... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Turki Vonis Empat Tahun Bui Koresponden Kantor Berita Resmi Rezim Assad

Foto: Logo kantor berita resmi rezim Assad

KIBLAT.NET, Istanbul – Pengadilan Turki menjatuhkan vonis empat tahun penjara terhadap koresponden kantor berita resmi rezim Assad SANA di Turki, Hosni Mahally. Vonis itu dijatuhkan setelah Mahally terbukti di pengadilan melakukan dua dakwaan atas penghinaan simbol Negara Turki.

Surat kabar Turki, Jumhuriyet, Kamis (08/11), menyebutkan bahwa pengadilan pidana di Istanbul menghukum Mahally atas dua dakwaan. Pertama, vonis satu tahun delapan bulan 25 hari, atas tuduhan “menghina presiden Turki”, dalam sebuah program televisi, dua tahun lalu.

Kedua, vonis dua tahun lima bulan lima hari atas tindakan menghina negara dan pemerintah Turki setelah menuduh pemerintah Ankara mendukung terorisme di Suriah.

Kantor berita SANA membenarkan vonis yang menimpa wartawannya itu.

Pengacara Mahally mengajukan intersepsi atas keputusan pengadilan, di mana kasus ini akan dirujuk segera ke Mahkamah Agung Banding di ibukota Ankara.

Pihak berwenang Turki menangkap Mahally pada bulan Desember 2016 di kota Istanbul Turki. Kala itu, SANA mengatakan bahwa wartawannya ditangkap atas tuduhan melecehkan para pejabat Negara di Turki.

Seperti diketahui, Turki merupakan Negara tetangga Suriah yang mendukung oposisi bersenjata di Negara itu. Di satu sisi, rezim Assad menyebut rakyat yang memeranginya dengan teroris.

Sumber: Shaam Networ
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Resmikan Huntara FKAM, Pemerintah Sambut Positif Kegiatan Relawan

Sebanyak 50 unit huntara masing-masing berukuran 4 x 6 m. Berdiri di atas tanah seluas 9.000 meter persegi, huntara juga dilengkapi fasilitas umum seperti musala, aula dan toilet umum.

Jum'at, 09/11/2018 10:14 0

Indonesia

Penghargaan Simbol Keagamaan Jadi Bahasa Universal

Penghargaan Simbol Keagamaan Jadi Bahasa Universal

Kamis, 08/11/2018 20:55 0

Suara Pembaca

Alami Sumbatan di Usus, Bayi Kenzi Harus Dioperasi

Kenzi terdeteksi mengalami sumbatan di usus atau Atresia Colon, mengakibatkan cairan hijau keluar dari mulutnya.

Kamis, 08/11/2018 20:34 0

Indonesia

Besok Aksi Damai Tolak LGBT Digelar di Bogor

Besok Aksi Damai Tolak LGBT Digelar di Bogor

Kamis, 08/11/2018 20:33 0

Suara Pembaca

Alami Jantung Bocor, Bayi Zya Harus Dioperasi dan Butuh Donasi

Bayi itu bernama Zya, usianya baru 20 bulan. Namun tidak ada yang menyangka bayi mungil itu diagnosa mengalami jantung bocor.

Kamis, 08/11/2018 17:53 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Kalimat Tauhid dan Barometer Akhlaqul Karimah

Kalimat Tauhid adalah poros utama penggerak orang-orang beriman. Dari kalimat tauhidlah keluar ketundukan, kejujuran akhlak dan pekerti yang luhur

Kamis, 08/11/2018 17:48 0

Indonesia

Vonis Untuk Pembakar Bendera Tauhid Dikhawatirkan Tak Beri Efek Jera

Vonis untuk pembakar bendera tauhid dikhawatirkan tak memberikan efek jera

Kamis, 08/11/2018 14:05 1

Indonesia

KSHUMI Sebut #JanganSuriahkanIndonesia adalah Mantra Penebar Teror

"Mantra ini terus disebarkan agar muncul ketakutan yang luas, meneror setiap jiwa-jiwa, hingga akhirnya menghilangkan nalar dan logika berpikir,” katanya kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Kamis (08/11/2018).

Kamis, 08/11/2018 13:58 0

Indonesia

Melirik ‘Emas Hijau’ Indonesia, Komoditas Bisnis Umat Berpotensi Triliunan

Lahan kelapa di Indonesia yang seluas 3,8 juta hektar bisa menghasilkan 4 ribu triliun

Kamis, 08/11/2018 13:01 0

Indonesia

Soal #JanganSuriahkanIndonesia, UBN: Jangan Berlebihan

"(Demontrasi) ini hanyalah sebatas ekspresi mereka, kekecewaan mereka. Dan barangkali ini yang gagal dipahami oleh rezim," ujar UBN.

Kamis, 08/11/2018 10:10 0

Close