Di Balik Munculnya Kegiatan Hapus Tato Gratis

KIBLAT.NET, Jakarta- Mahalnya biaya menghapus tato menjadi penghambat bagi sebagian orang bertato. Karena sebagian dari mereka kesulitan dalam hal ekonomi.

Berawal dari kegelisahan inilah Komunitas Gerak Bareng dan Islamic Medical Service (IMS), selaku lembaga sosial merasa terpanggil untuk menawarkan hapus tato secara cuma-cuma.

“Kegiatan hapus tato ini, cikal bakalnya berawal dari kegelisahan teman-teman yang sudah hijrah. Ternyata gak cukup. Kenapa? Karena masyarakat sendiri masih mengenal orang-orang bertato itu sebagai orang-orang yang kriminal,” ujar Ahmad Zaki, inisiator kegiatan hapus tato gratis pada Kiblat.net, Jakarta, Sabtu (10/10/2018).

Menurut Ahmad Zaki, orang yang bertato yang kemudian hijrah umumnya mengalami tiga kesulitan. Yaitu mendapatkan pekerjaan, interaksi sosial di masyarakat kemudian mencari pasangan hidup.

“Tiga hal ini yang akhirnya membuat kita berpikir, yuk kita bikin program hapus tato buat mereka yang hijrah,” sambung pria berkacamata ini.

Syarat yang Unit dan Proses Aman secara Medis

Pada bulan suci Ramadhan tahun 2017, kegiatan ini pertama kalinya digelar di Jakarta. Syarat yang diminta pun terbilang unik. Selain harus membawa bukti medical chek up HIV, hepatitis dan diabetes, pasien diharuskan menghafal Alquran sebagai ganti biaya hapus tato.

“Biasanya yang ikut program ini kebanyakan yang dhuafa. Jadi yang pertama kita gak bisa mintain uang. Mau gak mau kita mintain hafalan. Jadi mereka, dikasih PR untuk hafalan Alquran. Ditambah lagi mereka kita suruh untuk menyerahkan laporan kesehatan. Jadi mereka bebas HIV, bebas Hepatitis, bebas gula darah,” jelasnya.

BACA JUGA  Habib Hanif: HRS Sudah Bayar Denda Administratif

Menurut Ahmad, proses menghapus tato ini salah-satu ikhtiar yang paling aman dan teruji secara medis. Dibandingkan dengan yang manual menggunakan soda api dan lain-lain. “Jadi kita menggunakan teknologi yang secara medis sudah biasa dipakai,” ujarnya.

Untuk menghilangkan tato dari lapisan kulit memang tidak instan. Menurut Ahmad, baik pasien maupun relawan sama-sama diuji kesabarannya. Karena tato belum tentu hilang dalam sekali proses, tapi butuh berkali-kali agar tato benar-benar hilang.

Satu setengah tahun kegiatan ini berjalan, lebih dari 3.000 orang telah merasakan manfaatnya. Kini, kata Ahmad, kegiatan hapus tato gratis sudah berlangsung di 13 kota.

Meski banyak orang yang merasakan manfaat kegiatan ini, hapus tato gratis tak sepenuhnya mendapatkan respon positif. Namun Ahmad Zaki menduga, respon negatif muncul akibat ketidaktahuan dan minimnya pemahamannya. Pasalnya, sebagian oknum orang-orang bertato yang berhijrah menganggap kegiatan hapus tato tidak perlu.

“Kalau untuk mereka yang masih belum bisa paham dengan dasar tato. Agak susah kita menghimbau mereka. Karena kalau bicara syariat, tato sendiri itu dilaknat oleh Allah SWT. Mulai dari yang bikin tato sampai yang pembuatnya, jadi bukan hanya yang bertato tapi juga yang bikin tato. Nah itu berat,” tutupnya.

Reporter: Syafei Irman
Editor: Syafei Irman

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat