... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Membumikan Laa Ilaha Illallah dalam Seluruh Aspek Kehidupan

Foto: Lailaha Illallah

KIBLAT.NET – Kalimat Laa Ilaha Illallah adalah kalimat yang ringan diucapkan namun memiliki bobot yang sangat agung. Karena hakikatnya kalimat Laa Ilaha Illallah merupakan intisari ajaran Islam. Namun hari ini, kalimat ini terdistorsi sehingga hanya menjadi kalimat zikir saja, sedangkan makna dan konsekuensinya tidak melekat di setiap sendi kehidupan.

Ini adalah dampak dari arus Sekularisme yang menghantam negeri-negeri kaum muslimin. Orang-orang sekuler ingin membatasi Islam sebatas keyakinan dalam hati saja, atau tata cara ibadah saja, tanpa melebar ke semua urusan. Mereka juga membatasi untuk berpolitik, yaitu menjauhkan unsur agama dari urusan politik. Melarang beragama secara berlebihan dan melarang untuk kembali kepada inti ajaran yang Allah turunkan.

Dampak Ghozwul Fikri

Kita sadar bahwa pasca runtuhnya Khilafah Islamiyah, arus Sekularisme mengalir deras ke negeri-negeri kaum muslimin. Pemikiran Sekularisme yang mengarah kepada pemisahan Islam dan dan negara, mendapat perlawanan dari umat Islam. Sehingga kampanye menegakkan syariat Islam menjadi isu sentral umat Islam di seluruh dunia.

Namun fokusnya umat Islam dalam upaya pemberlakuan syariat Islam, perlu mendapat evaluasi. Karena di lapangan ditemukan beberapa praktek yang salah dari upaya ini. Ada yang berpendapat bahwa hadirnya pengadilan-pengadilan syariat adalah satu-satunya solusi. Sementara sebagian lain memahami bahwa syariat Islam hanya sebatas hudud saja. Sehingga perhatian kepada aspek-aspek tauhid yang lain menjadi berkurang.

Jika kita temukan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah yang fokus pada permasalahan asma wa sifat, hal itu disebabkan permasalahan tersebut menjadi fitnah pada masa itu.Namun, beliau juga memberikan perhatian pada permasalahan lain dalam buku-buku dan fatwanya. Jika kita temukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang fokus pada permasalahan syirik kubur, hal itu disebabkan permasalahan tersebut menjadi kemelut pada masa itu. Dan beliau juga memberikan perhatian kepada permasalahan yang lain dalam buku-buku dan fatwanya.

Demikian juga, kalimat La Ilaha Illah tidak terbatas hanya dalam permasalahan akidah, ibadah dan hukum syariat saja. Sebagaimana telah Allah turunkan, kalimat La Ilaha Illallah mencakup segala lini kehidupan. Cukuplah ayat ini menjadi menjelaskan :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am : 162)

Kita tidak bisa mengaku bahwa kita telah memenuhi hak-hak La Ilaha Illallah walaupun kita meyakini akidah yang benar, selamat dari syirik, berhukum dengan syariat Allah, namun sistem pendidikan kita tidak mengacu kepada La Ilaha Illallah, sistem ekonomi kita masih belum terbebas dari cengkraman Kapitalisme, konsep ilmu pengetahuan kita masih memisahkan antara La Ilaha Illallah  dan sains, dan seluruh aspek lain di lini kehidupan kita belum terintegrasi dengan La Ilaha Illallah. Dengan tidak bermaksud meremehkan La Ilaha Illallah dalam masalah akidah, ibadah dan penegakan syariat, akan tetapi kita juga harus memberikan perhatian yang sama terhadap aspek-aspek lain yang mana itu juga merupakan konsekuensi dari La Ilaha Illallah.

Menjelaskan Makna La Ilaha Illallah Tanpa Kenal Waktu

BACA JUGA  Soal Indeks Kota Toleran, Eggi: Rilis Setara Institute Sangat Diskriminatif

La Ilaha Illallah adalah sebuah kalimat ajaib yang mengubah sebuah masyarakat. Kalimat tauhid ini merubah pola keyakinan, perkataan dan prilaku para sahabat. Kalimat inilah yang membuat bangsa Arab keluar dari jahiliyah. Dan sudah seharusnya kalimat ini mewarnai seluruh aspek hidup umat Islam.

Oleh karena itu, tuntutan bagi para aktifis dan orang-orang yang berjuang mengakkan agama adalah meletakkan La Ilaha Illallah di setiap aspek kehidupan. Membicarakannya tanpa henti dan mendakwahkannya tak kenal lelah. Karena ini tugas kenabian.

Allah SWT berfirman:

قَالُوا يَا شُعَيْبُ أَصَلَاتُكَ تَأْمُرُكَ أَن نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا أَوْ أَن نَّفْعَلَ فِي أَمْوَالِنَا مَا نَشَاءُ ۖ إِنَّكَ لَأَنتَ الْحَلِيمُ الرَّشِيدُ

Artinya, “Mereka berkata: “Hai Syu’aib, apakah sholatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal.” (QS Hud: 87)

Di dalam ayat ini terdapat tiga hal yang saling terintegrasi, yang mana itu adalah focus dakwah Nabi Syuaib. Ada sholat. Berlepas diri dari kesyirikan dan memperbaiki sistem ekonomi. Maknanya, sistem ekonomi, sholat dan tauhid adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Sebagaimana ayat yang turun kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah yang masih berkenaan dengan La Ilaha Illallah, padahal telah terbentuk masyarakat Islami, berdiri Negara Islam, dan tegaknya manhaj Robbani di sana.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ   

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya.” (QS. An-Nisa : 136)

BACA JUGA  Amanah Terhadap Harta Umat

Ayat ini menjelaskan bahwa pembahasan yang masih berkenaan dengan La Ilaha Illallah tidak boleh terputus selamanya, walau pun konsekuensi kalimatnya telah terwujud dalam kenyataan. Hal ini karena kebutuhan untuk senantiasa adanya pengingat dan penguatan.

Cara kembali kepada kalimat La Ilaha Illallah

Kita telah menyimpang dari La Ilaha Illallah di berbagai bidang. Untuk menghilangkan penyimpangan ini, kita tidak mungkin dengan mengikuti cara Barat dan Sekuler. Caranya adalah bertolak dari kalimat La Ilaha Illallah. Kemudian seluruh sektor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ditundukkan pada konsekuensi La Ilaha Illallah.

Maka, pertama kali kita akan menjadi orang yang bebas di muka bumi, yaitu kebebasan karena hanya beribadah kepada Allah saja. Kemudian menjadi inspirator bagi negeri-negeri yang tersesat, menunjukkan pada jalan kebenaran. Bukan menjadi pengikut mereka, yang kemudian mereka akan menjadikan kita keset sebagaimana yang mereka lakukan pada saudara-saudara kita hari ini.

Di semua lini kehidupan, kita harus mendahulukan iman dengan keimanan yang mengakar bahwa La Ilaha Illallah disertai konsekuensinya secara menyeluruh. Dengannya lah akan terwujud kemenangan dan kebaikan di dunia dan akhirat dengan kriteria yang benar. Kemudian kita bergerak melakukan perbaikan yang diharapkan karena dorongan untuk mewujudkan La Ilaha Illallah di muka bumi. Bukan bertolak dari dorongan yang lain, yang akan mencampurkan iman dengan syirik.

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلا وَهُمْ مُشْرِكُونَ

“Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (QS. Yusuf : 106)

Bersamaan dengan itu, kita tegakkan syariat sebagaimana yang diwajibkan oleh Allah.

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (QS. Al-Ahzab : 36)

Hanya dengan ini lah kita mewujudkan umat Islam yang didambakan. Kita wujudkan kebaikan bagi umat ini dengan melaksanakan syari’atnya dengan benar. Sebagimana Allah berfirman : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran : 110). Wallahu ‘alam bish showab.

Penulis: Zamroni
Editor: Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ditunda Karena Gempa, Pertemuan Internasional Bahas Terorisme Pindah ke Jakarta

Pertemuan SRM on CT tersebut dihadiri oleh perwakilan dari sembilan negara sub regional yaitu Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand.

Selasa, 06/11/2018 15:12 0

Artikel

Sanksi AS Tidak Ditujukan untuk Menjatuhkan Pemerintah Iran

"Tujuan utama kami adalah meyakinkan rezim untuk meninggalkan jalur revolusionernya saat ini," kata Pompeo. “Rezim Iran punya pilihan. Ia bisa berbalik 180 derajat dan bertindak seperti negara normal, atau bisa melihat ekonominya runtuh.”

Selasa, 06/11/2018 14:42 0

Iran

Sanksi AS Berlaku di Tengah Kekacauan Ekonomi Iran

Ekspor minyak mentah Iran mencapai 2.125.000 barel per hari pada tahun yang sama, sementara ekspor gas alamnya mencapai 12,9 miliar meter kubik. Angka-angka itu, bagaimanapun, telah menurun pada tahun ini.

Selasa, 06/11/2018 13:44 0

Suara Pembaca

LDK MPM Unhas Salurkan Bantuan Al-Quran untuk Pengungsi Sulteng

"Saat penyaluran di Balaroa, warga berebut Al-Quran dari kami, Alhamdulillah tidak kalah dengan perebutan sembako," ungkapnya.

Selasa, 06/11/2018 10:49 0

Indonesia

Polisi Tak Hadir di Praperadilan Sukmawati, HRS Kecewa

Kita, lanjutnya, berharap kepada hakim jika pihak termohon tidak datang, kami minta persidangan tetap dilanjutkan. Kalau datang minimal dilanjutkan dengan pembacaan permohonan untuk meringkas waktu.

Selasa, 06/11/2018 10:40 0

Indonesia

Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Sukmawati Ditunda

Di awal persidangan, hakim membacakan tiga termohon yang tidak hadir. Pertama, dari Direktorat Umum Bareskrim, kedua Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, dan yang ketiga Kapolri.

Selasa, 06/11/2018 10:35 0

Suriah

Jaringan HAM: Rezim Suriah Tangkapi Pejuang Oposisi yang Berdamai

Ini merupakan pelanggaran terhadap perjanjian kesepakatan yang telah ditandatangani.

Selasa, 06/11/2018 09:06 0

Amerika

AS Bolehkan Delapan Negara Ini Beli Minyak Iran Meski Sanksi Berlaku

Di antara delapan negara itu, Turki, Cina, Italia dan Korea Selatan

Selasa, 06/11/2018 07:53 0

Asia

India Larang Salat Lima Waktu di Taj Mahal

para petugas telah memutus jaringan air untuk berwudhu di Taj Mahal sejak Ahad malam.

Selasa, 06/11/2018 07:17 0

Indonesia

Dukung UAS Bicara Soal Khilafah, Din Syamsuddin: Itu Ajaran Islam

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mengaku prihatin dengan sejumlah tindakan yang dialami Ustadz Abdul Somad; seperti persekusi, pengadangan ceramah hingga fitnah.

Senin, 05/11/2018 16:18 0

Close