... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rakyat Iran Marah Karena Para Elit dan Pejabat Hidup Mewah

Foto: Aksi demonstrasi rakyat Iran.

KIBLAT.NET, Teheran – Di tengah krisis ekonomi yang menjerat Iran, ketimpangan sosial menjadi sorotan para aktivis lokal. Para elit bergelimang harta, sementara rakyat merasakan beban ekonomi seiring berlakunya sanksi AS.

Menyikapi hal ini, para aktivis lokal meluncurkan kampanye yang menargetkan beberapa elit terkaya di negara itu dan tokoh paling berpengaruh. Di antaranya terhadap Panglima Tertinggi Iran (IRGC), Mohammad Ali Jafari dan putranya. Keduanya terus menjalani kehidupan yang mewah, selan hewan peliharaan yang bernilai tinggi.

Seyed Mahdi Sadrossadati memposting gambar di Instagram yang menunjukkan putra Jafari berpose di sebelah harimau di teras rumah.

“Seekor harimau di rumah? Apa yang terjadi?” tulis Sadrossadati memberikan caption, sebagai ungkapan kemarahan atas ketimpangan ekonomi antara orang kaya dan masyarakat Iran.

“Dan ini ada seorang pemuda berusia 25 tahun yang tidak bisa mendapatkan kekayaan seperti itu. Orang-orang mengalami kesulitan serius mendapatkan popok untuk anak-anak mereka,” tambahnya.

Para aktivis mengecam korupsi dan meluasnya orang-orang kaya yang hidup sembarangan, sementara mayoritas rakyat Iran menghadapi melemahnya ekonomi akibat sanksi AS.

Sadrossadati telah memposting video-video perdebatan antara dirinya dan beberapa dari mereka yang dikritik.

Dalam sebuah sesi, ia menghadapi putra mantan gubernur bank sentral Mehdi Mazaheri, yang menuai banyak kritik setelah fotonya mengenakan arloji emas besar muncul.

Dalam debat panas, Sadrossadati berkata: “Bagaimana Anda menjadi kaya? Berapa banyak uang yang Anda mulai dan berapa banyak uang yang Anda miliki sekarang? Berapa banyak pinjaman yang telah Anda ambil?”

BACA JUGA  Sanksi AS Berlaku di Tengah Kekacauan Ekonomi Iran

Tak ada tanggapan pasti dari Mazaheri. Dia hanya berjanji akan bersedia berbagi dokumen tentang keuangannya.

Anak-anak dari lebih dari selusin pejabat lainnya telah dikritik secara online dan sering disebut sebagai “aghazadeh”, secara bahasa artinya “terlahir mulia”. Sebuah ungkapan dalam bahasa Farsi, yang maknanya untuk mencibir kemewahan mereka.

Mata uang Iran telah mencapai 149.000 dolar AS di pasar gelap yang digunakan untuk sebagian besar transaksi, turun dari sekitar 43.000 pada awal 2018 ketika Presiden AS Donald Trump bersumpah untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir antara Teheran dan kekuatan dunia yang bertujuan untuk mengekang program nuklirnya.

Kemarahan publik telah terjadi di Iran selama beberapa waktu. Demonstrasi untuk memprotes kesulitan ekonomi telah menewaskan 25 pengunjuk rasa, mulai tumbuh akhir tahun lalu dan menyebar ke lebih dari 80 kota dan desa.

Sumber: Asharq Al-Awsat
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Ruang Publik

Alami Jantung Bocor, Bayi Zya Harus Dioperasi dan Butuh Donasi

Bayi itu bernama Zya, usianya baru 20 bulan. Namun tidak ada yang menyangka bayi mungil itu diagnosa mengalami jantung bocor.

Kamis, 08/11/2018 17:53 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Kalimat Tauhid dan Barometer Akhlaqul Karimah

Kalimat Tauhid adalah poros utama penggerak orang-orang beriman. Dari kalimat tauhidlah keluar ketundukan, kejujuran akhlak dan pekerti yang luhur

Kamis, 08/11/2018 17:48 0

Indonesia

Vonis Untuk Pembakar Bendera Tauhid Dikhawatirkan Tak Beri Efek Jera

Vonis untuk pembakar bendera tauhid dikhawatirkan tak memberikan efek jera

Kamis, 08/11/2018 14:05 1

Indonesia

KSHUMI Sebut #JanganSuriahkanIndonesia adalah Mantra Penebar Teror

"Mantra ini terus disebarkan agar muncul ketakutan yang luas, meneror setiap jiwa-jiwa, hingga akhirnya menghilangkan nalar dan logika berpikir,” katanya kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Kamis (08/11/2018).

Kamis, 08/11/2018 13:58 0

Indonesia

Melirik ‘Emas Hijau’ Indonesia, Komoditas Bisnis Umat Berpotensi Triliunan

Lahan kelapa di Indonesia yang seluas 3,8 juta hektar bisa menghasilkan 4 ribu triliun

Kamis, 08/11/2018 13:01 0

Indonesia

Soal #JanganSuriahkanIndonesia, UBN: Jangan Berlebihan

"(Demontrasi) ini hanyalah sebatas ekspresi mereka, kekecewaan mereka. Dan barangkali ini yang gagal dipahami oleh rezim," ujar UBN.

Kamis, 08/11/2018 10:10 0

Indonesia

Besok, Huntara FKAM Insya Allah Diresmikan

Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) mendirikan huntara di atas lahan seluas 9.000 meter persegi untuk 50 KK

Kamis, 08/11/2018 10:07 0

Indonesia

AQL Islamic Center Gelar D’FED, Satukan Muhsinin untuk Misi Dakwah

"Karenanya, dibuatlah D'FED ini. Adapun yang diundang adalah orang-orang terdekat dulu, dari kalangan pebisnis, pengusaha, dan aktifis-aktifis di bidang ekonomi," ujarnya.

Kamis, 08/11/2018 10:00 0

Indonesia

Bahas Terorisme di Medsos, Wiranto Singgung Hoaks dan Hate Speech

"Oleh karena itu salah satu upaya yang juga dibahas adalah bagaimana pemerintah kita bekerja sama dengan masyarakat sipil untuk menanggulangi terorisme itu. Di mana kita kerjasamakan para pihak-pihak swasta yang berkecimpung dalam masalah teknologi komunikasi dengan pemerintah," kata Wiranto.

Rabu, 07/11/2018 13:31 0

Indonesia

Ditanya Soal Mobil Esemka, Begini Jawaban KH Ma’ruf Amin

Ditanya Soal Mobil Esemka, Begini Jawaban KH Ma'ruf Amin

Rabu, 07/11/2018 13:12 2

Close