebih memilih untuk menyeberang ke negeri jiran, Malaysia.

“Pengungsi mayoritas ke Malaysia, karena Indonesia kurang memberi simpati yang baik,” tuturnya.

KNSR juga mengungkapkan keprihatinan terhadap gelombang pengungsi Rohingya yang menyeberang ke Bangladesh sejak 2017 lalu. Menurut Syuhelmaidi, tak kurang sebanyak 800 ribu jiwa etnis muslim itu menghuni wilayah yang sangat sempit dan rawan bencana di tanah pelarian.

BACA JUGA  RUU P-KS Dinilai Mengabaikan Adat

President KNSR itu mengajak semua elemen kemanusiaan untuk bersama-sama mendorong pemerintah Indonesia agar menunjukkan sikap serius dalam penyelesaian konflik di Myanmar. Menurutnya, rakyat Indonesia tak boleh berhenti dalam mengupayakan penyelesaikan kejahatan kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya.

“Ayo kita dorong pemerintah agar pede (percaya diri) membantu penyelesaian konflik Myanmar,” tegasnya.

Reporter: Syuja Assadullah
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Hijrah Fest; Menangkap Dunia yang Berubah

Keberhasilan Hijrah Fest menghapus total kesan pengajian sebagai acara kuno, monoton, murahan, dan tua sejatinya tidak mengejutkan.

Rabu, 14/11/2018 15:10 0

Asia

Pengungsi Rohingya Syok Dengar Kabar Akan Dipulangkan

Kesepakatan repratiasi yang akan dimulai pada Kamis, 15 November 2018 besok. Kabar itu menjadi hal yang paling menakutkan sejak mereka melarikan diri dari kampung halamannya.

Rabu, 14/11/2018 11:25 0

Arab Saudi

Arab Saudi Bantah Larang Warga Palestina Berhaji

Arab Saudi Bantah Larang Sejuta Warga Palestina Berhaji

Rabu, 14/11/2018 11:12 0

Suriah

Puluhan Sipil Keluarga ISIS Jadi Korban Gempuran Brutal Koalisi AS

"Pada Selasa, sebanyak 32 jasad sipil, termasuk 13 anak-anak dan enam jasad tak dikenali, di bawah reruntuhan bangunan rumah di lingkungan di kota Al-Syuf’ah, yang menjadi target jet koalisi pada Ahad,” kata Direktur SOHR, Rami Abdurrahman.

Rabu, 14/11/2018 11:09 0

Video Kajian

Zikir: Bersiap untuk Pulang Kampung

Zikir: Bersiap untuk Pulang Kampung

Rabu, 14/11/2018 10:56 0

Myanmar

Kritisi Program Pemulangan Rohingya, PBB: Kondisi Rakhine Belum Aman

Besok Kamis, 15 November 2018 pemulangan pengungsi Rohingya di Bangladesh akan dimulai.

Rabu, 14/11/2018 10:53 0

Irak

Jet Turki Gempur Milisi PKK di Iraq

Dephan Turki mengatakan di akun resmi Twitter, serangan itu menargetkan sejumlah lokasi di daerah Iraq utara, di antaranya wilayah pegunungan Qandil. Wilayah tersebut merupakan basis PKK.

Rabu, 14/11/2018 08:20 0

Suara Pembaca

Ikatan Pelajar Muslimah Indonesia Akan Gelar TERAS Nasional II di Kendari

Bertempat di Kota Kendari Sulawesi Tenggara, TERAS Nasional II mengangkat tema "Satukan Langkah dari Pelajar Muslimah untuk Indonesia".

Selasa, 13/11/2018 14:12 0

Suriah

Pemerintahan Sipil di Idlib Umumkan Bendera Baru, Begini Bentuknya

Di bagian warna putih, lanjutnya, terdapat tulisan Laa Ilaaha Illa Allah Muhammad Rasulullah berwarna merah.

Selasa, 13/11/2018 11:00 0

Palestina

Perang Roket Meletus antara Pejuang Gaza dan Militer Israel

Sejumlah pejabat medis Israel menggungkapkan lebih dari sepuluh orang luka-luka akibat serangan roket dari Gaza

Selasa, 13/11/2018 08:33 0

Close