... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

NATO Seru Taliban Duduk di Meja Perundingan

Foto: Pasukan NATO di Afghanistan

KIBLAT.NET, Kabul – Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, Selasa (06/11), menyeru Taliban untuk mengambil bagian dalam proses perdamaian di Afghanistan. Pernyataan itu dikeluarkan setelah Stoltenberg bertemu Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di Kabul.

“Jika Taliban akan menjadi bagian dari masa depan Afghanistan, mereka harus duduk di meja perundingan,” katanya seraya menggambarkan bahwa kekerasan di negara itu sebagai “tidak masuk akal.”

Ia mengklaim bahwa kehadiran NATO dan pasukan di Afghanistan untuk mendukung Negara itu yang tengah menghadapi cobaan. Kami melatih, mengarahkan dan membantu pasukan keamanan Afghanistan dalam membuat negara ini lebih aman dan mencegahnya dari menjadi tempat yang aman bagi “terorisme internasional”.

Stoltenberg tiba pada Selasa di ibukota Afghanistan. Kunjungannya ini di tengah tekanan internasional yang mendesak penyelesaian konflik di Negara tersebut.

Dalam kunjungan itu, Dia didampingi Kepala Komite Militer NATO, Marshal Stuart Beach, dan Panglima NATO, Jenderal Kurtis Scaparotti.

Amerika Serikat sendiri telah menunjuk utusan khusus untuk membicarakan perudingan di Afghanistan. Utusan itu merupakan mantan Duta Besar AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad.

Para kurun waktu 4 hingga 14 Oktober, Khalilzad melakukan tur ke Afghanistan, Pakistan, Uni Emirat Arab, Qatar dan Arab Saudi sebagai bagian dari upaya untuk mendorong perdamaian di Afghanistan.

Dalam pernyataan sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS meringkas tugas Khalilzad untuk mengkoordinasi dan mengarahkan upaya AS untuk memastikan bahwa Taliban duduk di meja perundingan.

BACA JUGA  Hadiri Konferensi Perdamaian di Moskow, Taliban Tetap pada Tuntutan Awal

Taliban juga telah menemui perwakilan AS dalam negosiasi pembuka sebelum duduk di meja perundingan resmi. Gerakan tersebut mengajukan sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum pembicaraan resmi dimulai.

Di sisi lain, Taliban terus melanjutkan operasi militernya. Di hari yang sama, sebanyak 30 polisi dilaporkan tewas akibat serangan pejuang Taliban. Serangan itu menargetkan sebuah pos polisi di perbatasan dengan Iran.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KH Ma’ruf Amin Sebut Kasus Pembakaran Bendera Tauhid Persoalan Lokal Garut

KH Ma'ruf Amin mengatakan kasus pembakaran bendera tauhid hanya persoalan lokal Garut dan sudah selesai

Rabu, 07/11/2018 11:20 0

Indonesia

Pertemuan Sub Regional, 9 Negara Bahas Program Baru Penanggulangan Terorisme

Pertemuan Sub Regional Penanggulangan Terorisme (Sub Regional Meeting On Counter Terorism) digelar di Jakarta dengan diikuti oleh sembilan negara peserta

Rabu, 07/11/2018 10:18 0

Indonesia

FKAM Kebut Huntara untuk Korban Gempa Lombok

“Total huntara yang kita bangun sejumlah 55 unit, untuk 55 KK,” terang Agung Suharno, koordinator FKAM Lombok kepada Kiblat.net (07/11).

Rabu, 07/11/2018 08:58 0

Manhaj

Membumikan Laa Ilaha Illallah dalam Seluruh Aspek Kehidupan

Laa Ilaha Illallah adalah misi para Nabi. Tidaklah seluruh Nabi diutus kepada kaumny, melainkan membawa misi Laa Ilaha Illallah. Namun, dewasa ini kalimat tauhid semakin tereduksi maknanya. Sebagian pihak hanya menganggap kalimat ini hanya sebatas kalimat zikir

Selasa, 06/11/2018 18:39 0

Indonesia

Ditunda Karena Gempa, Pertemuan Internasional Bahas Terorisme Pindah ke Jakarta

Pertemuan SRM on CT tersebut dihadiri oleh perwakilan dari sembilan negara sub regional yaitu Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand.

Selasa, 06/11/2018 15:12 0

Artikel

Sanksi AS Tidak Ditujukan untuk Menjatuhkan Pemerintah Iran

"Tujuan utama kami adalah meyakinkan rezim untuk meninggalkan jalur revolusionernya saat ini," kata Pompeo. “Rezim Iran punya pilihan. Ia bisa berbalik 180 derajat dan bertindak seperti negara normal, atau bisa melihat ekonominya runtuh.”

Selasa, 06/11/2018 14:42 0

Suara Pembaca

LDK MPM Unhas Salurkan Bantuan Al-Quran untuk Pengungsi Sulteng

"Saat penyaluran di Balaroa, warga berebut Al-Quran dari kami, Alhamdulillah tidak kalah dengan perebutan sembako," ungkapnya.

Selasa, 06/11/2018 10:49 0

Indonesia

Polisi Tak Hadir di Praperadilan Sukmawati, HRS Kecewa

Kita, lanjutnya, berharap kepada hakim jika pihak termohon tidak datang, kami minta persidangan tetap dilanjutkan. Kalau datang minimal dilanjutkan dengan pembacaan permohonan untuk meringkas waktu.

Selasa, 06/11/2018 10:40 0

Indonesia

Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Sukmawati Ditunda

Di awal persidangan, hakim membacakan tiga termohon yang tidak hadir. Pertama, dari Direktorat Umum Bareskrim, kedua Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, dan yang ketiga Kapolri.

Selasa, 06/11/2018 10:35 0

Indonesia

Dukung UAS Bicara Soal Khilafah, Din Syamsuddin: Itu Ajaran Islam

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mengaku prihatin dengan sejumlah tindakan yang dialami Ustadz Abdul Somad; seperti persekusi, pengadangan ceramah hingga fitnah.

Senin, 05/11/2018 16:18 0

Close