... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Siap Hapus Sudan dari Daftar Negara “Hitam”

Foto: Presiden Sudan Umar Bashir

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat mengatakan, Rabu (07/11), pihaknya siap menghapus Sudan dari daftar negara-negara yang mendukung terorisme, tetapi dengan syarat bahwa pemerintah Sudan akan melakukan reformasi lebih lanjut.

Departemen Luar Negeri AS menyeru pemerintah Sudan bekerja sama dengan negaranya memerangi “teroris” dan memperbaiki cacatan hak asasi manusia di Negara itu.

Tahun lalu, pemerintahan Presiden Donald Trump mencabut sanksi yang dijatuhkan pada Sudan selama beberapa dekade. Akan tetapi, AS masih melarang investasi di Sudan karena masih masuk dalam daftar Negara sponsor “terorisme” oleh AS.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Wakil Menteri Luar Negeri John Salivan membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Sudan Dardari Ahmed pada Selasa lalu di Washington.

“Amerika Serikat menyambut komitmen Sudan untuk kemajuan pada isu-isu kunci,” kata pernyataan Deplu AS.

Pernyataan itu menambahkan, AS siap mencabut Sudan dari daftar Negara “sponsor terorisme” dengan syarat negara itu bertekad memenuhi semua standar hukum yang relevan. Syarat lainnya, Sudan juga harus membuat kemajuan menangani enam masalah utama yang menjadi perhatian bersama.

Selain kerjasama dalam perang melawan terorisme dan hak asasi manusia, Amerika Serikat juga meminta Sudan untuk bergerak maju dalam menyelesaikan perselisihan internalnya, termasuk memungkinkan akses bagi organisasi bantuan ke Negara itu.

“AS juga meminta Sudan kembali bekerja sama dalam hal-hal terkait masalah terorisme yang menggantung,” imbuh pernyataan tersebut.

BACA JUGA  Prancis Enggan Tambah Tentara untuk Misi "Anti Teror" di Burkina Faso

Meskipun ada hubungan yang tegang, Sudan bekerja dengan Amerika Serikat pada isu-isu kunci termasuk penanganan kerusuhan di negara tetangga Libya.

Amerika Serikat memasukkan Sudan ke daftar Negara sponsor terorisme pada 1993. Washington menuduh Negara Afrika itu melindungi pemimpin organisasi Al-Qaidah, Usamah bin Ladin. Saat itu, Sudan dipimpin Umar Bashir, yang dianggap radikal oleh Barat.

Namun pada 2011, hubungan AS dan Sudan mulai membaik. AS kembali menjalin komunikasi untuk menangani kasus pemberontakan di Sudan selatan.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

AQL Islamic Center Gelar D’FED, Satukan Muhsinin untuk Misi Dakwah

"Karenanya, dibuatlah D'FED ini. Adapun yang diundang adalah orang-orang terdekat dulu, dari kalangan pebisnis, pengusaha, dan aktifis-aktifis di bidang ekonomi," ujarnya.

Kamis, 08/11/2018 10:00 0

Indonesia

Bahas Terorisme di Medsos, Wiranto Singgung Hoaks dan Hate Speech

"Oleh karena itu salah satu upaya yang juga dibahas adalah bagaimana pemerintah kita bekerja sama dengan masyarakat sipil untuk menanggulangi terorisme itu. Di mana kita kerjasamakan para pihak-pihak swasta yang berkecimpung dalam masalah teknologi komunikasi dengan pemerintah," kata Wiranto.

Rabu, 07/11/2018 13:31 0

Indonesia

Ditanya Soal Mobil Esemka, Begini Jawaban KH Ma’ruf Amin

Ditanya Soal Mobil Esemka, Begini Jawaban KH Ma'ruf Amin

Rabu, 07/11/2018 13:12 2

Indonesia

KH Ma’ruf Amin Sebut Kasus Pembakaran Bendera Tauhid Persoalan Lokal Garut

KH Ma'ruf Amin mengatakan kasus pembakaran bendera tauhid hanya persoalan lokal Garut dan sudah selesai

Rabu, 07/11/2018 11:20 0

Indonesia

Pertemuan Sub Regional, 9 Negara Bahas Program Baru Penanggulangan Terorisme

Pertemuan Sub Regional Penanggulangan Terorisme (Sub Regional Meeting On Counter Terorism) digelar di Jakarta dengan diikuti oleh sembilan negara peserta

Rabu, 07/11/2018 10:18 0

Indonesia

FKAM Kebut Huntara untuk Korban Gempa Lombok

“Total huntara yang kita bangun sejumlah 55 unit, untuk 55 KK,” terang Agung Suharno, koordinator FKAM Lombok kepada Kiblat.net (07/11).

Rabu, 07/11/2018 08:58 0

Manhaj

Membumikan Laa Ilaha Illallah dalam Seluruh Aspek Kehidupan

Laa Ilaha Illallah adalah misi para Nabi. Tidaklah seluruh Nabi diutus kepada kaumny, melainkan membawa misi Laa Ilaha Illallah. Namun, dewasa ini kalimat tauhid semakin tereduksi maknanya. Sebagian pihak hanya menganggap kalimat ini hanya sebatas kalimat zikir

Selasa, 06/11/2018 18:39 0

Indonesia

Ditunda Karena Gempa, Pertemuan Internasional Bahas Terorisme Pindah ke Jakarta

Pertemuan SRM on CT tersebut dihadiri oleh perwakilan dari sembilan negara sub regional yaitu Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand.

Selasa, 06/11/2018 15:12 0

Artikel

Sanksi AS Tidak Ditujukan untuk Menjatuhkan Pemerintah Iran

"Tujuan utama kami adalah meyakinkan rezim untuk meninggalkan jalur revolusionernya saat ini," kata Pompeo. “Rezim Iran punya pilihan. Ia bisa berbalik 180 derajat dan bertindak seperti negara normal, atau bisa melihat ekonominya runtuh.”

Selasa, 06/11/2018 14:42 0

Suara Pembaca

LDK MPM Unhas Salurkan Bantuan Al-Quran untuk Pengungsi Sulteng

"Saat penyaluran di Balaroa, warga berebut Al-Quran dari kami, Alhamdulillah tidak kalah dengan perebutan sembako," ungkapnya.

Selasa, 06/11/2018 10:49 0

Close