... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Sukmawati Ditunda

Foto: Sidang praperadilan Sukmawati di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (05/11/2018)

KIBLAT.NET, Jakarta – Sidang perdana praperadilan Sukmawati digelar dengan agenda pembacaan permohonan praperadilan. Namun menurut pantauan Kiblat.net, pihak termohon dalam hal ini kepolisian tidak hadir dalam persidangan.

Di awal persidangan, hakim membacakan tiga termohon yang tidak hadir. Pertama, dari Direktorat Umum Bareskrim, kedua Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, dan yang ketiga Kapolri.

Karena pihak termohon tidak hadir, majelis hakim menunda persidangan hingga 12 November 2018 mendatang.

Ketidakhadiran pihak termohon ini pun disayangkan oleh pemohon, yaitu dari Heterogen Robohkan Rasis (HRS). Salah satu anggota HRS, Azzam Khan menegaskan bahwa pihak kepolisian seharusnya hadir.

“Tentu kami kecewa, karena kami datang kesini melakukan praperadilan, itu karena akibat dari pihak Mabes yang mengeluarkan SP3 ke Sukmawati. Namun, begitu kami di sini tiga jam, tidak hadir,” paparnya kepada Kiblat.net di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (05/11/2018).

Azam menyebutkan bahwa praperadilan ini untuk menguji tindakan Polri yang menghentikan kasus Sukmawati. Menurutnya, dalam menghentikan sebuah kasus harus jelas dasar hukumnya.

“Kami ingin menguji itu, di sidang inilah apakah adanya SP3 tanpa adanya tersangka, adanya pemeriksaan itu dibenarkan. Kalau dibenarkan, ada dasar hukumnya, dan kami harus tahu,” tukasnya.

Berbagai advokat yang tergabung dalam Heterogen Robohkan Rasis (HRS) mengajukan praperadilan kasus Sukmawati. Sebab, secara tiba-tiba kasus dugaan penodaan agama Sukmawati dihentikan oleh pihak kepolisian.

BACA JUGA  PSI Tolak Perda Agama dengan Alasan Cegah Diskriminasi

Sukmawati membacakan puisi berjudul “Ibu Negara” di acara Indonesian Fashion Week beberapa waktu lalu. Dalam puisi tersebut, putri Presiden Soekarno ini menyinggung masalah adzan dan cadar.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Jaringan HAM: Rezim Suriah Tangkapi Pejuang Oposisi yang Berdamai

Ini merupakan pelanggaran terhadap perjanjian kesepakatan yang telah ditandatangani.

Selasa, 06/11/2018 09:06 0

Amerika

AS Bolehkan Delapan Negara Ini Beli Minyak Iran Meski Sanksi Berlaku

Di antara delapan negara itu, Turki, Cina, Italia dan Korea Selatan

Selasa, 06/11/2018 07:53 0

Asia

India Larang Salat Lima Waktu di Taj Mahal

para petugas telah memutus jaringan air untuk berwudhu di Taj Mahal sejak Ahad malam.

Selasa, 06/11/2018 07:17 0

Suriah

Rusia Tuduh Oposisi Suriah Langgar Kesepakatan Idlib

Kementerian pertahanan Rusia menuduh oposisi Suriah menewaskan empat tentara Suriah sebagai akibat serangan yang dilancarkan di Idlib.

Senin, 05/11/2018 13:56 0

Amerika

Pembunuhan Khashoggi, AS Tegaskan Jaga Hubungan dengan Saudi

Pompeo mengatakan AS bekerja dengan bijaksana dalam menyikapi setiap fakta yang terungkap. Kami, kata Pompeo, juga terus menjalinkomunikasi dengan Turki dan Saudi.

Senin, 05/11/2018 13:17 0

Opini

Jalan Menuju Sekularisme dan Politik Machiavelli di Arab Saudi

Salah satu langkah kontroversial lainnya yang diambil adalah menangkapi sejumlah ulama yang tidak secara terbuka menyatakan dukungan terhadap pemerintah, di antaranya Syaikh Salman al-Audah. Implikasinya, otoritas ulama dan keagamaan Arab Saudi yang sudah lama terstruktur secara mapan berkonskuensi mengalami pelemahan.

Senin, 05/11/2018 11:42 0

Arab Saudi

Sempat Dikabarkan Meninggal, Kesehatan Syaikh Safar Al-Hawaly Stabil

“Syaikh Safar Al-Hawali –yang ditangkap beberapa bulan lalu— masih hidup. Kondisi kesehatannya stabil setelah periode penurunan karena kondisi buruk yang dialaminya di dalam penjara,” tulis akun aktivis tersebut, seperti dinukil Al-Jazeera pada Ahad.

Senin, 05/11/2018 10:12 0

China

20 Titik Kamp “Pendidikan Ulang” Uighur Difasilitasi Cambuk Listrik dan Pentungan Duri

Dengan dalih menangkal keinginan muslim Uighur untuk mendirikan negara sendiri, serta mencegah serangan “teroris” oleh mereka, pemerintah Xi Jinping memutuskan untuk menyatakan Islam sebagai “penyakit ideologis menular”.

Ahad, 04/11/2018 15:06 0

Rusia

Rusia Akan Bantu Iran Hadapi Sanksi AS

"Kami percaya kami harus mencari mekanisme yang akan memungkinkan kami untuk terus mengembangkan kerja sama dengan mitra kami, dengan Iran," kata Novak kepada FT.

Ahad, 04/11/2018 13:28 0

Artikel

Gurita Syiah Iran di Damaskus Sebelum Arab Spring

Iran mencoba untuk menerapkan model Iraq di Suriah dan menyusup melalui lembaga agama, sekolah dan universitas dan mengalokasikan anggaran khusus untuk tujuan ini.

Ahad, 04/11/2018 11:55 0

Close