... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Puji China, India Bungkam Soal Penahanan Massal Muslim Uighur

Foto: Perdana Menteri India Narendra Modi.

KIBLAT.NET, Jenewa – India enggan berkomentar terkait penahanan massal Muslim Uighur di China selama sidang Universal Periodic Review (UPR) di Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) di Jenewa, pekan ini.

Australia, Inggris, Kanada, Belgia, Republik Ceko, Finlandia, Islandia, Irlandia, Swedia dan Swiss, Jerman dan Perancis juga bergabung dengan Amerika Serikat dalam mengkritik China di HRC PBB untuk penahanan massal Uighurs, Kazakh, dan minoritas Muslim lainnya di Wilayah Otonomi Xinjiang Uighur.

Wakil menteri luar negeri Cina Le Yucheng memimpin delegasi dari Beijing selama UPR. Dia membantah kritik oleh AS dan negara-negara lain, dengan berdalih bahwa pendirian kamp konsentrasi sebagai tindakan preventif untuk mencegah aksi terorisme.

Selama sidang, 13 negara mengkritik keras pemerintah China itu atas penahanan massal tersebut. Namun, India bungkam dan memilih untuk memuji China atas keberhasilannya dalam menurunkan tingkat pengangguran dan mengurangi kemiskinan di Tiongkok selama lima tahun terakhir.

Virender Paul, Wakil Tetap Perwakilan New Delhi untuk kantor-kantor PBB dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, mempresentasikan pandangan India tersebut.

“India menghargai berbagai tindakan yang dilakukan oleh China dalam memastikan perumahan, layanan kesehatan publik dan tindakan khusus lainnya yang menargetkan perempuan, anak-anak, lansia dan penyandang cacat,” kata Paul, yang menyampaikan pernyataan New Delhi kepada UNHRC.

India juga memuji kemajuan yang dibuat oleh China dalam membawa pembangunan sosial-ekonomi, reformasi peradilan serta dalam mempromosikan pendidikan hak asasi manusia.

BACA JUGA  20 Titik Kamp "Pendidikan Ulang" Uighur Difasilitasi Cambuk Listrik dan Pentungan Duri

New Delhi memilih untuk tidak mengeluarkan suaranya dalam menentang Beijing. Hal ini seolah-olah untuk memastikan bahwa upaya untuk memperbaiki hubungan bilateral India-China tidak mengalami kemunduran.

Hubungan India yang kompleks dengan China menurun selama 72 hari pertempuran militer di Doklam Plateau di Bhutan barat. Kedua negara tetangga itu berusaha mengembalikan hubungan sejak awal tahun ini dengan serangkaian perjanjian tingkat tinggi, termasuk “pertemuan informal” antara Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden China Xi Jinping di Wuhan, China pada April dan dua pertemuan di sela-sela konklaf multilateral di Qingdao negara Asia Timur pada bulan Juni serta di Johannesburg di Afrika Selatan pada bulan Juli.

Modi dan Xi kemungkinan akan bertemu lagi di sela-sela KTT G 20 di Buenos Aires di Argentina akhir bulan ini.

Sumber: Deccan Herald
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal #JanganSuriahkanIndonesia, UBN: Jangan Berlebihan

"(Demontrasi) ini hanyalah sebatas ekspresi mereka, kekecewaan mereka. Dan barangkali ini yang gagal dipahami oleh rezim," ujar UBN.

Kamis, 08/11/2018 10:10 0

Indonesia

Besok, Huntara FKAM Insya Allah Diresmikan

Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) mendirikan huntara di atas lahan seluas 9.000 meter persegi untuk 50 KK

Kamis, 08/11/2018 10:07 0

Indonesia

AQL Islamic Center Gelar D’FED, Satukan Muhsinin untuk Misi Dakwah

"Karenanya, dibuatlah D'FED ini. Adapun yang diundang adalah orang-orang terdekat dulu, dari kalangan pebisnis, pengusaha, dan aktifis-aktifis di bidang ekonomi," ujarnya.

Kamis, 08/11/2018 10:00 0

Indonesia

Bahas Terorisme di Medsos, Wiranto Singgung Hoaks dan Hate Speech

"Oleh karena itu salah satu upaya yang juga dibahas adalah bagaimana pemerintah kita bekerja sama dengan masyarakat sipil untuk menanggulangi terorisme itu. Di mana kita kerjasamakan para pihak-pihak swasta yang berkecimpung dalam masalah teknologi komunikasi dengan pemerintah," kata Wiranto.

Rabu, 07/11/2018 13:31 0

Indonesia

Ditanya Soal Mobil Esemka, Begini Jawaban KH Ma’ruf Amin

Ditanya Soal Mobil Esemka, Begini Jawaban KH Ma'ruf Amin

Rabu, 07/11/2018 13:12 2

Indonesia

KH Ma’ruf Amin Sebut Kasus Pembakaran Bendera Tauhid Persoalan Lokal Garut

KH Ma'ruf Amin mengatakan kasus pembakaran bendera tauhid hanya persoalan lokal Garut dan sudah selesai

Rabu, 07/11/2018 11:20 0

Indonesia

Pertemuan Sub Regional, 9 Negara Bahas Program Baru Penanggulangan Terorisme

Pertemuan Sub Regional Penanggulangan Terorisme (Sub Regional Meeting On Counter Terorism) digelar di Jakarta dengan diikuti oleh sembilan negara peserta

Rabu, 07/11/2018 10:18 0

Indonesia

FKAM Kebut Huntara untuk Korban Gempa Lombok

“Total huntara yang kita bangun sejumlah 55 unit, untuk 55 KK,” terang Agung Suharno, koordinator FKAM Lombok kepada Kiblat.net (07/11).

Rabu, 07/11/2018 08:58 0

Manhaj

Membumikan Laa Ilaha Illallah dalam Seluruh Aspek Kehidupan

Laa Ilaha Illallah adalah misi para Nabi. Tidaklah seluruh Nabi diutus kepada kaumny, melainkan membawa misi Laa Ilaha Illallah. Namun, dewasa ini kalimat tauhid semakin tereduksi maknanya. Sebagian pihak hanya menganggap kalimat ini hanya sebatas kalimat zikir

Selasa, 06/11/2018 18:39 0

Indonesia

Ditunda Karena Gempa, Pertemuan Internasional Bahas Terorisme Pindah ke Jakarta

Pertemuan SRM on CT tersebut dihadiri oleh perwakilan dari sembilan negara sub regional yaitu Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand.

Selasa, 06/11/2018 15:12 0

Close