... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dunia Muslim Dinilai Tertinggal dalam Sains dan Teknologi, Apa Alasannya?

Foto: Ilustrasi.

KIBLAT.NET, Karachi – Para ilmuwan Muslim terkemuka di Simposium Internasional Produk Alami dan Kimia (ISNPC) ke-14 mengatakan bahwa semangat pengembangan sains dan teknologi di dunia Muslim kering.

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa negara-negara Muslim tertinggal dalam ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia, karena negara-negara ini mengalokasikan dana yang sangat terbatas untuk promosi dan pertumbuhan sains dan pembangunan,” kata mereka dalam sesi tertutup dengan kelompok media lokal yang diadakan di Pusat Internasional untuk Ilmu Kimia dan Biologi (ICCBS), Universitas Karachi, Rabu (07/11/2018).

Menurut mereka, para ilmuwan Muslim harus memiliki jaringan mereka sendiri untuk membantu satu sama lain. Mereka yang menghadiri sesi ini adalah Dr. Sahar Mustafa (Mesir), Dr. Eldar A Garaev (Azerbaijan), Dr. Kamala Kamal (Azerbaijan), Dr. Mannan (Lebanon), Dr. Nohad A Al Omari (Irak), Dr. Rami Mamdouh Arfeen (Palestina), Dr. Rahim Jantan (Malaysia) dan Direktur ICCBS, Prof Dr Muhammad Iqbal Choudhary.

Lebih dari 600 ilmuwan terkemuka dan peneliti muda, termasuk 100 ahli asing, menghadiri simposium internasional ini, yang diselenggarakan oleh ICCBS, Universitas Karachi.

Prof. Iqbal Choudhary mengatakan bahwa ada alokasi dana yang tidak memadai untuk penelitian dan pengembangan sektor di negara-negara Muslim. Menurutnya, sebabnya antara lain kurangnya kemauan politik, ketidakstabilan politik internal dan kegagalan untuk dikumpulkan dalam satu ikatan umat.

Di Pakistan, Prof. Iqbal mengamati, ketidakstabilan politik, korupsi dan kurangnya kemauan politik adalah rintangan utama dalam kemajuan sains dan teknologi.

BACA JUGA  Operasi Drone AS di Pakistan Sebabkan 2.714 Orang Tewas

Ilmuwan wanita Lebanon, Dr. Mannan mengatakan bahwa kurangnya dana adalah masalah utama di Lebanon, di mana Universitas hanya berfokus pada pengajaran daripada penelitian.

Menggambarkan keadaan ilmu di Palestina, Dr. Rami Mamdouh Arfeen mengatakan bahwa Universitas di Palestina hanya berorientasi pada pengajaran. Ia menambahkan bahwa kurangnya dana dan sumber daya manusia yang terlatih benar-benar merupakan beberapa masalah utama yang dihadapi sektor ilmu pengetahuan dan teknologi Palestina.

Dr. Nohad A Al Omari mengatakan bahwa rakyat Iraq terampil dan berbakat, tetapi negara ini kehilangan platform sains yang sesuai bagi para ilmuannya.

Sementara Dr. Rahim Jantan mengatakan bahwa dunia sains sepenuhnya dikendalikan oleh Dunia Barat. Dia menyarankan agar Pakistan harus memimpin Dunia Muslim dalam keterbatasan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berbicara tentang masalah di Azerbaijan, Dr. Eldar A Garaev dan Dr. Kamala Kamal, seorang ilmuwan wanita, menyatakan penghalang bahasa adalah salah satu masalah paling penting yang membuat peluang promosi sains menjadi langsing di negara ini.

Ilmuwan wanita Mesir, Dr. Sahar Mustafa mengatakan bahwa di negara-negaranya para ilmuwan dan cendekiawan telah terlibat dalam menulis makalah dan berjuang untuk promosi resmi mereka.

Sumber: The Nation
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal #JanganSuriahkanIndonesia, UBN: Jangan Berlebihan

"(Demontrasi) ini hanyalah sebatas ekspresi mereka, kekecewaan mereka. Dan barangkali ini yang gagal dipahami oleh rezim," ujar UBN.

Kamis, 08/11/2018 10:10 0

Indonesia

Besok, Huntara FKAM Insya Allah Diresmikan

Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) mendirikan huntara di atas lahan seluas 9.000 meter persegi untuk 50 KK

Kamis, 08/11/2018 10:07 0

Indonesia

AQL Islamic Center Gelar D’FED, Satukan Muhsinin untuk Misi Dakwah

"Karenanya, dibuatlah D'FED ini. Adapun yang diundang adalah orang-orang terdekat dulu, dari kalangan pebisnis, pengusaha, dan aktifis-aktifis di bidang ekonomi," ujarnya.

Kamis, 08/11/2018 10:00 0

Indonesia

Bahas Terorisme di Medsos, Wiranto Singgung Hoaks dan Hate Speech

"Oleh karena itu salah satu upaya yang juga dibahas adalah bagaimana pemerintah kita bekerja sama dengan masyarakat sipil untuk menanggulangi terorisme itu. Di mana kita kerjasamakan para pihak-pihak swasta yang berkecimpung dalam masalah teknologi komunikasi dengan pemerintah," kata Wiranto.

Rabu, 07/11/2018 13:31 0

Indonesia

Ditanya Soal Mobil Esemka, Begini Jawaban KH Ma’ruf Amin

Ditanya Soal Mobil Esemka, Begini Jawaban KH Ma'ruf Amin

Rabu, 07/11/2018 13:12 2

Indonesia

KH Ma’ruf Amin Sebut Kasus Pembakaran Bendera Tauhid Persoalan Lokal Garut

KH Ma'ruf Amin mengatakan kasus pembakaran bendera tauhid hanya persoalan lokal Garut dan sudah selesai

Rabu, 07/11/2018 11:20 0

Indonesia

Pertemuan Sub Regional, 9 Negara Bahas Program Baru Penanggulangan Terorisme

Pertemuan Sub Regional Penanggulangan Terorisme (Sub Regional Meeting On Counter Terorism) digelar di Jakarta dengan diikuti oleh sembilan negara peserta

Rabu, 07/11/2018 10:18 0

Indonesia

FKAM Kebut Huntara untuk Korban Gempa Lombok

“Total huntara yang kita bangun sejumlah 55 unit, untuk 55 KK,” terang Agung Suharno, koordinator FKAM Lombok kepada Kiblat.net (07/11).

Rabu, 07/11/2018 08:58 0

Manhaj

Membumikan Laa Ilaha Illallah dalam Seluruh Aspek Kehidupan

Laa Ilaha Illallah adalah misi para Nabi. Tidaklah seluruh Nabi diutus kepada kaumny, melainkan membawa misi Laa Ilaha Illallah. Namun, dewasa ini kalimat tauhid semakin tereduksi maknanya. Sebagian pihak hanya menganggap kalimat ini hanya sebatas kalimat zikir

Selasa, 06/11/2018 18:39 0

Indonesia

Ditunda Karena Gempa, Pertemuan Internasional Bahas Terorisme Pindah ke Jakarta

Pertemuan SRM on CT tersebut dihadiri oleh perwakilan dari sembilan negara sub regional yaitu Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand.

Selasa, 06/11/2018 15:12 0

Close