... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Buntut Vonis Bebas Penghina Islam, Pakistan Diambang Kekacauan

KIBLAT.NET, Islamabad – Organisasi-organisasi Islam di Pakistan, Kamis (01/11), melanjutkan aksi demonstrasi mengutuk keputusan Mahkamah Agung (MA) Pakistan dan ketuanya, Saqib Naseer, membebaskan wanita Kristen penghina Al-Quran dan Nabi Muhammad, Asia Bibi. Massa menggelar aksi di berbagai kota di Pakistan, menutup jalan dan pintu masuk kota.

Dilansir dari Al-Sarq Al-Ausat, warga menutup jalan utama menuju ibukota Islamabad, Lahore, Karachi dan Rawalpindi sebagai protes terhadap keputusan MA. Sejumlah bis dibakar.

Jamaah Labbaik ya Rasullah, kelompok Islam berpham Sufi, menuntut direktur Mahkamah Agung dan salah seorang jenderal militer mundur dari jabatan. Jika tidak, kelompok itu mengancam berbuat anarkis.

“Kepada jenderal militer yang memiliki iman untuk memecat jenderal Javed Bajwa. Dan untuk direktur mahkamah agung Saqib Naseer hendaknya mengundurkan diri dari jabatannya atau menghadapi konsekuensi serius atas keputusannya membebaskan tersangka setelah seluruh pengadilan tingkat pertama memvonisnya hukuman mati,” kata salah satu pemimpin kelompok dalam orasinya. Aksi itu sendiri dihadiri langsung pemimpin Jamaah Labbaik ya Rasullah, Khadim Husain Radhwi.

Menteri urusan agama Pakistan mengundurkan diri sebagai protes atas cara pemerintah menghadapi pengunjuk rasa. Perdana Menteri yang baru terpilih, Imran Khan, mengambil langkah membentuk komite lima menteri untuk bernegosiasi dengan para demonstran. Di antara anggota Komite, Menteri Informasi Fuad Chowdhury, Menteri Dalam Negeri Shahriar Afridi dan Menteri Urusan Agama sendiri, Nurul Haq Qadiri. Komite ini bernegosiasi dengan Khadim Husain Radhwi untuk meminta pengikutnya menghentikan aksi.

BACA JUGA  Wagub Sumbar: Ada Warga Minang di Wamena yang Pura-pura Mati Supaya Selamat

Sementara itu, aksi protes yang digelar oleh berbagai kelompok agama di sejumlah kota diwarnai bentrokan dengan polisi. Puluhan demonstran terluka. Pihak berwenang pun mengumumkan keadaan semi darurat di sejumlah kota.

Jamiat Ulama Islam, Jamaah Dakwah dan jamaah-jamaah Islam lainnya mengumumkan aksi mogok massal pada Jumat ini dan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran. Mereka tak mengindahkan peringatan perdana menteri melalui pidato televisi yang mengancam menurunkan pasukan untuk membubarkan massa. Bahkan, sesaat setelah perdana menteri mengeluarkan ancaman, massa di sejumlah kota langsung turun ke jalan.

Pemerintah dan kepemimpinan militer Pakistan telah berkonsultasi menerjunkan Brigade ke-111 tentara Pakistan, yang berbasis di Rawalpindi, untuk menjaga keamanan dan ketenangan di ibukota, Islamabad. Brigade ke-111 dikenal sebagai brigade militer yang menjalankan setiap kudeta militer yang pernah disaksikan Pakistan.

Para pemimpin pemerintahan sipil dan pimpinan militer menggelar serangkaian pertemuan dari waktu ke waktu, di tengah ketegangan besar di kota-kota Pakistan. Warga di kota Lahore melaporkan bahwa kota tersebut lumpuh setelah mayoritas warga menggelar aksi mogok.

Para pejabat Pakistan menuduh Mahkamah Agung dan pemerintah membungkuk pada militer yang mendapat tekanan Barat untuk membebaskan Asia Bibi. Uni Eropa sempat mengancam akan memutus impor dari Pakistan dan membatasi ekspor Pakistan ke UE untuk menentut pembebasan Bibi. Pemerintah PM Amran Khan juga takut tidak diberi pinjaman $ 6 miliar oleh dana moneter internasional jika keputusan itu dilanjutkan.

BACA JUGA  Delegasi Taliban Bertemu Utusan Khusus AS untuk Afghanistan di Pakistan

Pemerintah telah memutus jaringan komunikasi dan internet untuk mencegah aksi lebih luas. Pihak berwenang juga tengah mengkaji untuk menangkapi para pemimpin jamaah untuk meredam demonstrasi.

Sumber: Al-Sarq Al-Ausat
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

AQL Peduli Bangun Komplek Huntara untuk Korban Gempa Sulteng, Ini Fasilitasnya

KIBLAT.NET, Sulteng – Ar-Rahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center menggelar program pembangunan hunian sementara (huntara)...

Kamis, 01/11/2018 19:17 0

Indonesia

Ustadz Farid Okbah: Rahmatan Lil Alamin Terwujud dengan Kalimat Tauhid

Ustadz Farid pun menyebut pentingnya umat muslim untuk menyerukan kalimat tauhid kepada manusia. Sebagaimana yang Allah perintahkan kepada Nabi Muhammad.

Kamis, 01/11/2018 18:55 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Kalimat Tauhid, Azas Persatuan Umat Islam

Khutbah Jumat: Kalimat Tauhid, Azas Persatuan Umat Islam

Kamis, 01/11/2018 18:44 1

Indonesia

Ustadz Zaitun ke Pengungsi Sulteng: Jaga Akidah dari Paham Sesat

Wasekjen MUI Pusat itu pun berpesan kepada masyarakat yang menjadi korban untuk tetap bersabar atas musibah yang terjadi dan bersyukur atas kebaikan-kebaikan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta menjaga akidah keluarga dan kerabatnya.

Kamis, 01/11/2018 16:14 0

Indonesia

Soal Pembakaran Bendera Tauhid, Ketum PBNU: Banser Juga Salah

Terkait dua oknum Banser yang kini menjadi tersangka, Said Aqil menyerahkan semuanya kepada pihak penegak hukum.

Kamis, 01/11/2018 15:58 0

Indonesia

500 Hari Pasca Penyerangan Novel, Dahnil Anzar: Aktornya Masih Gelap Gulita

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mempertanyakan mengapa hingga saat ini penyerang Novel Baswedan belum juga tertangkap.

Kamis, 01/11/2018 15:40 0

Indonesia

Begini Hasil Pertemuan Tertutup NU-Muhammadiyah di Jakarta

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan Pengurus Besar Nadhatul Ulama pada Rabu (31/10/2018) malam.

Kamis, 01/11/2018 12:46 0

Indonesia

Said Aqil Sebut HTI Akan Dirikan Khilafah di ASEAN Tahun 2024

"Di mana bacanya itu ya, pokoknya ada bacaannya. Yang menginginkan itu ya HTI, siapa lagi," ujar Said Aqil kepada wartawan sebelum meninggalkan gedung PP Muhammadiyah.

Kamis, 01/11/2018 12:17 0

Indonesia

Haedar Nashir: Cinta Tanah Air Berlebihan Memupuk Nasionalisme Ekstrem

"Cinta yang mengandung cemburu buta sekaligus kehilangan rasionalitas, akan memandang orang lain sebagai ancaman dan musuh negara," kata Haedar.

Kamis, 01/11/2018 11:28 0

Indonesia

KSHUMI Sebut Ada Kejanggalan Dalam Penetapan Tersangka Pembakar Bendera Tauhid

Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan menilai tidak tepat jika pembakar bendera tauhid dijerat pasal 74 KUHP.

Rabu, 31/10/2018 16:40 0

Close