Sempat Dikabarkan Meninggal, Kesehatan Syaikh Safar Al-Hawaly Stabil

KIBLAT.NET, Riyadh – Akun Twitter pemantau penangkapan ulama dan aktivis di Arab Saudi, Muktaqly Rakyi, Ahad (04/11), akhirnya mendapat konfirmasi bahwa kondisi Syaikh Safar Al-Hawaly masih hidup. Akhir September lalu, sebuah kabar menyebutkan ulama 68 tahun itu wafat di penjara. Kabar itu menyebar setelah kondisi Syaikh Hawaly dikabarkan memburuk.

“Syaikh Safar Al-Hawali –yang ditangkap beberapa bulan lalu— masih hidup. Kondisi kesehatannya stabil setelah periode penurunan karena kondisi buruk yang dialaminya di dalam penjara,” tulis akun aktivis tersebut, seperti dinukil Al-Jazeera pada Ahad.

Akun itu menambahkan bahwa pemerintah Saudi telah mengizinkan istri Syaikh Al-Hawaly mengunjunginya meskipun hanya beberapa menit. Anak dan menantunya juga diizinkan berkunjung namun dengan bergantian.

Meski kesehatannya stabil, lanjut Muktaqaly Rakyi, kesehatan syaikh masih terancam. Seperti diketahui, syaikh menderita penyakit kronis dan hanya bisa berbaring di tempat tidur saat ditangkap.

Pada 29 September, Syaikh Al-Hawaly dikabarkan meninggal setelah kondisi kesehatannya menurun. Saat itu tak ada konfirmasi dari pihak berwenang maupun keluarga.

Syaikh ditangkap setelah menulis buku yang dituduh menyinggung pemerintah. Penangkapannya terjadi bersamaan kampanye pemerintah Saudi menangkapi ulama dan aktivis yang dianggap kritis terhadap pemerintah.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat