... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

AQL Peduli Bangun Komplek Huntara untuk Korban Gempa Sulteng, Ini Fasilitasnya

Foto: AQL Peduli akan bangun komplek huntara seluas tiga hektar di atas tanah milik H. Ghazali.

KIBLAT.NET, Sulteng – Ar-Rahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center menggelar program pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah. Pembangunan dilakukan di atas tanah wakaf seluas tiga hektar yang berlokasi di Desa Mpanau, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Pimpinan Ar-Rohman Quranic Learning (AQL) Center, Ustadz Bachtiar Nasir dijadwalkan akan meresmikan langsung pembangunan huntara bagi korban gempa pada hari Jumat (02/11/2018), selain mengisi tabligh akbar.

Dia dan rombongannya telah berada di Palu sejak Kamis (01/11/2018) pagi untuk menjalani rangkaian agenda kunjungannya ke tempat-tempat pengungsian korban gempa di Sulawesi Tengah.

UBN dan rombongan AQL juga mendatangi ke sebuah lokasi masjid yang hancur terkena dampak gempa. Tepatnya Masjid Al Aswad yang berlokasi di Desa Lolu, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi.

UBN mengatakan nantinya AQL akan memberikan bantuan dana untuk pembangunan kembali tempat ibadah itu. Penyerahan bantuan akan diserahkan kepada imam masjid.

Ketua AQL Peduli Edi Junaidi mengatakan pembangunan huntara saat ini menjadi hal mendesak yang dibutuhkan para korban. Pasalnya cuaca Sulawesi cukup panas pada siang hari dan dingin pada malam hari, ditambah lagi mendekati musim penghujan. Huntara dibangun dengan material kayu dan triplek dan masjid dengan baja ringan.

“Pembangunan sudah kita mulai sejak hari ke empat pasca AQL Peduli turun membantu korban gempa di hari H+2 kejadian bencana. Huntara akan dipakai oleh para korban yang kehilangan tempat tinggalnya,” katanya kepada Kiblat.net di lokasi huntara AQL Peduli di Desa Mpanau, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (01/11/2018).

Ia menjelaskan AQL Peduli tidak hanya sebatas membangun huntara, melainkan membangun sebuah komplek permukiman. Di dalamnya sedang dibangun 25 huntara, masjid dengan luas 18×18 meter, madrasah dengan tiga kelas, aula seluas 20×20 meter, klinik, taman bermain, office logistic AQL Peduli, dapur umum, WC umum dan warung.

“Permukiman ini dibangun atas gotong royong relawan dan masyarakat. Melihat kebutuhan huntara yang tinggi dari warga yang mendaftar setidaknya mencapai 100 KK, maka AQL menargetkan 100 huntara dengan masing-masing seluas 6×3 meter dengan dua ruangan. Jumlah itu bisa bertambah melihat luas cakup tanah,” ujarnya.

Edi melanjutkan terlaksananya pembangunan komplek huntara atas koordinasi dengan aparatur setempat di atas milik Haji Ghazali, seorang warga Petobo yang rumahnya juga terkena dampak gempa. Wakaf tanah diberikan dengan kesepakatan pemakaian satu tahun.

“Selama satu tahun di komplek ini nantinya di madrasah akan berjalan kegiatan belajar-mengajar, mengaji, bioskop film-film Islami untuk anak-anak, pengadaan lapangan olah raga dan digelarnya kajian-kajian,” ungkapnya.

Tak lupa AQL menghaturkan ucapkan terima kasih atas bantuan para donatur dalam program AQL Peduli dan Berkah Berjamaa untuk membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Mari ulurkan kepedulian kita bersama Berkah Berjama’ah dan AQL Peduli melalui rekening:

Muamalat 3400003937 an Pusat Peradaban Islam.

BSM 7121464777 an Yayasan Pusat Peradaban Islam.

Berkah Berjama’ah, Ringan dengan Berjama’ah.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ustadz Farid Okbah: Rahmatan Lil Alamin Terwujud dengan Kalimat Tauhid

Ustadz Farid pun menyebut pentingnya umat muslim untuk menyerukan kalimat tauhid kepada manusia. Sebagaimana yang Allah perintahkan kepada Nabi Muhammad.

Kamis, 01/11/2018 18:55 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Kalimat Tauhid, Azas Persatuan Umat Islam

Khutbah Jumat: Kalimat Tauhid, Azas Persatuan Umat Islam

Kamis, 01/11/2018 18:44 1

Afghanistan

Laporan AS: Wilayah Kontrol Pemerintah Afghanistan Capai Titik Terendah

Laporan yang dikeluarkan oleh Inspektorat Jenderal untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR) itu melihatkan, dari sisi jumlah kontrol provinsi, pemerintah Kabul mengalami penurunan hingga 16 persen wilayah terhitung sejak November 2015.

Kamis, 01/11/2018 17:48 0

Indonesia

Ustadz Zaitun ke Pengungsi Sulteng: Jaga Akidah dari Paham Sesat

Wasekjen MUI Pusat itu pun berpesan kepada masyarakat yang menjadi korban untuk tetap bersabar atas musibah yang terjadi dan bersyukur atas kebaikan-kebaikan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta menjaga akidah keluarga dan kerabatnya.

Kamis, 01/11/2018 16:14 0

Iran

Ini 12 Syarat Untuk Iran Keluar dari Sanksi Nuklir Baru!

KIBLAT.NET – Menteri luar negeri AS Mike Pompeo mengancam Iran dengan ‘sanksi terkuat dalam sejarah’...

Kamis, 01/11/2018 16:09 3

Indonesia

Soal Pembakaran Bendera Tauhid, Ketum PBNU: Banser Juga Salah

Terkait dua oknum Banser yang kini menjadi tersangka, Said Aqil menyerahkan semuanya kepada pihak penegak hukum.

Kamis, 01/11/2018 15:58 0

Indonesia

500 Hari Pasca Penyerangan Novel, Dahnil Anzar: Aktornya Masih Gelap Gulita

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mempertanyakan mengapa hingga saat ini penyerang Novel Baswedan belum juga tertangkap.

Kamis, 01/11/2018 15:40 0

Mesir

Mursi: Saya Tidak Akan Pernah Mengakui Pemerintahan Al-Sisi

Presiden Mesir yang dikudeta Muhammad Mursi mengatakan kepada keluarganya bahwa dirinya tidak akan pernah mengakui kudeta yang menggulingkannya dari kekuasaan pada 2013.

Kamis, 01/11/2018 14:27 0

Indonesia

Begini Hasil Pertemuan Tertutup NU-Muhammadiyah di Jakarta

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan Pengurus Besar Nadhatul Ulama pada Rabu (31/10/2018) malam.

Kamis, 01/11/2018 12:46 0

Indonesia

Said Aqil Sebut HTI Akan Dirikan Khilafah di ASEAN Tahun 2024

"Di mana bacanya itu ya, pokoknya ada bacaannya. Yang menginginkan itu ya HTI, siapa lagi," ujar Said Aqil kepada wartawan sebelum meninggalkan gedung PP Muhammadiyah.

Kamis, 01/11/2018 12:17 0

Close