... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Memutar Balikkan Fakta Suriah, Mendistorsi Narasi Khilafah

Foto: Suriah (ilustrasi)

Oleh: Saifullah Al-Maslul

KIBLAT.NET – Apa yang terbayang di benak kita saat mendengar kata Suriah? Bagi sebagian orang, Suriah adalah tentang bumi Syam yang penuh keberkahan. Bumi dimana Nabi Isa ‘alaihissalam akan turun dari langit untuk membunuh sang durjana bermata satu, Dajjal, yang memanipulasi kebenaran dan memperdaya masyarakat awam.

Bagi sebagian yang lain, Suriah adalah tentang negara yang hari ini sedang dilanda konflik dan kekacauan. Ratusan ribu nyawa melayang. Jutaan warga mengungsi, kehilangan tempat tinggal.

Bagi mayoritas masyarakat dunia hari ini, bayangan kedua mungkin lebih kuat dibenak dibanding pilihan pertama.

Suriah pun dibajak sebagai propaganda untuk menjual ketakutan. #JanganSuriahkanIndonesia, begitu ancaman ketakutan yang digaungkan. Dari pejabat publik, media, hingga elemen masyarakat yang tergalang memainkan narasi yang sama. Cerita tentang Suriah diracik sebagai cerita tentang penggunaan Islam dan ajarannya sebagai sumber kekacauan. Suriah menjadi justifikasi bahwa Islam dan ajarannya, jika dibawa ke ranah politik, akan membawa kepada konflik dan perpecahan. Syariat Islam dikebiri, khilafah didistorsi, jihad dikriminalisasi. Ide tentang khilafah dibelokkan, terbatas pada praktik yang dilakukan ISIS, bukan pada bagaimana Islam mengajarkannya, Rasulullah SAW memerintahkannya, dan para Sahabat mempraktikkannya.

Namun, benarkah demikian realitanya? Bagaimana jika apa yang selama ini diceritakan kepada kita, lewat narasi dan propaganda yang ada, bukanlah kenyataan yang sebenarnya? Untuk itu, kita perlu tahu bagaimana konflik ini bermula, dan siapa pembuat kerusakan terbesar yang sebenarnya.

Kronologi Konflik Suriah

Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana malapetaka di Suriah terjadi? Bagaimana konflik itu menjadi begitu memburuk? Artikel ini menawarkan penjelasan singkat dan sederhana, tetapi sangat berharga, tentang perang Suriah. Khususnya tentang bagaimana perang ini dimulai, dan bagaimana perang tersebut beralih, pelan-pelan, dari demonstrasi damai warga Suriah hingga menjadi perang yang begitu mengerikan yang menewaskan ratusan ribu jiwa dan menyebabkan setengah dari penduduk Suriah mengungsi.

Vox Media menampilkan penjelasan kronologis tentang awal konflik Suriah. Mengutip tweet aktivis yang kini tinggal di Norwegia, Iyad el-Baghdadi, Vox Media menceritakan asal-usul perang Suriah, dan kaitannya dengan Arab Spring di kawasan Timur Tengah. Kronologi yang ia ceritakan membantu kita memahami secara lebih dalam tentang keberanian para pengunjuk rasa Suriah, apa yang dilakukan pemimpin Suriah Bashar Assad dan dunia terhadap mereka.

BACA JUGA  Bimas Islam Paparkan Program Kerja Ramah Disabilitas

Penjelasan kronologis ini adalah sumber primer yang membantu mengingatkan kita tentang kejahatan rezim Assad, dan kegagalan dunia, berulangkali, untuk membantu rakyat Suriah.

Berikut kronologi awal terjadinya konflik di Suriah:

Desember 2010 / Januari 2011: Revolusi Tunisia, dan kemudian Mesir, menjadi awal Arab Spring. Diktator Tunisia digulingkan.

Akhir Januari 2011: Sekelompok pemuda Suriah berusaha mengatur demonstrasi tanggal 5 Februari 2011, namun tidak berhasil.

31 Januari 2011: Melihat peristiwa di Tunisia & Mesir, Bashar Assad mengatakan “Ini adalah saat untuk reformasi”, namun kemudian ia tidak melakukan apa-apa.

2 Februari 2011: 20 pemuda Suriah mengadakan aksi menyalakan lilin untuk mendukung revolusi Mesir. Mereka diserang dan dipukuli oleh preman.

11 Februari 2011: Husni Mubarak digulingkan di Mesir. Semua penguasa tiran di Arab melakukan tindakan yang “ekstrim”, termasuk Bashar Assad.

15 Februari 2011: Blogger remaja Tal al Mallouhi dijatuhi hukuman 5 tahun penjara karena dianggap melakukan “spionase” dalam sidang tertutup.

17 Februari 2011: Demo kecil terjadi di Damaskus, memprotes kebrutalan polisi dan korupsi.

20 Feb 2011: Blogger Ahmad Abulkheir ditangkap karena memuji revolusi Tunisia.

23 Feb 2011: Aksi solidaritas untuk revolusi Libya dibubarkan dengan kekerasan.

6 Mar 2011: Pemberontak Libya menembak jatuh dua jet tempur Gaddafi. Pilot dilaporkan memiliki paspor Suriah.

15 Mar 2011: Revolusi “resmi” dimulai. Unjuk rasa terjadi di Damaskus, Aleppo, Daraa, Homs, Banyas.

18 Maret 2011: Pasukan keamanan Suriah merespon demonstrasi damai dengan tembakan. Tiga orang demonstran di Dar’a terbunuh. Kekerasan yang digunakan oleh rezim Assad untuk menghadapi demonstrasi justru membuat unjuk rasa semakin menyebar & meningkat di seluruh Suriah. Ini dianggap sebagai tanggal aktual dimulainya revolusi.

20 Mar 2011: Kantor pusat Partai Baats di Daraa dibakar. Protes menyebar dan semakin intensif.

22 Mar 2011: Ketegangan terjadi di Masjid Omari di Daraa. 12 demonstran meninggal dan 200 lainnya luka-luka.

23 Maret 2011: Rezim Assad mulai membuat propaganda, menggambarkan protes damai tersebut sebagai konspirasi asing yang dilakukan oleh Al Qaeda.

25 Maret 2011: “Demo Jumat” pertama, di Daraa, Damaskus, Douma, Homs, Hama, Jableh.

30 Maret 2011: Assad berpidato di hadapan parlemen tentang hukum darurat. Represi terus berjalan.

BACA JUGA  Antara Kematian Mursi dan Kematian Demokrasi di Mesir

31 Maret 2011: Assad membentuk “komite” untuk mempelajari pencabutan undang-undang darurat, yang telah berlaku sejak tahun 1962.

Awal April 2011: Protes berlanjut di Suriah. Demonstrasi damai, dihadapi dengan kekerasan oleh rezim.

7 April 2011: Warga Kurdi melakukan demonstrasi di Qamishli, meski ditawari kewarganegaraan oleh Assad.

8 April 2011: 23 orang dilaporkan tewas, setelah peluru tajam ditembakkan ke arah demonstran di Daraa.

12 April 2011: Rezim memulai operasi militer di kota Banias setelah adanya demonstrasi.

22 April 2011: Demonstrasi mencapai Midan, di jantung kota Damaskus. Total korban tewas pada hari itu mencapai lebih dari 80 orang.

25 April 2011: Operasi militer skala penuh dilakukan oleh tentara Assad di Daraa. Rumor tentang pembelotan mulai berkembang. Kota diblokade.

Mei & Juni 2011: Demonstrasi harian tanpa senjata di Suriah meminta Bashar untuk mundur. Tindakan represif terus berlanjut.

9 Juni 2011: Letnan Kolonel Harmoush menjadi orang pertama yang melakukan pembelotan. Video menunjukkan bahwa dia & yang lain akan “melindungi demonstrasi damai”.

Pertengahan Juni 2011: Rezim melakukan operasi militer skala penuh di wilayah utara, setelah terjadi banyak pembelotan. Kelompok revolusi mulai mengadopsi bendera Suriah pra-Baats.

8 Juli 2011: Tubuh Ibrahim Qashoush, yang menulis lagu untuk demonstrasi, ditemukan dibuang di sungai. Pangkal tenggorokannya robek.

19 Juli 2011: Demonstran tidak ada yang mau menyerah. Tank dikerahkan melawan para demonstran di Homs.

29 Juli 2011: Pembentukan The Free Syrian Army (FSA) diumumkan.

Awalnya, Revolusi Suriah tidak dimulai dengan narasi sektarian, dan sektarianisme bukanlah pendorongnya. Sektarianisme dipaksakan atasnya dikemudian hari. Assad menyerang sebuah demonstrasi damai, dan mengubahnya menjadi perang saudara yang sangat berdarah. Assad mengarahkan serangan dan pembantaian pada Muslim Sunni  untuk mempolarisasi konflik dalam bingkai agama, membalikkan dari demonstrasi publik berskala luas melawan diktator menjadi perang sektarian, dimana minoritas agama berada di pihaknya.

Bencana di Suriah sebenarnya bisa sangat dapat dicegah, jika “garis merah” dunia atas Suriah adalah tindakan rezim yang “membunuh para demonstran”, bukan “tenggelamnya anak-anak pengungsi di tengah lautan” atau “pembunuhan warga sipil dengan senjata kimia yang terlarang”. Dan sampai sekarang, anehnya, keduanya belum juga menjadi “garis merah”.

Baca halaman selanjutnya: Pembunuh Rakyat Suriah ...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pasca Pertemuan Wiranto-Ormas Islam, Proses Hukum Pembakar Bendera Tauhid Harus Berlanjut

Kamil menekankan bahwa bukan berarti hasil pertemuan tersebut lantas menghentikan proses hukum terhadap pembakar bendera

Jum'at, 09/11/2018 19:57 0

Indonesia

Wali Kota Bogor Sepakat Buat Regulasi Untuk Berantas LGBT

Wali Kota Bogor Sepakat Buat Regulasi Untuk Berantas LGBT

Jum'at, 09/11/2018 19:24 0

Indonesia

Cari Solusi Kasus Pembakaran Bendera Tauhid, Wiranto Kumpulkan Ormas Islam

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto mengumpulkan beberapa tokoh umat Islam untuk menyelesaikan kasus pembakaran bendera tauhid di Garut.

Jum'at, 09/11/2018 19:19 1

Indonesia

Massa Aksi Tolak LGBT Geruduk Balai Kota Bogor, Ini Tuntutan Mereka

Ribuan Massa Aksi Tolak LGBT Geruduk Balai Kota Bogor

Jum'at, 09/11/2018 18:56 0

Irak

Pengecualian Sanksi, AS Izinkan Iraq Beli Listrik dari Iran

AS dan Iraq menikmati hubungan yang kuat dan bekerja sama dalam isu-isu seperti pemerintahan, keamanan dan politik.

Jum'at, 09/11/2018 16:21 0

Australia

Serangan Pisau di Melbourne, Polisi Tak Sebut Aksi Terorisme

Seorang pria menyerang kerumunan orang dengan pisau di jalanan Melbourne tengah, Jumat (09/11/2018). Dia akhirnya tergeletak dalam kondisi kritis setelah ditembak oleh polisi.

Jum'at, 09/11/2018 15:46 0

Indonesia

Beredar Kabar Aksi 911 di Depan Kedubes Saudi, Jubir FPI: Itu Hoaks

Hari ini beredar poster ajakan untuk melakukan aksi di depan Kantor Kedubes Saudi di Jakarta karena kasus bendera yang menjerat Habib Rizieq

Jum'at, 09/11/2018 14:01 0

Indonesia

Kenapa Kasus HRS di Saudi Dinilai Operasi Intelijen? Begini Penjelasan Pengacara

Salah satu pengacara Habib Rizieq Syihab, Habib Ali Alatas memaparkan beberapa gejala yang menegaskan bahwa kasus bedera Habib Rizieq di Makkah adalah operasi intelijen

Jum'at, 09/11/2018 13:33 0

Amerika

Eks Marinir dan Pemakai Ekstasi, Sosok Penembak 12 Orang di Bar California

Pria bersenjata itu rupanya mengakhiri hidupnya sendiri. Demikian menurut keterangan pihak berwenang, seperti dikutip Herald Sun, Jumat (09/11/2018).

Jum'at, 09/11/2018 13:24 0

Indonesia

Pengacara: HRS Diperiksa Polisi Saudi karena Difitnah Terlibat ISIS, Bukan Soal Bendera

Salah satu pengacara Habib Rizieq Syihab, Habib Ali Alatas menyatakan bahwa ada pihak yang membuat fitnah bahwa HRS terlibat jaringan ISIS

Jum'at, 09/11/2018 11:38 0

Close