... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Parlemen Israel Godok RUU Hukuman Mati untuk Warga Palestina

Foto: Parlemen Israel Knesset

KIBLAT.NET, Tepi Barat – Parlemen Israel Knesset membahas Rancangan Undang-undang (RUU) untuk menjatuhkan hukuman mati bagi warga Palestina yang terlibat dalam serangan terhadap Israel pekan depan. Hal itu dikemukakan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman Selasa (06/11/2018).

“RUU hukuman mati akan dipaparkan di hadapan komite konstitusi, hukum dan keadilan Knesset,” katanya di Twitter.

Lieberman mengatakan RUU itu kemudian akan diajukan untuk disetujui dalam pembacaan pertama oleh anggota parlemen.

“Kami tidak akan menyerah dan kami tidak akan berhenti sampai kami menyelesaikan pekerjaan itu,” ungkapnya.

Pada hari Ahad, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberi lampu hijau untuk RUU kontroversial yang akan diajukan oleh Knesset ini.

Undang-undang ini sangat didukung oleh Lieberman dan merupakan bagian dari perjanjian koalisi sebelumnya dengan partai Likud Netanyahu. Kesepakatan itu membawa partai Yisrael Beiteinu ke dalam pemerintahan koalisi Israel.

Karena sistem hukum ganda Israel, yang umumnya mencoba orang Israel di pengadilan sipil dan Palestina di pengadilan militer (di mana hukuman mati akan diperkenalkan), orang Israel pada umumnya tidak akan menghadapi eksekusi karena membunuh orang Palestina.

Saat ini, hukuman mati hanya dapat dikenakan jika panel tiga hakim militer menjatuhkan hukuman dengan suara bulat. Jika RUU itu disetujui, hukuman dapat diberlakukan hanya dengan putusan mayoritas.

Menurut angka resmi Palestina, sekitar 6.500 warga Palestina saat ini ditahan di penjara dan fasilitas penahanan di seluruh Israel.

BACA JUGA  Knesset Akan Bahas RUU Eksekusi Mati Warga Palestina yang Serang Israel

Sumber: World Bulletin
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bahas Terorisme di Medsos, Wiranto Singgung Hoaks dan Hate Speech

"Oleh karena itu salah satu upaya yang juga dibahas adalah bagaimana pemerintah kita bekerja sama dengan masyarakat sipil untuk menanggulangi terorisme itu. Di mana kita kerjasamakan para pihak-pihak swasta yang berkecimpung dalam masalah teknologi komunikasi dengan pemerintah," kata Wiranto.

Rabu, 07/11/2018 13:31 0

Indonesia

Ditanya Soal Mobil Esemka, Begini Jawaban KH Ma’ruf Amin

Ditanya Soal Mobil Esemka, Begini Jawaban KH Ma'ruf Amin

Rabu, 07/11/2018 13:12 2

Indonesia

KH Ma’ruf Amin Sebut Kasus Pembakaran Bendera Tauhid Persoalan Lokal Garut

KH Ma'ruf Amin mengatakan kasus pembakaran bendera tauhid hanya persoalan lokal Garut dan sudah selesai

Rabu, 07/11/2018 11:20 0

Indonesia

Pertemuan Sub Regional, 9 Negara Bahas Program Baru Penanggulangan Terorisme

Pertemuan Sub Regional Penanggulangan Terorisme (Sub Regional Meeting On Counter Terorism) digelar di Jakarta dengan diikuti oleh sembilan negara peserta

Rabu, 07/11/2018 10:18 0

Indonesia

FKAM Kebut Huntara untuk Korban Gempa Lombok

“Total huntara yang kita bangun sejumlah 55 unit, untuk 55 KK,” terang Agung Suharno, koordinator FKAM Lombok kepada Kiblat.net (07/11).

Rabu, 07/11/2018 08:58 0

Manhaj

Membumikan Laa Ilaha Illallah dalam Seluruh Aspek Kehidupan

Laa Ilaha Illallah adalah misi para Nabi. Tidaklah seluruh Nabi diutus kepada kaumny, melainkan membawa misi Laa Ilaha Illallah. Namun, dewasa ini kalimat tauhid semakin tereduksi maknanya. Sebagian pihak hanya menganggap kalimat ini hanya sebatas kalimat zikir

Selasa, 06/11/2018 18:39 0

Indonesia

Ditunda Karena Gempa, Pertemuan Internasional Bahas Terorisme Pindah ke Jakarta

Pertemuan SRM on CT tersebut dihadiri oleh perwakilan dari sembilan negara sub regional yaitu Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand.

Selasa, 06/11/2018 15:12 0

Artikel

Sanksi AS Tidak Ditujukan untuk Menjatuhkan Pemerintah Iran

"Tujuan utama kami adalah meyakinkan rezim untuk meninggalkan jalur revolusionernya saat ini," kata Pompeo. “Rezim Iran punya pilihan. Ia bisa berbalik 180 derajat dan bertindak seperti negara normal, atau bisa melihat ekonominya runtuh.”

Selasa, 06/11/2018 14:42 0

Suara Pembaca

LDK MPM Unhas Salurkan Bantuan Al-Quran untuk Pengungsi Sulteng

"Saat penyaluran di Balaroa, warga berebut Al-Quran dari kami, Alhamdulillah tidak kalah dengan perebutan sembako," ungkapnya.

Selasa, 06/11/2018 10:49 0

Indonesia

Polisi Tak Hadir di Praperadilan Sukmawati, HRS Kecewa

Kita, lanjutnya, berharap kepada hakim jika pihak termohon tidak datang, kami minta persidangan tetap dilanjutkan. Kalau datang minimal dilanjutkan dengan pembacaan permohonan untuk meringkas waktu.

Selasa, 06/11/2018 10:40 0

Close