... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Perluas Kontrol, Taliban Mulai Sasar Wilayah Syiah di Afghanistan Selatan

Foto: Pejuang Taliban terlibat baku tembak/ilustrasi

KIBLAT.NET, Ghazni – Sejumlah pejabat Afghanistan, Kamis (08/11), mengatakan bahwa Gerakan Taliban mulai menyusup ke wilayah strategis di bagian selatan negara itu dan terlibat pertempuran dengan penduduk minoritas Syiah, Hazara. Taliban mengatakan bahwa pergerakannya ini bukan untuk menargetkan etnis atau kelompok agama, namun merebut wilayah kontrol pemerintah.

Pejuang Taliban menyerang distrik Jaguri di provinsi Ghazni pada Rabu (07/11) untuk mengontrol kembali wilayah yang dihuni pengikut Syiah Hazara. Wilayah tersebut masuk dalam kendali pemerintah dan mendorong warganya termasuk perempuan untuk berpartisipasi dalam pemerinta Kabul.

Serangan Taliban terhadap Jaguri menimbulkan kekhawatiran gelombang pertempuran sectarian baru di Afghanistan. Taliban sendiri berasal dari etnis Pashtun yang mengikuti keyakinan Ahlussunnah.

Kekerasan juga menyoroti kekhawatiran etnis Hazara mengangkat senjata sebagai akibat dari kekecewaan mereka atas kelambanan pemerintah pusat.

“Pemerintahan Presiden Ashraf Ghani tidak menunjukkan minat (membantu Hazara),” kata Abdul Qayyum Sajjad, seorang anggota parlemen dari provinsi Ghazni.

Ia melanjutkan, saya telah berulang kali mendesak pemerintah pusat untuk mengirim pasukan pendukung ke Jaguri. Akan tetapi dinas keamanan sangat lambat mengirim bala bantuan. Warga saat ini ingin mengangkat senjata untuk melawan sendiri.

Seorang pejabat di kementerian dalam negeri mengatakan, sedikitnya enam polisi tewas dan puluhan warga sipil dan milisi terluka dalam bentrokan yang dimulai pada Rabu dengan Taliban.

BACA JUGA  Taliban Rebut Markas Pusat Polisi di Faryab, Afghanistan Utara

Juru bicara Presiden Afganistan, Shah Hussein Mortazavi, mengatakan pemerintah telah mengirim helikopter ke Jaguri untuk menghadapi militan.

“Jaguri akan menjadi kuburan Taliban,” tulisnya di Facebook.

Sementara itu, Taliban menegaskan pada Kamis (08/1) bahwa serangan mereka akan berlanjut di Jaguri dan daerah lain yang dikendalikan oleh pemerintah.

“Serangan-serangan ini tidak menargetkan etnis, kelompok atau agama apa pun,” kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan.

“Orang-orang di Jaguri, terutama Hazari dan Syiah, harus waspada terhadap plot yang dikobarkan oleh beberapa boneka Amerika Serikat yang korup yang duduk di Kabul,” pungkasnya.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Penghargaan Simbol Keagamaan Jadi Bahasa Universal

Penghargaan Simbol Keagamaan Jadi Bahasa Universal

Kamis, 08/11/2018 20:55 0

Ruang Publik

Alami Sumbatan di Usus, Bayi Kenzi Harus Dioperasi

Kenzi terdeteksi mengalami sumbatan di usus atau Atresia Colon, mengakibatkan cairan hijau keluar dari mulutnya.

Kamis, 08/11/2018 20:34 0

Indonesia

Besok Aksi Damai Tolak LGBT Digelar di Bogor

Besok Aksi Damai Tolak LGBT Digelar di Bogor

Kamis, 08/11/2018 20:33 0

Ruang Publik

Alami Jantung Bocor, Bayi Zya Harus Dioperasi dan Butuh Donasi

Bayi itu bernama Zya, usianya baru 20 bulan. Namun tidak ada yang menyangka bayi mungil itu diagnosa mengalami jantung bocor.

Kamis, 08/11/2018 17:53 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Kalimat Tauhid dan Barometer Akhlaqul Karimah

Kalimat Tauhid adalah poros utama penggerak orang-orang beriman. Dari kalimat tauhidlah keluar ketundukan, kejujuran akhlak dan pekerti yang luhur

Kamis, 08/11/2018 17:48 0

Indonesia

Vonis Untuk Pembakar Bendera Tauhid Dikhawatirkan Tak Beri Efek Jera

Vonis untuk pembakar bendera tauhid dikhawatirkan tak memberikan efek jera

Kamis, 08/11/2018 14:05 1

Indonesia

KSHUMI Sebut #JanganSuriahkanIndonesia adalah Mantra Penebar Teror

"Mantra ini terus disebarkan agar muncul ketakutan yang luas, meneror setiap jiwa-jiwa, hingga akhirnya menghilangkan nalar dan logika berpikir,” katanya kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Kamis (08/11/2018).

Kamis, 08/11/2018 13:58 0

Indonesia

Melirik ‘Emas Hijau’ Indonesia, Komoditas Bisnis Umat Berpotensi Triliunan

Lahan kelapa di Indonesia yang seluas 3,8 juta hektar bisa menghasilkan 4 ribu triliun

Kamis, 08/11/2018 13:01 0

Indonesia

Soal #JanganSuriahkanIndonesia, UBN: Jangan Berlebihan

"(Demontrasi) ini hanyalah sebatas ekspresi mereka, kekecewaan mereka. Dan barangkali ini yang gagal dipahami oleh rezim," ujar UBN.

Kamis, 08/11/2018 10:10 0

Indonesia

Besok, Huntara FKAM Insya Allah Diresmikan

Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) mendirikan huntara di atas lahan seluas 9.000 meter persegi untuk 50 KK

Kamis, 08/11/2018 10:07 0

Close